KKO FC Desak PSSI Askab Lembata Tetapkan Hasil Laga Kontra Hidup FC, Minta Menang WO 3-0

photo author
- Rabu, 21 Oktober 2026 | 01:14 WITA
KKO FC Desak PSSI Askab Lembata Tetapkan Hasil Laga Kontra Hidup FC, Minta Menang WO 3-0
Foto pertemuan antara pengurus Askab bersama management KKO FC bertempat di sekretariat Askab Lembata

LEMBATA, MDTV-NEWS.com – Manajemen KKO Football Club (KKO FC) Kalikur WL, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, mendesak Komisi Disiplin PSSI Askab Lembata segera mengeluarkan keputusan resmi terkait insiden yang terjadi dalam pertandingan melawan Hidup FC pada ajang Liga 2 Persebeta, Rabu (14/10/2026).

Desakan tersebut disampaikan melalui surat pernyataan sikap bernomor 11/KKO FC/KWL/X/2026 tertanggal Senin, 19 Oktober 2026, yang ditujukan kepada Ketua PSSI Askab Lembata di Lewoleba.

Dalam surat itu, manajemen KKO FC meminta agar timnya dinyatakan menang walkover (WO) dengan skor 3-0 atas Hidup FC. KKO FC juga mendesak pemberian sanksi tegas kepada perangkat pertandingan serta meminta agar babak delapan besar Liga 2 Persebeta tidak dilanjutkan sebelum persoalan tersebut diselesaikan.

Kronologi Insiden di Stadion Dadu Beliung

Insiden yang menjadi persoalan terjadi saat pertandingan Hidup FC melawan KKO FC di Stadion Dadu Beliung, Kolipadan, pada Rabu (14/10/2026), dengan waktu kick-off pukul 15.30 WITA.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan manajemen KKO FC, persoalan bermula ketika wasit meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran. Namun, saat itu lokasi titik kontak pelanggaran belum dipastikan apakah berada di dalam atau di luar kotak penalti.

Wasit kemudian memeriksa bekas tekel atau sliding di lapangan. Pada saat bersamaan, sejumlah pemain dari kedua tim mendatangi asisten wasit kedua (AW2) untuk mempertanyakan keputusan tersebut.

Menurut surat KKO FC, AW2 awalnya menyatakan bahwa pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti sehingga berujung pada protes dari kapten Hidup FC.

Setelah kembali berkomunikasi dengan wasit, AW2 kemudian menjelaskan bahwa titik kontak pelanggaran sebenarnya terjadi di luar kotak penalti, meskipun pemain yang dilanggar terjatuh di dalam kotak penalti.

Berdasarkan klarifikasi tersebut, pelanggaran dinyatakan terjadi di luar kotak penalti. Wasit pun hendak melanjutkan pertandingan dengan memberikan tendangan bebas.

KKO FC Sebut Inspektur Pertandingan Turut Berkoordinasi

Manajemen KKO FC menjelaskan, ketika keputusan tendangan bebas akan dilaksanakan, para pemain KKO FC mempertanyakan keputusan wasit yang dinilai tidak konsisten.

Situasi tersebut kemudian membuat Inspektur Pertandingan (IP) memanggil wasit utama untuk berkoordinasi. Setelah berkomunikasi dengan IP, wasit kembali ke lapangan dan memanggil kedua kapten serta dua pemain senior dari masing-masing tim.

Dalam pertemuan tersebut, menurut surat pernyataan sikap KKO FC, wasit menyampaikan, “Perkataan wasit: kita sportif saja jadi keputusannya penalti.”

Setelah keputusan penalti disampaikan, para pemain KKO FC bersiap untuk melaksanakan tendangan tersebut. Namun, pada saat yang sama, pemain Hidup FC melakukan aksi protes dan meninggalkan lapangan pertandingan. Akibat situasi tersebut, pertandingan akhirnya dihentikan.

KKO FC Minta Kemenangan WO 3-0

Atas kejadian itu, manajemen KKO FC menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PSSI Askab Lembata.

Pertama, KKO FC mendesak Komisi Disiplin PSSI Askab Lembata menegakkan aturan yang berlaku dan menetapkan KKO FC sebagai pemenang WO dengan skor 3-0 atas Hidup FC.

Dalam suratnya, KKO FC merujuk pada hasil Match Commissioner Meeting (MCM), Pasal 8 Ayat 8, serta Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, khususnya Pasal 28 Ayat 1 dan 2 serta Pasal 58, yang menurut manajemen berkaitan dengan sikap tidak sportif dan penolakan untuk bertanding.

Kedua, manajemen KKO FC meminta PSSI Askab Lembata menjatuhkan sanksi tegas kepada perangkat pertandingan sesuai regulasi dan ketentuan disiplin yang berlaku.

Ketiga, KKO FC meminta agar PSSI Askab Lembata tidak melanjutkan pertandingan babak delapan besar Liga 2 Persebeta sebelum persoalan antara KKO FC dan Hidup FC diselesaikan.

Minta Keputusan Tertulis dalam 1 x 24 Jam

Manajemen KKO FC juga menyatakan hingga surat tersebut diterbitkan, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai tindak lanjut penyelesaian masalah dari Komisi Disiplin PSSI Askab Lembata.

Karena itu, KKO FC meminta agar PSSI Askab Lembata segera memberikan keputusan resmi secara tertulis dalam waktu 1 x 24 jam.

Manajemen berharap persoalan tersebut dapat ditangani secara adil, objektif, dan profesional demi menjaga marwah serta integritas sepak bola di Kabupaten Lembata.

Hingga surat pernyataan sikap itu diterbitkan pada 19 Oktober 2026, keputusan resmi dari PSSI Askab Lembata sebagaimana dimaksud dalam surat tersebut belum diterima oleh manajemen KKO FC.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

info Silakan tulis komentar dengan bahasa yang santun. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin.
X