- Pejabat Desa Panama Beri Teladan Lewat Eksebisi Kote pada HUT ke-25 UBSP Watar Letar
- Seminggu Meriahkan HUT Ke-25, UBSP Watar Letar Rayakan Puncak Acara Dengan Misa Syukur
- Bupati Kanisius Tuaq Hadiri Pemberkatan Gereja St. Agustinus Lewokukung, Tegaskan Sinergi Gereja dan Pemerintah
- Bupati Lembata Hadiri Kegiatan KPM Siga Naran Ina, Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kepala Keluarga
- Dari Lahan Tidur ke Sumber Pendapatan, Investasi Jambu Mete Siap Dikembangkan di Lembata
- BPS Data Langsung Bupati Lembata Dalam Pendataan Sensus Ekonomi 2026
- 10 Qori dan Qoriah Mewakili Lembata di MTQ Provinsi NTT, Wabup Nasir Tekankan Sportivitas dan Nama Baik Daerah
- Pemkab Lembata Gelar Talk Show, Sosialisasikan Perda Kabupaten Layak Anak
- Suster Maria Marselina Lodan, RVM, Perempuan Lembata Yang Menjaga Tradisi Budaya Amanuban Tengah
- HUT ke-46 Paulus Geradus Hurint: Dari Guru Teknik Menjadi Nakhoda Anak-Anak Istimewa di SLB Negeri Lewoleba.
Pejabat Desa Panama Beri Teladan Lewat Eksebisi Kote pada HUT ke-25 UBSP Watar Letar
eksebisi Kote sengaja dipilih sebagai kegiatan pembuka agar generasi muda dapat melihat sisi humanis para pemimpin dan memahami nilai kebersamaan yang terkandung dalam permainan tradisional.

PANAMA,MDTV-NEWS.com – Suasana penuh keceriaan mewarnai pembukaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 UBSP Watar Letar di Sosek 3 KBG Thomas Garnet, Desa Panama. Bukan sekadar seremoni pembuka, perayaan kali ini menghadirkan eksebisi permainan tradisional Kote atau gasing yang menghidupkan kembali kenangan masa kecil warga sekaligus mempererat semangat persatuan.
Pertandingan persahabatan tersebut menyuguhkan momen yang jarang terjadi. Kepala Desa Panama Antonius Rahaq Lelangwayan turun langsung ke arena berhadapan dengan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dalam laga tersebut, Kepala Desa Panama keluar sebagai pemenang. Sementara di pertandingan lainnya, Ketua Dewan Stasi Panama berhasil mengungguli Ketua UBSP Watar Letar.
Kehadiran para tokoh masyarakat memainkan permainan tradisional mendapat sambutan hangat dari warga. Semua yang hadir menyaksikan pertadingan mengaku teringat masa kecil ketika anak-anak bermain bersama tanpa memandang perbedaan, berbagi tawa dan kebersamaan di kampung halaman.
Baca Lainnya :
- Seminggu Meriahkan HUT Ke-25, UBSP Watar Letar Rayakan Puncak Acara Dengan Misa Syukur0
- Bagaimana Cara Menonaktifkan Spinjam Shopee & Tutup Data Shopee Pinjam 0
- Bagaimana Cara Menonaktifkan Spinjam Shopee & Tutup Data Shopee Pinjam 0
- Tips Tutorial Cara Menonaktifkan Spinjam Dan Hapus Data akun Shopee Pinjam Di Aplikasi Shopee 0
- Tutorial Cara Menonaktifkan Pinjaman Gopay Pinjam dan Hapus Data Gopay Pinjam0

Suasana semakin meriah saat babak final mempertemukan Kepala Desa Panama dengan Ketua Dewan Stasi. Pertandingan berlangsung seru dengan adu teknik dan keseimbangan gasing. Pada akhirnya, Ketua Dewan Stasi berhasil meraih gelar juara. Namun, lebih dari sekadar hasil pertandingan, momen kebersamaan, jabat tangan, dan canda tawa yang tercipta menjadi sorotan utama kegiatan tersebut.
Ketua UBSP Watar Letar Stanislaus Tawe dalam sambutannya menegaskan, permainan tradisional menjadi simbol kuat persatuan masyarakat.
“Kita semua dulu adalah anak kampung. Main gasing, main kelereng, jatuh bangun bersama. Bedanya sekarang kita diberi tanggung jawab yang lebih besar. Ada yang mengurus gereja, desa, dan kelompok UBSP. Jika para pemimpin bisa bermain bersama, semoga ini menjadi contoh bahwa perbedaan adalah kekuatan untuk membangun, bukan untuk berpecah,” ujarnya.
HUT ke-25 UBSP Watar Letar menjadi momentum untuk kembali mengingat akar kebersamaan yang telah diwariskan sejak lama.
Baginya, Filosofi gasing memiliki satu poros yang menjadi keseimbangan tersebut dianalogikan dengan kehidupan masyarakat Panama yang akan tetap kuat selama memiliki tujuan dan semangat yang sama dalam membangun kampung.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-25 UBSP Watar Letar Atanasius Rubong menjelaskan bahwa eksebisi Kote sengaja dipilih sebagai kegiatan pembuka agar generasi muda dapat melihat sisi humanis para pemimpin dan memahami nilai kebersamaan yang terkandung dalam permainan tradisional.
“Generasi baru perlu melihat bahwa pemimpinnya juga bisa tertawa lepas karena gasing. Kenangan masa kecil yang akrab itu merupakan modal sosial yang perlu terus dirawat,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta. Gasing yang digunakan dalam pertandingan kemudian dimainkan kembali oleh anak-anak dan remaja sebagai simbol estafet semangat kebersamaan dari generasi terdahulu kepada generasi penerus.
Rangkaian HUT ke-25 UBSP Watar Letar akan berlangsung pada 14–21 Juni 2026 dengan berbagai kegiatan budaya dan perlombaan, antara lain pan motiq (congklak), vocal group, hamang, cerdas cermat, tutur sejarah dan cerita rakyat, titi jagung, lomba pangan lokal, hingga poti aluq. Puncak perayaan syukur HUT dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 di KBG Thomas Garnet, Panama.
Redaksi















