- Halal Bihalal Selandoro: Ketika Dua Pemimpin Berdiri Bersama, Ukhuwah Diteguhkan di Tengah Perubahan Zaman
- Bupati Lembata Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswa Kurang Mampu di Hadakewa
- Bupati Lembata Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Pasar Hadakewa
- Festival Muro Lembata 2026: Merawat Pesisir, Menjaga Warisan Leluhur
- Kejar Efisiensi dan PAD, Lembata Satukan Fungsi Keuangan dalam Satu Atap
- Deadline 30 April Cara Bupati Lembata Menyisir Peserta JKN Salah Sasaran
- Realisasi PAD Lembata Triwulan I 2026 Tumbuh 4,6 Persen
- Dongkrak PAD, Lembata Perkuat Basis Pajak
- Wakil Bupati Lembata Hadiri Evaluasi MBG, Pastikan Kualitas dan Keamanan Makanan Siswa
- Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan
Halal Bihalal Selandoro: Ketika Dua Pemimpin Berdiri Bersama, Ukhuwah Diteguhkan di Tengah Perubahan Zaman

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.Com — Acarah Halal Bi Halal di bawah langit Selendoro yang berlangsung di Masjid Nur Salam, malam itu bukan sekadar pertemuan melainkan hadir sebagai ruang hangat yang merajut kembali simpul-simpul kebersamaan, menyentuh hati yang mungkin sempat berjarak, lalu mempertemukannya kembali dalam suasana penuh keakraban.
Kehadiran Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dan Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, tidak sekadar sebagai pemimpin daerah. Keduanya hadir sebagai bagian dari kampung itu sendiri yang pulang, duduk bersama, dan menyatu dengan masyarakat.
Momen itu semakin bermakna dengan kehadiran unsur Forkopimda, Kakan Kemenag Lembata, Staf Ahli TP. PKK Lembata, Kadis Perikanan, Kaban BKAD, Plt. Camat Nubatukan, Sekdis Porabud, Kabag Kesra, Kabag Pembangunan, Ketua Badan Pengurus Masjid, serta para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Baca Lainnya :
- Bupati Lembata Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswa Kurang Mampu di Hadakewa0
- Bupati Lembata Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Pasar Hadakewa0
- Festival Muro Lembata 2026: Merawat Pesisir, Menjaga Warisan Leluhur0
- Kejar Efisiensi dan PAD, Lembata Satukan Fungsi Keuangan dalam Satu Atap0
- Deadline 30 April Cara Bupati Lembata Menyisir Peserta JKN Salah Sasaran0
Ketua Panitia, Mashuri D. Sina, S.Pd., secara singkat menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi pasca Ramadan sekaligus komitmen remaja masjid untuk terus menghadirkan kegiatan positif ke depan, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Hal Senada, disampaikan Ketua Badan Pengurus Masjid, Baktiar Azis, S.Pd., bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda. Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dalam pembangunan masjid yang masih terus berjalan.
Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Rahman Ladopurap, S.Pd.I., mengingatkan bahwa Halal Bi Halal adalah momentum untuk “mengurai yang kusut dan menyambung yang retak”, menegaskan kembali bahwa persaudaraan adalah fondasi utama kehidupan sosial.
Silaturahmi, menurutnya, bukan hanya memperpanjang hubungan antar manusia, tetapi juga membuka pintu keberkahan melapangkan rezeki dan memperpanjang umur.
Puncak acara terasa ketika Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dan Wakil Bupati, H. Muhamad Nasir, melangkah naik ke atas panggung secara bersamaan. Momen itu bukan sekadar simbolik. tetapi menyiratkan pesan kuat: kepemimpinan di Lembata berjalan seiring, dalam arah dan tujuan yang sama.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq membuka sambutan dengan nada personal, mengakui jarak yang sempat tercipta karena tugas, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Selandoro.
Ia kembali menempatkan dirinya bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi sebagai bagian dari kampung itu sendiri.
Bupati Kanis juga mengajak masyarakat untuk memandang perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemisah. Ia menegaskan bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.
Namun di balik itu semua, Beliau mengajak masyarakat untuk tidak kehilangan harapan, melainkan memperkuat doa dan kebersamaan.
Melanjutkan sambutan, Wakil Bupati H. Muhamad Nasir membawa pembahasan ke ranah yang lebih mendalam. Ia menafsirkan tema ukhuwah insaniyah sebagai sesuatu yang melampaui formalitas agama. Baginya, ukhuwah adalah fondasi etika, moral, dan relasi sosial yang dalam konteks modern dikenal sebagai kohesi sosial.
Wabup Nasir juga menekankan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kesadaran kolektif melalui literasi sosial dan kegiatan yang bersifat edukatif.
Menurutnya, perubahan zaman tidak bisa dihindari, tetapi harus dihadapi dengan nilai yang kuat. Di situlah ukhuwah insaniyah menjadi jangkar, agar masyarakat tidak kehilangan arah di tengah arus perubahan.
Malam itu, Halal Bi Halal tidak berakhir sebagai seremoni. Namun menjelma menjadi ruang refleksi bersama, di mana generasi muda, pengurus masjid, tokoh agama, hingga pemimpin daerah berdiri dalam satu garis yang sama.
Di tengah segala dinamika dan keterbatasan, satu hal kembali ditegaskan: bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya terletak pada pembangunan, tetapi pada persaudaraan yang terus dirawat.
Dari Selandoro, pesan itu mengalir pelan namun pasti bahwa di tengah perubahan zaman, ukhuwah insaniyah bukan sekadar tema, tetapi kebutuhan.(ProkompimPemKabLembata)















