Guna memastikan program Satu Juta Satu Pekarangan sektor perikanan berjalan sesuai target, Dinas Perikanan Kabupaten Banggai meninjau langsung perkembangan ikan lele yang dibudidayakan oleh warga penerima bantuan. Peninjauan dilakukan di sejumlah desa yang terletak di Kecamatan Kintom dan Toili, Kamis (2/2).
Pada kesempatan itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan Banggai Rusdi Rahmat bersama staf dan penyuluh perikanan setempat mengecek kondisi kolam dan ikan, serta memberikan penyuluhan terkait perawatannya.
Saat ditemui di lokasi peninjauan yang terletak di Desa Dimpalon, Kecamatan Kintom, Rusdi mengatakan, pihaknya telah menyerahkan rerata 1.250 benih lele (untuk 1 orang) kepada 80 warga penerima bantuan yang tersebar di 14 kecamatan pada akhir Desember 2022 hingga awal tahun 2023. Tak hanya itu, sarana berupa kolam penampung, pompa air, pakan dan probiotik, juga termasuk dalam paket bantuan tersebut.
“Penerima dari Satu Juta Satu Pekarangan (sektor perikanan) ini adalah warga yang terdata dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial. Dan untuk tahun ini, ada sebanyak 80 orang yang menerima bantuan Satu Juta Satu pekarangan,” ujar Rusdi.
Dari 1.250 benih yang disebar, Rusdi mengestimasi, tingkat kelangsungan hidup (survival rate) benih lele bisa menyentuh angka 75 persen. Dengan begitu, setiap pembudi daya dapat memanen sebanyak 900-an ekor lele dalam jangka 3 bulan pemeliharaan.
“Kalau kita asumsikan 6-7 ekor per kilogram, ini berarti dalam jumlah populasi yang ada tersebut, maka hasil yang diperoleh dari budi daya ini kurang lebih 150-an kg. Dengan asumsi harga per kg, misalkan Rp 30 ribu, maka bisa didapat sekitar Rp 4,5 juta per orang,” ujarnya.
Terkait pemasaran hasil budi daya lele, di samping untuk memenuhi kebutuhan di Banggai, kata Rusdi, sudah ada permintaan dari luar daerah seperti Kabupaten Morowali.
Oleh karena itu Rusdi berharap, selain memenuhi kebutuhan gizi yang berdampak pada penurunan angka stunting di Banggai, program tersebut juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat penerima bantuan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Banggai, Aonurofiq menjelaskan, selain Satu Juta Satu Pekarangan, bantuan benih ikan lele juga diberikan kepada pembudi daya yang terkena dampak inflasi.
“Kalau untuk penanganan dampak inflasi, targetnya ke pembudi daya yang usahanya terdampak inflasi, dari awal mereka memang pembudi daya. Untuk Satu Juta Satu Pekarangan, fokusnya ke masyarakat miskin, makanya penerimanya adalah pembudi daya pemula,” ujar Aonurofiq.
Selain di Kecamatan Kintom, tim dari Dinas Perikanan Banggai juga meninjau perkembangan budi daya lele di Desa Tohiti Sari dan Desa Sindang Sari, Kecamatan Toili.
Saat ini program ungggulan Satu Juta Satu Pekarangan sektor perikanan berupa bantuan benih lele telah menjangkau masyarakat di Kecamatan Toili, Kintom, Lamala, Luwuk Timur, Toili Barat, Moilong, Simpang Raya, Nuhon, Masama, Luwuk Utara, Bualemo, Balantak, dan Kecamatan Bunta.
Berita Terkait
Pemda Lembata Keluarkan Himbauan Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Memaknai Kampung Honbola ‘Si Daun Lebar’
Sedimentasi dan Sampah Perparah Banjir Lewoleba, Penanganan Jangka Panjang Mendesak
Bersama Kejari, Pemkab Banggai Kembali Gelar "Pasar Murah"
Diduga Putus Asa, Perempuan Tua di Desa Talima Bunuh Diri di Kebun
Musrenbang RKPD 2027 Lembata, Bupati Tekankan Prioritas Anggaran Berbasis Data dan Kebutuhan Riil
4 ASN Lembata Dipecat, 7 Lainnya Diperiksa: Bupati Kanisius Tuaq Tegaskan Nol Toleransi Pelanggaran Disiplin
Lembata Siap Gelar Fishing Tournament Piala Bupati 2026
Bupati Buka Muswil Muhammadiyah Dan Aisyiyah se - Sulteng ke - 13 tahun 2023
Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal