LEMBATA, MDTV-NEWS.com - Pasca kemeriahan HUT 25 tahun UBSP Watar Letar, KBG Thomas Garnet Stasi Maria Imacculata Panama Kecamatan Buyasuri yang dirayakan dengan serangkaian kegiatan pada 14 hingga 21 juni dan puncak acaranya ditutup dengan misa syukur pada 23 juni 2026 lalu.
Kini UBSP kembali menggelar kegiatan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Atenat (IVA) untuk mendeteksi dini kanker leher rahim atau serviks bagi kaum perempuan, bertempat di rumah ketua pengurus UBSP Watar Letar, selasa (28/7).
Hadir dalam kegiatan ini semua pengurus UBSP, tim medis puskesmas Bean, Ketua RT 06 Panama Atanasius Rubong yang turut membantu kelancaran kegiatan, serta warga umat KBG baik anggota maupun bukan anggota UBSP yang begitu antusias dengan kegiatan ini.
Dari warga yang hadir, sebanyak 22 orang yang melakukan pemeriksaan IVA, jumlah ini kurang dari jumlah yang telah ditargetkan pengurus yakni 30 orang. Meski demikian ini menjadi bukti tinggi nya kesadaran kaum perempuan di KBG Thomas Garnet untuk memeriksa kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan yang digelar kali ini merupakan kolaborasi antara keluarga besar UBSP Watar Letar dan tenaga kesehatan dari puskesmas Bean. Dua orang tenaga medis diundang dan terlibat langsung dalam kegiatan.
Hadir memimpin kegiatan Bidan Ambrosia Areq (amsi) dan bidan Yosepha Ina Peni (Yeni). Kegiatan diawali dengan penyuluhan oleh tim medis tentang organ reproduksi wanita dan penyakit kanker leher rahim serta tujuan dan manfaat dilakukan pemeriksaan IVA pada kaum perempuan.
Bidan Amsi yang diwawancarai usai kegiatan menyampaikan apresiasinya kepada UBSP Watar Letar yang telah bekerjasama dengan Puskesmas Bean untuk melakukan pemeriksaan IVA. Menurut nya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian UBSP terhadap kesehatan anggotanya, terkhusus kaum perempuan.
"Terimakasih kepa UBSP yang telah mengundang kami, saya tertarik dan berterimakasih karena sudah bersedia menerima kami untuk melakukan pemeriksaan IVA" ungkap Amsi.
Lanjutnya, pemeriksaan IVA merupakan salah satu program resmi yang diturunkan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas. Kemudian Tim medis ditugaskan untuk turun ke desa-desa untuk memberikan penyuluhan kesehatan serta melakukan pemeriksaan IVA di pondok bersalin desa (polindes).
"Ini juga salah satu program yang diturunkan oleh dinas kesehatan,yang mana kami harus melakukan pemeriksaan di puskesmas Bean,tetapi tahun ini kami ada kegiatan turun ke desa-desa, dan kami diundang ke sini untuk melakukan pemeriksaan di kelompok UBSP Watar Letar " ujar Amsi menambahkan.
Bidan Amsi juga menjelaskan, IVA adalah salah satu cara untuk mendeteksi dini kangker rahim pada ibu-ibu atau perempuan yang berusia 30 sampai 69 tahun atau anak yang sudah aktif secara seksual. Hal ini penting agar kangker rahim (serviks) bisa dicegah secara dini.
"Usia yang menjadi sasaran pemeriksaan IVA adalah 30 sampai 69 tahun, dan juga anak usia dibawah 30 tahun yang sudah aktif secara seksual wajib melakukan pemeriksaan IVA". Jelas nya.
"Selain pemeriksaan IVA, ada juga cara lain yakni pap smear yaitu pengambilan lendir rahim kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Dari kedua cara ini, ketika hasilnya positif maka selanjutnya dilakukan pengobatan yaitu krioterapi" terang nya.
Hasil deteksi pemeriksaan IVA tahun 2025
Pemeriksaan IVA yang dilakukan tahun selama 2025 ditemukan terdapat dua orang yang terdeteksi positif, keduanya masih berada di dalam wilayah kerja puskesmas Bean. Bidan amsi mengatakan, masih kurang nya pemahaman kaum perempuan dalam mendeteksi dini kangker rahim, sehingga melalui program pemeriksaan IVA tahun ini diharapkan dapat membantu kaum perempuan agar lebih menjaga kesehatan tubuh nya.
"kehadiran kami di desa-desa untuk melakukan sosialisasi, memberikan pelayanan dan edukasi kepada sasaran IVA, membantu mereka mengenali gejala kanker serviks dan tindakan apa yang harus dilakukan". Ujar nya.
Tindakan Jika terdeteksi positif IVA
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap sasaran IVA, jika ditemukan positif maka langkah yang harus lakukan oleh tim medis adalah konseling dan rujukan. Sementara untuk alat pengobatan itu hanya ada di dua lokasi yaitu puskesmas Lewoleba dan Puskesmas Ile ape.
" Kita lakukan pengobatan Krioterapi kepada pasien yang positif IVA, dan peluang sembuh nya 99 %". Menurut bidan Amsi.
Diakhir wawancara, Bidan Amsi berpesan kepada para ibu dan kaum perempuan sasaran IVA, terkhusus para ibu di Desa Panama untuk segera memeriksa IVA ke puskesmas terdekat.
"satu pesan untuk para ibu terkhusus para ibu di UBSP Watar Letar desa Panama, ayo periksakan IVA untuk deteksi dini kangker rahim" ujar nya.
Sementara itu ketua pengurus UBSP Watar Letar Stanislaus Tawe pada kesempatan yang sama mengatakan, kegiatan pemeriksaan IVA merupakan wujud nyata transformasi sosial sejalan dengan tema perayaan 25 tahun UBSP “Membangun Solidaritas Ekonomi menuju Transformasi Sosial”
"Bagi saya, Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata UBSP dalam mewujudkan transformasi sosial dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kaum perempuan".
Tawe menambahkan, selaku ketua pengurus UBSP, ia menyadari bahwa kemajuan kehidupan sebuah keluarga tidak terlepas dari peran seorang perempuan. Ia mengibaratkan perempuan sebagai fondasi yang kuat. Oleh karenanya perhatian terhadap kesehatan perempuan harus terus dilakukan.
"Selaku ketua saya menyadari bahwa kesehatan perempuan adalah fondasi keluarga yang kuat. Pasca HUT ini kami ingin terus memberikan manfaat langsung dari apa yang sudah ditanam 25 tahun lalu. Ekonomi yang terus bertumbuh harus sebanding dengan kesehatan fisik anggota yang terus dijaga".ujar tawe.
Tawe berharap kedepannya terus ada kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi segenap anggota. Oleh karena itu perlu adanya sinergitas pengurus dalam membangun jaringan kemitraan tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga dalam bidang pertanian. Pendidikan dll.
Segenap anggota diminta untuk terus menjaga dan merawat UBSP ini agar tetap eksis dengan setia untuk terlibat belajar dan aksi. Dalam spirit Bersatu dan percayalah mari kita gandeng tangan menata hidup keluarga yang lebih baik.
Terimakasih kepada kepala puskesmas bean atas dukungan dan kerja samanya.
Sumber : Stanislaus Tawe,Editor : Redaksi