LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com — Pelatihan keterampilan tidak boleh berhenti pada sertifikat. Bagi Pemerintah Kabupaten Lembata, pendidikan vokasi harus menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi: melahirkan wirausaha baru, memperkuat usaha masyarakat, sekaligus membuka lapangan kerja.
Pesan itu disampaikan Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq saat melaunching Lembaga Inkubator Karitas Peduli dan meresmikan Kejuruan Kecantikan Balai Latihan Kerja (BLK) Karitas Peduli Lembata di Biara SSpS, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Vokasi dan Inkubasi Terpadu Berbasis Potensi Lokal Menuju UMKM Berdaya Saing” itu dirangkaikan dengan Seminar UMKM dan Bazar Binaan. Bupati juga mengukuhkan talent angkatan pertama serta menyerahkan bantuan kepada BLK Karitas Peduli Lembata.
Bupati Kanis mengatakan, tantangan terbesar pendidikan vokasi bukan hanya menciptakan orang yang terampil, tetapi memastikan keterampilan tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.
Karena itu, kehadiran lembaga inkubator dinilai penting untuk menjembatani keterampilan dengan dunia usaha. Para peserta tidak cukup hanya diajarkan kemampuan teknis, tetapi perlu mendapat ruang untuk mengembangkan ide, mengenali peluang pasar, membangun jaringan, memperkuat manajemen dan mengembangkan usaha.
“Lembaga Inkubator bukan sekadar tempat berkumpul atau tempat menjalankan usaha. Lebih dari itu, ini adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, berinovasi, berjejaring dan melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Bupati.
Ia berharap Lembaga Inkubator Karitas Peduli dapat menjadi rumah bagi para pelaku UMKM, termasuk alumni BLK, untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi lokal.
Menurut Bupati, pembangunan ekonomi daerah tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, organisasi sosial dan masyarakat.
“Pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, organisasi sosial serta seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, Bupati ingin masyarakat ditempatkan bukan semata sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai pelaku yang menciptakan nilai ekonomi dari keterampilan dan potensi yang dimiliki.
“Kita ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, semakin kuat ekosistem kewirausahaan dibangun, semakin besar peluang usaha masyarakat tumbuh dan menciptakan pekerjaan baru.
“Saya berkeyakinan, apabila kita kuat dan saling menopang, maka akan semakin banyak usaha masyarakat yang tumbuh, semakin banyak lapangan kerja yang tercipta,” tandas Bupati.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Lembata Safrudin Sira dalam sambutan yang dibacakan Ketua Komisi III DPRD Lembata Abdurrahman Muhammad, SE, menegaskan bahwa Grand Opening Lembaga Inkubator Karitas Peduli bukan sekadar seremoni pembukaan lembaga baru.
Menurut dia, lembaga tersebut memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem keterampilan, kewirausahaan, kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat Lembata.
Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara utuh. Peserta tidak hanya dikenalkan pada keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk mengenali potensi, mengembangkan ide usaha, memperkuat manajemen dan menjaga keberlanjutan usaha.
“Para tenant tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga dibangun karakter kewirausahaannya agar memiliki mental yang tangguh, disiplin, kreatif dan mampu membaca peluang,” katanya.
Program ini merupakan bentuk kerja sama Kementerian UMKM RI dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Inkubator Bisnis dan Laboratorium Enterprises dengan Dr. Sri Adriani, SE., M.Si.
Kehadiran BLK dan lembaga inkubator tersebut diharapkan memperkuat mata rantai pemberdayaan ekonomi masyarakat Lembata: dari keterampilan, menjadi produk; dari produk, menjadi usaha; dan dari usaha, menjadi sumber pendapatan serta lapangan kerja.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Lembata Abdurrahman Muhammad atau Haji Bareng, Kepala Kejaksaan Negeri Lembata Raden Arie Wijaya Kawedhar, S.H., perwakilan Polres Lembata, jajaran Forkopimda, Ketua dan Staf Ahli TP PKK Kabupaten Lembata, pimpinan dan anggota Biara SSpS Desa Pada, Kepala Desa dan BPD Desa Pada, mitra kerja BLK Karitas Peduli Lembata serta para undangan. (ProkompimPemkabLembata)