- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
- Bupati Lembata Pimpin Apel Hardiknas ke-67 di Buyasuri, Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu dan Berkeadilan
- Bupati dan Wakil Bupati Lembata Serahkan Bantuan Seragam Sekolah, Ziarah ke Makam Tokoh Pendidik, dan Tinjau Layanan Kesehatan Gratis di Buyasuri
SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop

LEMBATA,MDTV-NEWS.Com – SLB Negeri Lewoleba mencatat langkah bersejarah dalam dunia pendidikan inklusif di Kabupaten Lembata. Untuk pertama kalinya, sekolah ini menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) berbasis digital menggunakan perangkat Android dan laptop melalui aplikasi Google Forms, yang diikuti oleh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SDLB, SMPLB hingga SMALB.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SLB Negeri Lewoleba, Paulus Geradus Hurint, S.T., Gr, mengatakan bahwa inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik maupun intelektual bukanlah penghalang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
“Ini adalah langkah berani sekaligus momentum penting untuk menunjukkan bahwa anak-anak istimewa mampu berkembang dan bersaing jika diberi kesempatan yang sama,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata0
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat0
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik0
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT0
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan0
Pelaksanaan ujian ini juga mendapat perhatian dari Koordinator Pengawas Dikmen dan Diksus Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun, S.Pd., M.Pd, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ujian sekolah bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bukti dedikasi dalam mencerdaskan anak bangsa tanpa terkecuali.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam penggunaan teknologi pendidikan, serta mengajak semua pihak untuk memandang ujian sebagai ajang perayaan kompetensi siswa, bukan sebagai beban.
Selama pelaksanaan ujian, para siswa terlihat antusias dan fokus menggunakan smartphone maupun laptop untuk mengerjakan soal. Aplikasi Google Forms dipilih karena dinilai ramah pengguna dan efektif sebagai media pembelajaran digital.
Meski demikian, pihak sekolah mengakui masih adanya tantangan, terutama terkait ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat diharapkan agar inovasi ini dapat terus berkembang.
Adapun jumlah peserta Ujian Sekolah tahun ini sebanyak 15 siswa, dengan rincian:
SMALB: 2 siswa
SMPLB: 7 siswa
SDLB: 6 siswa
Dari jumlah tersebut, 9 siswa menggunakan laptop, 2 siswa menggunakan Android, dan 4 siswa masih menggunakan kertas pensil sebagai bentuk penyesuaian kebutuhan.
Pelaksanaan ujian berlangsung pada:
SMALB: April 2026
SMPLB & SDLB: 6–9 Mei 2026
Keberhasilan ini menjadi harapan baru bagi masa depan pendidikan inklusif di Lembata. Pihak sekolah berharap langkah awal ini dapat menjadi pemantik perhatian dan dukungan lebih luas.
“Dengan fasilitas yang memadai, anak-anak ini bisa mandiri dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri,” tutup Paulus penuh harap.MDTV*















