- Muscab Perdana PAN Lembata Cetak Sejarah, Ketua DPD Kanis Tuaq: Saatnya Matahari Bersinar
- Pemkab Lembata Gandeng Taspen Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan PPPK
- Bupati Lembata Kunjungi Balai Penyuluhan Pertanian Nubatukan, Dorong Hilirisasi Pertanian, Perikanan dan Kemandirian Petani
- Dinkes Lembata Gelar Bimtek CPPOB - IRTP Bagi Pelaku Usaha
- Ake Bekel, Ake Kurang Onem, Permohonan Maaf Bupati Kanis untuk Warga Laranwutun
- Taman Duang Wangatoa Siap Ditata Kembali, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah
- E-Kusuka di Lembata Bisa Jadi ATM hingga Akses Pinjaman
- Anak 14 Tahun Di Lembata Diduga Dikeroyok Tujuh Pria Dewasa, Keluarga Desak Proses Hukum Tuntas
- Lansia Hebat, Lembata Kuat: Wakil Bupati Lembata Buka Peringatan Hari Lansia Nasional
- Lansia Hebat, Lembata Kuat: Wakil Bupati Lembata Buka Peringatan Hari Lansia Nasional
Bupati Lembata Kunjungi Balai Penyuluhan Pertanian Nubatukan, Dorong Hilirisasi Pertanian, Perikanan dan Kemandirian Petani

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Nubatukan guna berdiskusi dan berdialog langsung dengan para penyuluh serta jajaran teknis yang bergerak di sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan pendamping program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kunjungan tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan koordinasi terkait pelaksanaan berbagai program strategis daerah dan nasional. Dalam suasana diskusi yang berlangsung santai namun produktif, para peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana pendukung, kendala operasional, hingga tantangan pengembangan sektor pertanian dan perikanan.
Dalam arahannya, Bupati Kanisius Tuaq menekankan pentingnya menjaga hubungan emosional dan solidaritas antarsesama aparatur serta memperkuat kerja sama tim dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
- Dinkes Lembata Gelar Bimtek CPPOB - IRTP Bagi Pelaku Usaha 0
- Ake Bekel, Ake Kurang Onem, Permohonan Maaf Bupati Kanis untuk Warga Laranwutun0
- Taman Duang Wangatoa Siap Ditata Kembali, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah0
- E-Kusuka di Lembata Bisa Jadi ATM hingga Akses Pinjaman0
- Anak 14 Tahun Di Lembata Diduga Dikeroyok Tujuh Pria Dewasa, Keluarga Desak Proses Hukum Tuntas0
“Hubungan yang baik dan semangat bergandengan tangan harus terus dijaga. Fokuslah pada kerja-kerja teknis yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Jika hasil kerja kita baik, maka kepercayaan publik akan mengikuti dengan sendirinya,” tegas Bupati.
Bupati juga memberikan sejumlah arahan strategis untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada sektor perikanan, ia meminta agar perhatian lebih difokuskan pada pengolahan hasil perikanan guna meningkatkan nilai tambah produk dan mendukung kebutuhan program MBG.
Sementara itu, pada sektor pertanian, Bupati menginstruksikan pengembangan komoditas semangka sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan program MBG.
Ia juga meminta agar berbagai keberhasilan komoditas lokal dipublikasikan secara luas sehingga dapat diketahui pemerintah pusat. Langkah ini penting untuk menunjukkan bahwa Lembata tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pangan pokok, tetapi juga mengembangkan komoditas pendukung yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dalam upaya modernisasi pertanian, Bupati mendorong pemanfaatan teknologi pertanian seperti drone penyemprot dan peralatan mekanisasi lainnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual. Ia juga menyoroti pentingnya rehabilitasi petak sawah agar penerapan teknologi pertanian modern dapat berjalan lebih optimal.
“Metode pascapanen yang masih dilakukan secara manual harus mulai ditinggalkan. Kita harus bergerak menuju efisiensi agar produktivitas pertanian terus meningkat,” ujarnya.
Pada sektor pertanian tanaman pangan, Bupati menegaskan bahwa jagung merupakan komoditas strategis yang tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga bahan baku utama pakan ternak, khususnya ayam dan babi. Ia mengapresiasi keberhasilan uji coba penanaman jagung dua kali dalam satu musim pada lahan seluas 10 hektar di Paobokol yang dijadwalkan panen pada 20 Juni mendatang.
Untuk mendukung peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Lembata juga telah menyediakan sejumlah peralatan pendukung berupa sensor lahan dan alat semprot bermesin yang saat ini sedang dalam proses pengiriman.
Terkait kendala operasional yang dihadapi Dinas Pertanian, Bupati menawarkan solusi pemanfaatan gedung-gedung milik pemerintah daerah yang belum digunakan sebagai rumah produksi beras. Ia juga meminta dinas terkait segera mencari jalan keluar atas kendala penyediaan sarana produksi bagi petani semangka.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati turut menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi petani melalui akses pembiayaan perbankan. Menurutnya, petani tidak dapat terus bergantung pada bantuan modal pemerintah setiap tahun, melainkan harus mulai membangun kemandirian melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ia mengakui masih banyak petani yang merasa takut berurusan dengan perbankan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan agar masyarakat memahami bahwa skema KUR memiliki bunga yang rendah dan dapat menjadi solusi pembiayaan usaha tani.
“Kelompok-kelompok tani harus menjadi titik awal penguatan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Bupati juga menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Lembata sedang menghadapi tantangan fiskal akibat kebijakan efisiensi nasional yang diperparah dengan beban utang daerah. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah rencana pengadaan kendaraan operasional untuk mendukung pelayanan lapangan belum dapat direalisasikan.
Meski demikian, ia menyampaikan bahwa semangat kolaborasi dan kerja sama seluruh perangkat daerah berhasil membawa sejumlah capaian positif. Di antaranya peningkatan nilai Indeks Reformasi Birokrasi dari kategori C menjadi B, capaian pelayanan publik terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta realisasi pencairan anggaran yang menempati peringkat pertama di NTT pada pertengahan Mei lalu.
Di akhir arahannya, Bupati menyinggung tata niaga ayam beku yang masih memerlukan pembenahan. Pemerintah daerah, kata dia, akan segera menggelar rapat koordinasi bersama tim pengawasan, reseller, pengepul, dan pihak MBG guna menyusun formulasi yang tepat dalam pengelolaan distribusi ayam beku.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penerapan sistem distribusi satu pintu atau dua pintu guna mempermudah pengawasan dan menciptakan tata niaga yang lebih tertib.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah menuju Lembata yang mandiri, produktif, dan sejahtera. (ProkompimPemKabLembata)















