- Dinkes Lembata Gelar Bimtek CPPOB - IRTP Bagi Pelaku Usaha
- Ake Bekel, Ake Kurang Onem, Permohonan Maaf Bupati Kanis untuk Warga Laranwutun
- Taman Duang Wangatoa Siap Ditata Kembali, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah
- E-Kusuka di Lembata Bisa Jadi ATM hingga Akses Pinjaman
- Anak 14 Tahun Di Lembata Diduga Dikeroyok Tujuh Pria Dewasa, Keluarga Desak Proses Hukum Tuntas
- Lansia Hebat, Lembata Kuat: Wakil Bupati Lembata Buka Peringatan Hari Lansia Nasional
- Lansia Hebat, Lembata Kuat: Wakil Bupati Lembata Buka Peringatan Hari Lansia Nasional
- Bupati Lembata Lepas 21 Calon Mahasiswa ke Semarang, Program Kuliah Sambil Bekerja Jadi Peluang Emas Generasi Muda
- Dorong Pembangunan Rumah Dinas Tenaga Kesehatan di Desa Bean,Wabup Nasir Tinjau langsung Lokasi
- Sambut Milad ke-60, KAHMI Makassar Gelar Baksos dan Tabligh Akbar di Pangkep
Dinkes Lembata Gelar Bimtek CPPOB - IRTP Bagi Pelaku Usaha

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com - Dinas kesehatan kabupaten Lembata menggandeng Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Nusa Tenggara Timur, menggelar pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk industri rumah tangga, bagi para pelaku industri rumah tangga pangan yang tersebar di seluruh ke kecamatan yang ada di kabupaten Lembata, bertempat di gedung Bakti Husada, kamis 4/6/2026.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku usaha bisa menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik di industri rumah tangga,sehingga prodak yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
Hadir dalam kegiatan ini, plt.kepala dinas kesehatan kabupaten Lembata Dr.Bernard B Punang, wakil ketua DPRD Kabupaten Lembata bersama anggota komisi III DPRD, Narasumber dari BPOM Provinsi NTT,dan para peserta pelaku usaha.
Baca Lainnya :
- Ake Bekel, Ake Kurang Onem, Permohonan Maaf Bupati Kanis untuk Warga Laranwutun0
- Taman Duang Wangatoa Siap Ditata Kembali, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah0
- E-Kusuka di Lembata Bisa Jadi ATM hingga Akses Pinjaman0
- Anak 14 Tahun Di Lembata Diduga Dikeroyok Tujuh Pria Dewasa, Keluarga Desak Proses Hukum Tuntas0
- Lansia Hebat, Lembata Kuat: Wakil Bupati Lembata Buka Peringatan Hari Lansia Nasional0
Plt.kadis Kesehatan Dr.Bernard B Punang kepada media ini, mengucapkan terimakasih kepada Balai POM provinsi NTT yang hadir sebagai narasumber, memberikan bimbingan teknis ke para pelaku industri lokal di kabupaten lembata.
Menurut dokter Bernard,kegiatan ini selaras dengan visi misi Bupati Lembata terkait bagaimana memproduksi dan memasarkan produk-produk lokal dari Lembata.
Bernard menjelaskan, kegiatan bimbingan teknis terkait prodak lokal di lembata yang diikuti 96 peserta yang tersebar di seluruh kecamatan, ada 48 usaha prodak lokal yang butuh pengawasan dari balai POM.
Menurutnya, pentingnya pemasaran prodak lokal dari lembata,Prodak yang dihasilkan tidak hanya dijual di lembata,namun diharapkan dapat menembus pasar nasional, contohnya prodak jagung titi baleo yang sedang berkembang saat ini.
Dinas kesehatan terus memberikan bimbingan kepada industri lokal,serta kemudahan dalam proses perijinan sehingga prodak yang dihasilkan lebih cepat di konsumsi oleh masyarakat.
Klaudete Norlince Nitbani
Narasumber BPOM Provinsi kepada media ini mengatakan, semua peserta yang hadir diberikan bimbingan cara produksi pangan olahan yang baik.
Pelaku usaha bisa menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik di industri rumah tangga mereka, sehingga prodak yang dihasilkan terjamin higiene sanitasinya, kualitas dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Klaudete menambahkan,selain mengikuti bimtek, dinas kesehatan terus melakukan pengawasan ke sarana-sarana Produksi.
Anastasia Leda
Semua pelaku usaha yang sudah mendapatkan nomor PRT, akan dilakukan pengawasan dengan ceklis dari Badan POM dalam beberapa level,dari 48 sarana yang diperiksa, terdapat 29 sarana yang memenuhi syarat,berada di level 2 sementara di lembata belum ada sarana yang memenuhi syarat untuk level 1.
Anastasia menjelaskan, banyak sarana yang harus memiliki catatan produksi, juga pembuatan bagan alir produksi, hal ini merupakan syarat untuk penentuan level bagi sarana usaha produksi rumah tangga.
Dinas kesehatan terus melakukan pendampingan melalui DFI ( distrik food inspector),mengawasi dan memastikan keamanan pangan, agar industri rumah tangga pangan, memastikan rantau produksi makanan mematuhi standar kesehatan yang berlaku.(mdtv-news.com)















