Pastikan Tiada yang Tertinggal, SLB Negeri Lewoleba Jemput Bola ABK dari Rumah ke Rumah di 9 Kecamatan

By MDTV News 15 Jun 2026, 22:13:44 WIB,   Dibaca: 8 Kali Daerah
Pastikan Tiada yang Tertinggal, SLB Negeri Lewoleba Jemput Bola ABK dari Rumah ke Rumah di 9 Kecamatan

LEWOLEBA,MDTV-NEWS.com – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Lewoleba menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa terkecuali. Menyambut Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah ini melakukan gerakan penjaringan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) secara langsung dari rumah ke rumah (door to door) di seluruh wilayah Kabupaten Lembata.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut menjangkau sembilan kecamatan di Kabupaten Lembata. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa faktor geografis maupun keterbatasan informasi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak penyandang disabilitas dalam mengakses pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SLB Negeri Lewoleba, Paulus Geradus Hurint, S.T., Gr., mengatakan bahwa gerakan jemput bola ini bukan sekadar agenda tahunan untuk memenuhi kuota peserta didik baru, melainkan bagian dari misi kemanusiaan dan pendidikan bagi masa depan anak-anak berkebutuhan khusus di Lembata.

Baca Lainnya :


“Kami ingin memastikan bahwa tidak boleh ada anak disabilitas di Tanah Lembata yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dan kemandirian demi masa depan mereka. Setiap anak memiliki potensi, dan tugas kitalah untuk menjemput dan mengasahnya,” ujar Paulus.

Selama proses penjaringan, tim SLB Negeri Lewoleba tidak hanya melakukan pendataan calon peserta didik, tetapi juga berdialog langsung dengan orang tua dan keluarga. Mereka memberikan edukasi tentang pentingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sekaligus berupaya menghilangkan stigma negatif yang masih melekat di sebagian masyarakat.

Menurut pihak sekolah, paradigma pendidikan di SLB Negeri Lewoleba kini telah mengalami perubahan. Pendekatan yang sebelumnya lebih berorientasi pada pengasuhan (care-based) kini diarahkan pada pemberdayaan (empowerment) dan penguatan kemandirian peserta didik.

Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan layanan pendidikan, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan vokasional yang adaptif agar mampu hidup mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

Gerakan jemput bola yang dilakukan SLB Negeri Lewoleba mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, dewan paroki, dewan stasi, pengurus masjid, hingga para orang tua di berbagai desa. Banyak pihak mengaku terbantu karena selama ini masih menghadapi kendala akses informasi maupun transportasi dalam mendaftarkan anak mereka ke sekolah.


Melalui pelaksanaan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027, SLB Negeri Lewoleba berharap dapat membangun kepedulian bersama seluruh elemen masyarakat terhadap pentingnya pendidikan inklusif yang berkeadilan.

Dengan semangat kolaborasi, sekolah berharap tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus yang tertinggal dari akses pendidikan, sehingga cita-cita mewujudkan pendidikan yang merata dan inklusif di Kabupaten Lembata dapat tercapai.

“Tidak boleh ada satu pun anak yang terlupakan di bawah langit Lembata,” menjadi pesan yang terus digaungkan dalam gerakan kemanusiaan tersebut.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan - Iklan SidebarKanan ucapanKanan Ucapan HPN David VigisKanan ucapan HPN ketua PKNKanan HPN KesbangKanan HPN Bapenda

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.