LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com — Tinju atau henadokei bukan sesuatu yang asing bagi masyarakat Atadei, Kabupaten Lembata. Di sejumlah wilayah seperti Waiwejak, Atawolo, Watuwawer dan sekitarnya, hadok telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat menyampaikan rasa syukur atas masa panen kebun.
Dari akar tradisi itulah, menjadi semangat dan inspirasi generasi muda Atadei. Tinju kini menemukan ruang baru untuk berkembang sebagai olahraga prestasi.
Wakil Ketua I DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B. N. atau Ciku Namang, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri peresmian Sasana Tinju Lembata Boxing Camp Lewoleba di Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Ciku, latar belakang tradisi hadok di Atadei ikut menjelaskan mengapa sosok seperti Willem Lojor, yang berasal dari Atadei, mampu meniti perjalanan sebagai atlet, pelatih hingga promotor tinju profesional.
Baginya, keberhasilan Willem merupakan bagian dari perjalanan panjang masyarakat Atadei yang telah akrab dengan tradisi tersebut.
Ciku mengapresiasi kehadiran Lembata Boxing Camp Lewoleba dan berharap sasana itu menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda Lembata untuk mengembangkan bakat sekaligus mengejar prestasi.
Namun, ia mengingatkan agar pembinaan tinju tidak berhenti pada kekuatan fisik. Para pelatih, katanya, perlu melatih hati dan mental para atlet karena tinju menuntut keberanian, ketahanan mental, disiplin dan sportivitas.
“Jangan sombong ketika menang dan segera bangkit ketika kalah. Galilah inspirasi dari Bapa Willem. Dia pasti sudah jatuh berkali-kali dalam hidup untuk memperjuangkan kemajuan dunia tinju di tanah air,” pesan Ciku.
Ia juga meminta pemerintah tidak berhenti pada seremoni peresmian. Menurut dia, kehadiran pemerintah harus diwujudkan dalam dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga.
Ciku bahkan mendorong agar pembahasan APBD 2027 mempertimbangkan dukungan anggaran bagi pengembangan sasana tersebut.
“Tidak perlu banyak-banyak. Lima puluh juta, seratus juta, dua ratus juta, harus ada. Itu bentuk pemerintah hadir di sini, mendukung dunia olahraga dan orang muda kita,” ujarnya.
Ketua KONI Lembata, dr. Yeremias Ronaldy Sunur atau disapa dokter Jimmy Sunur, mengatakan kehadiran Lembata Boxing Camp membuka ruang positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan bakat sekaligus menjauhkan mereka dari kenakalan remaja.
Menurutnya, olahraga tinju memiliki filosofi yang kuat karena mengajarkan keberanian dan daya juang.
“Tinju ini makna filosofisnya besar sekali. Ini salah satu olahraga yang paling keras. Karena itu, keberanian menjadi bagian penting yang harus dimiliki seorang petinju,” kata Jimmy.
Ia mengibaratkan ronde dalam pertandingan tinju sebagai gambaran kehidupan.
Seorang petinju dapat menghadapi tiga, enam hingga 12 ronde, tergantung kelas dan jenis pertandingannya. Dalam kehidupan pun seseorang akan melewati banyak 'ronde' sebelum mencapai kemenangan.
“Jatuh berkali-kali belum tentu kalah. Tidak kalah hanya karena jatuh di satu ronde,” ujarnya.
Jimmy mengakui dukungan KONI terhadap sasana tersebut belum nampak. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memberikan dukungan yang lebih konkret, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Ia juga berharap Lembata Boxing Camp Lewoleba mampu melahirkan petinju berprestasi seperti legenda tinju Indonesia.
“Harapan kami, dari sasana ini lahir Ellyas Pical, Ellyas Pical baru dari Tanah Lembata,” katanya.
Jimmy juga mendorong agar atlet-atlet tinju Lembata dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan nasional, termasuk peluang tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ia menilai pembinaan harus dilakukan sejak sekarang melalui kompetisi, latihan berkelanjutan dan pendampingan yang terukur.
Lebih jauh, Jimmy melihat tinju tidak semata sebagai olahraga. Jika dikelola secara baik, ekosistem tinju dapat bersinggungan dengan ekonomi kreatif dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar sasana.
Publik berharap, kehadiran Lembata Boxing Camp Lewoleba tidak hanya menjadi tempat menempa petinju, tetapi juga dapat menjadi titik temu antara tradisi hadok, pembinaan generasi muda, prestasi olahraga dan peluang ekonomi masyarakat Lembata. (Prokompimkablembata)