- Sambut Milad ke-60, KAHMI Makassar Gelar Baksos dan Tabligh Akbar di Pangkep
- Idul Adha di Waowala, Bupati Kanis Tekankan Solidaritas, Wabup Nasir Angkat Rehumanisasi Kehidupan
- Bupati Lembata Pimpin Evaluasi Program Strategis Daerah, Tekankan Kolaborasi dan Hilirisasi
- Bupati Lembata Dukung Penuh Ekspansi Jagung Industri LKARI
- Lembata Fishing Tournament 2026: Tuna 30 Kilogram Antar Emmanuel Toni Rebut Piala Bupati dan Uang Rp.75 juta
- Di Balik Harlah Fatayat NU: Data LKP3A Bicara, Kekerasan Perempuan-Anak di Lembata Menguak Fakta Pahit
- Berdaya dan Mendunia: Fatayat NU Lembata Launching Rumah Produksi & RA Qurrata A’yun
- Wakil Bupati Lembata Resmi Membuka RAT KSP Kopdit Obor Mas Tahun Buku 2025
- Peserta Mancing dari Australia dan Timor Leste Puji Potensi Laut Lembata
- Bupati Kanis Tuaq Buka Lembata Fishing Turnamen 2026, Sebarluaskan Keindahan Lembata Kepada Dunia
Idul Adha di Waowala, Bupati Kanis Tekankan Solidaritas, Wabup Nasir Angkat Rehumanisasi Kehidupan

LEMBATA,MDTV-NEWS.com — Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Masjid Babussalam Waowala, Kecamatan Ile Ape, Rabu (27/5), tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi.
Di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati H. Muhamad Nasir menyampaikan pesan yang lebih dalam, pentingnya menjaga solidaritas sosial di tengah perubahan dan dinamika masyarakat yang kian kompleks.
Dalam suasana Halal Bihalal yang berlangsung hangat, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa makna kurban tidak boleh berhenti pada ritual keagamaan semata.
Baca Lainnya :
- jual obat aborsi cytotec jepara 085659180214 klinik penggugur kandungan di jepara 0
- jual obat aborsi cytotec jepara 085659180214 klinik penggugur kandungan di jepara 0
- jual obat aborsi cytotec jepara 085659180214 klinik penggugur kandungan di jepara 0
- jual obat aborsi cytotec jepara 085659180214 klinik penggugur kandungan di jepara 0
- jual obat aborsi cytotec jepara 085659180214 klinik penggugur kandungan di jepara 0
Ia mendorong agar nilai pengorbanan diterjemahkan sebagai kesalehan sosial, kepedulian nyata terhadap sesama, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tingkat lokal.
Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah menghendaki nilai agama hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol.
Namun, di balik seruan tersebut, tersirat tantangan besar. Ajakan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan, termasuk perbedaan pilihan politik, menunjukkan bahwa kohesi sosial di Lembata tidak sepenuhnya tanpa gesekan.
Dalam konteks ini, Idul Adha menjadi momentum refleksi, apakah nilai pengorbanan benar-benar mampu menembus batas kepentingan kelompok dan individu.
Wakil Bupati Muhamad Nasir menambahkan dimensi lain melalui gagasan 'rehumanisasi kehidupan'. Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang semakin terfragmentasi, baik oleh arus digitalisasi maupun dinamika sosial yang kian kompetitif.
Menurutnya, perayaan keagamaan harus menjadi ruang untuk mengembalikan manusia pada nilai dasar kemanusiaan, persaudaraan, empati, dan tanggung jawab bersama.
Kegiatan yang dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat itu ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang perlombaan.
Meski berlangsung meriah, pertanyaan yang tersisa justru lebih penting, sejauh mana pesan solidaritas dan rehumanisasi yang digaungkan dari Waowala dapat bertahan di luar panggung seremoni, dan benar-benar menjadi fondasi dalam kehidupan sosial masyarakat Lembata ke depan. (Prokompimkablembata)















