LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com - Dinas kesehatan kabupaten Lembata yang dipimpin pelaksana tugas (PLT) kepala dinas (kadis) Dokter Bernadus B Punang menggelar kampanye dan pengerakan pembudayaan hidup sehat, melalui kegiatan pengerakan ibu hamil sehat.
Mengangkat tema, Sehat ibunya sehat bayinya, sehat keluarganya sehat generasinya, dinas kesehatan berharap semua elemen dapat bergerak bersama menjadi tim sukses pengerakan ibu hamil sehat.
PLT kadis kesehatan Bernadus B Punang dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan mengatakan, pemerintah melalui dinas kesehatan terus berupaya meningkatan kesehatan ibu hamil.
Dokter Bernad mengatakan, kesehatan ibu hamil tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik ibu hamil itu sendiri, suami dan keluarga, juga masyarakat, pemerintah desa, lintas sektor, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan.
Di Kabupaten Lembata upaya penurunan kematian ibu dan bayi masih menjadi salah satu prioritas Pembangunan kesehatan ungkapnya.
Sebelumnya panitia kegiatan dalam laporan menyampaikan bahwa, tahun 2026 kehamilan, persalinan, dan masa nifas merupakan periode yang sangat menentukan keselamatan dan kesehatan ibu dan bayi.
Upaya menurunkan Angka Kematian lbu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) memerlukan intervensi yang dilakukan secara berkesinambungan sejak masa kehamilan melalui penguatan promotif, preventif, deteksi dini faktor risiko, pelayanan antenatal yang berkualitas kesiapan persalinan, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat.
Pada tahun 2025 tercatat 2 kematian ibu dengan jumlah kelahiran hidup sekitar 1.590, sehingga angka kematian ibu mencapai sekitar 126 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan sampai dengan Agustus 2026 masih tercatat 1 kematian ibu.
Pada sisi bayi, pada tahun 2025 tercatat 32 kematian bayi atau Angka Kematian Bayi sebesar 20 per 1.000 kelahiran hidup, Sedangkan sampai dengan Agustus 2026, tercatat sebanyak 10 kasus kematian bayi. Dari aspek pemanfaatan pelayanan antenatal, sampai dengan Agustus 2026 dari target sasaran ibu hamil tahun 2026 sebanyak 1.765 orang, tercatat 737 ibu hamil telah mendapatkan pelayanan ANC minimal 4 kali (K4) atau 41,8% dan 702 ibu hamil telah mencapai K6 atau 39,8%.
Permasalahan kematian ibu dan bayi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis, tetapi juga dipengaruhi oleh keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya, keterlambatan mengambil keputusan untuk mendapatkan pertolongan,keterlambatan mencapai fasilitas pelayanan kesehatan, kepatuhan terhadap anjuran dan pengobatan, kondisi sosial dan budaya, serta dukungan ibu hamil, keluarga dan lingkungan masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan gerakan bersama yang mampu meningkatkan kesadaran, pengetahuan, kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam mewujudkan kehamilan yang sehat.
Gerakan Ibu Hamil Sehat merupakan salah satu bentuk penggerakan masyarakat yang diarahkan untuk ibu hamil.
Hadir pada kegiatan tersebut urusan 10 ibu hamil dari 7 kelurahan di kecamatan Nubatukan, Kepala UPTD Puskesmas Lewoleba, Bidan Koordinator (Bikor), danPengelola Promosi Kesehatan Organisasi profesi: PPPKMI, PERSAGI, IBI, dan HAKLI.
Pantauan media ini, kegiatan dilaksanakan dalam suasana edukatif, partisipatif dan promotif dengan melibatkan ibu hamil secara langsung.
Kegiatan diawali dengan kegiatan edukasi oleh dokter spesialis obgyn dan ginekologi mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan sesuai standar, konsumsi tablet tambah darah/MMS, pemenuhan makanan bergizi, aktivitas fisik yang aman, kebersihan diri, pengenalan tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan serta pentingnya melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan pertolongan tenaga kesehatan.
Selanjutnya Kegiatan juga menekankan pentingnya keterlibatan suami dan keluarga. Dukungan keluarga diharapkan dapat membantu ibu hamil dalam mengambil keputusan kesehatan, memenuhi kebutuhan nutrisi, mengakses pelayanan kesehatan, mempersiapkan persalinan dan menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Sebagai puncak kegiatan dilaksanakan Deklarasi Dukungan lbu Hamil Sehat, yang menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan ibu hamil yang sehat, memperoleh pelayanan yang berkualitas, didukung keluarga dan masyarakat, serta mendapatkan pertolongan persalinan yang aman.
Dinas kesehatan berharap melalui kegiatan ini terbangun kesadaran dan komitmen bahwa kesehatan ibu hamil merupakan tanggung jawab bersama.
Diakhir kegiatan dilakukan penandatangan komitmen bersama, agar semakin banyak ibu hamil di Kabupaten Lembata yang mendapatkan pelayanan kesehatan secara tepat, memperoleh dukungan keluarga dan masyarakat, menjalani kehamilan secara sehat, serta mendapatkan pertolongan persalinan yang aman.**