- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat
- Siswa SMKN 1 Maumere Borong 3 Emas di Shoto-Kai Open Tournament Karate Piala Gubernur NTT 2026
- Membaca Ulang Jalan Revolusi: Demokrasi Harus Kembali Pada Tujuan Bernegara
- LMA Emeyode Ingatkan Masyarakat Sorong Selatan Jaga Kamtibmas dan Toleransi
Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba

LEWOLEBA,MDTV-NEWS.com – Festival Internasional Lamaholot 2026 resmi dibuka, diawali dengan kemeriahan yang menyedot perhatian ribuan warga dan wisatawan di kota lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/7/2026) petang.
Beragam motif tenun ikat, busana adat, tarian tradisional, hingga alunan musik khas Lamaholot mewarnai sepanjang rute karnaval yang dimulai dari eks Kantor Bupati Lembata menuju kawasan wisata Pantai Wulen Luo.
Berdasarkan pantauan media ini, Karnaval budaya bukan sekadar pawai biasa. Beragam kekayaan budaya Lamaholot ditampilkan secara meriah.Peserta yang terdiri dari instansi pemerintah daerah, komunitas seni, hingga berbagai paguyuban daerah di Kota Lewoleba tampil dengan identitas budaya masing-masing. Mereka memulai arak-arakan dari eks Kantor Bupati Lembata dan berakhir di kawasan wisata Pantai Wulen Luo.
Baca Lainnya :
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga0
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman0
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru0
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah0
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga0
Keunikan budaya Lamaholot semakin terasa melalui ragam sarung tenun dan busana tradisional yang dikenakan peserta. Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Lembata, karnaval ini juga menjadi panggung persatuan budaya Nusantara.
Berbagai busana adat dari daerah lain di Indonesia turut memeriahkan parade, mulai dari pakaian tradisional Sumba, Sabu Raijua, hingga Batak Karo. Kehadiran mereka menambah warna sekaligus memperkuat semangat keberagaman dalam Festival Internasional Lamaholot.
Festival Internasional Lamaholot di Kabupaten Lembata, Nusa Tengara Timur sendiri kembali menorehkan prestasi dengan terpilih untuk ketiga kalinya dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026, yang merupakan program strategis Kementerian Pariwisata.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lamaholot. Festival ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Ribuan tenaga kerja, pelaku seni, dan pelaku UMKM terlibat dalam penyelenggaraan festival. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Festival Internasional Lamaholot bukan sekadar perayaan budaya, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, Festival Internasional Lamaholot terus mengukuhkan diri sebagai salah satu agenda budaya terbesar di kawasan timur Indonesia sekaligus menjadi kebanggaan bersama masyarakat Lamaholot.
















