Menelusuri Sejarah UBSP Watar Letar:Dari Krisis Moneter hingga Menjadi Lembaga Pemberdayaan Umat
Pengurus sepakat untuk menerima ide pembentukan UBSP dan dimasukan dalam program kerja KBG dan disahkan tanggal 10 Januari 2001 yang selanjutnya ditetapkan sebagai tanggal berdirinya UB yang diberi nama UBSP Watar Letar.

By MDTV News 25 Jun 2026, 10:41:29 WIB,   Dibaca: 18 Kali Daerah
Menelusuri Sejarah UBSP Watar Letar:Dari Krisis Moneter hingga Menjadi Lembaga Pemberdayaan Umat

PANAMA -  Pada Tahun 1995, Keuskupan Larantuka melalui Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi/PSE melahirkan program Pengembangan Keuangan Mikro untuk membantu umat keuskupan. Pada Tahun 1997 Indonesia dilanda krisis moneter atau krisis keuangan. Kondisi ini membuat banyak Perusahaan besar guling tikar, para pekerja diberhentikan, harga komoditi masyarakat turun sementara itu harga barang di pasar terus meningkat. 

Masyarakat sulit mendapatkan uang. Keprihatinan ini mendorong gereja keuskupan Larantuka untuk semakin memantapkan program pengembangan ekonomi melalui kegiatan sosialisasi pembentukan usaha bersama di paroki-paroki. 

Pada Tahun 1999, terjadi kegiatan sosialisasi pembentukan usaha bersama simpan pinjam yang selanjutnya disebut UBSP di paroki MPA Aliuroba dan Paroki Salib Suci Hoeleaq. Hasilnya di Paroki MPA Aliuroba pada tahun 1999 mulai lahir beberapa UBSP seperti UBSP Hading Robiq Panama, UBSP Sobat Atulaleng, dan UBSP Senyum Molelema. Seiring perjalanan waktu, semakin menjamur UBSP di berbagai paroki dan stasi termasuk UBSP Sedap Malam pada awal tahun 2000. 

Baca Lainnya :

Untuk diketahui bahwa, di KBG Thomas Garnet saat itu sudah memiliki kegiatan pengembangan social ekonomi umat dalam bentuk kegiatan gali dana dalam semangat gotong royong yang melibatkan semua keluarga. Hampir puluhan tahun kegiatan gali dana ini dilakukan. Uang hasil usaha disimpan di Bank, tidak dipinjamkan kepada umat. Umat tetap mengalami kesulitan untuk mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.     

Penggagas UBSP Sedap Malam

Belajar dari pengalaman baik pada dua UBSP di Panama kala itu,  maka muncullah gagasan atau ide dari seorang anak muda untuk mengurai masalah ekonomi umat KBG diatas dengan menggagas pembentukan Usaha Bersama Simpan Pinjam di KBG. Nama anak muda itu adalah Stanislaus Tawe yang sebelumnya telah menggagas pembentukan UBSP Sedap Malam bagi mudika stasi Imaculata Panama.

Terbentuknya UBSP Watar Letar 

Pada hari minggu malam, tanggal 10 Desember tahun 2000 , bertempat di Ebang ketua Basis, Bapak Stepanus Suku terjadi pertemuan para pengurus KBG dan sejumlah tokoh yang diundang. Mereka adalah Stepanus Suku, Stanislaus Tawe, Frederikus Ledo, Hendrikus Uri, Yohanes Ohaq, Martin Suya, Petrus Abe, Laurensius Laba, Fabianus Leu, Kontantinus Laka, Antonius Solan,  dan beberapa pengurus basis  lainnya. 

Rapat ini bermaksud untuk mendengarkan penyampaian gagasan serta mendengar tanggapan pengurus Basis tentang pembentukan UBSP di KBG Thomas Garnet. Hasil akhir dari rapat malam itu adalah Badan Pengurus sepakat untuk menerima ide pembentukan UBSP dan dimasukan dalam program kerja KBG dan disahkan tanggal 10 Januari 2001 yang selanjutnya ditetapkan sebagai tanggal berdirinya UB yang diberi  nama UBSP Watar Letar. 

Filosofi Pemberian Nama Watar Letar

Mengapa harus Watar Letar ? Filosofi pemberian nama Watar Letar, tidak sekedar nama. Nama adalah tanda yang kaya makna dan nilai ( Nomen East Omen ). Watar atau jagung adalah makanan pokok yang menjadi kebutuhan hidup bersama mengandung bahwa UBSP adalah kebutuhan bersama dalam bidang ekonomi. Letar adalah susunan beberapa benda dengan posisi sejajar dan lurus  atau memiliki keteraturan. Ini menggambar bahwa UBSP adalah kumpulan orang yang memiliki keteraturan dalam hidup utuk tujuan yang sama yakni mencapai kesejahteraan hidup. Dengan demikian nama Watar Letar bukan saja menunjukkan tempat domisili, melainkan sebagai filosofi nilai budaya lokal yang dapat membawa UBSP mencapai tujuan bersama yakni mencapai kemandirian finansial atau kesejahteraan hidup. 

Mensosialisasikan UBSP kepada seluruh anggota 

Untuk mendapatkan pengetahuan dan motivasi tentang pengelolaan Usaha bersama ini maka, pada tanggal 17 Februari 2001, dilakukan sosialisasi UBSP bagi seluruh anggota oleh Bapak Laurensius Ledo Lelangwayan yang kala itu sebagai Ketua UBSP Hading Robiq bertempat di rumah Bapak Yohanes Leu. Selanjutnya pada bulan Juni 2001, terlaksana pendidikan dasar manajemen UBSP secara paroki oleh Yayasan Sallom Larantuka di Atulaleng. Hadir pada saat itu Ketua dan Bendahara, Bp. Stephanus Suku Lokang dan Stanislaus Tawe bersama pengurus UBSP lainnya separoki MPA Aliuroba selama tiga hari. 

Sejarah mencatat bahwa, Jumlah anggota perdana sebanyak 28 orang sesuai jumlah keluarga KBG yang wajib sebagai anggota saat itu. Badan pengurus perdana adalah: Ketua: Stephanus Suku, Sekretaris: Antonius Dore dan Yohanes Ohaq, Bendahara :Stanis Tawe dan Hendrikus Uri, Panitia-panitia : Dominika Dei, Martin Suya, Antonius, Antonius Solan Dan badan Pengawas : Frederikus Ledo, Fabianus Leu, Kontantinus Laka

Seiring perjalanan waktu, UBSP terus melakukan pembenahan dan mencari jati diri. Puncaknya dalam Rapat Anggota Tahunan/RAT ke-15 Tahun Buku 2015, UBSP Watar Letar melakukan amandemen atau perubahan rencana strategis kelembagaan, dari sekedar Lembaga Keuangan, menjadi Lembaga Pemberdayaan dengan tiga ciri utama yaitu : Terlibat, Belajar dan Aksi.

Selain itu ditetapkannya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang sebelumnya hanya dikenal sebagai Peraturan Dasar, Pola kebijakan yang sekarang disebut Manual Operasional, serta peralihan pencatatan data keuangan secara manual menjadi berbasis digital menggunakan komputerisasi.

Visi dan Misi UBSP Watar Letar 

Adapun Visi, yang ditetapkan yakni : Menjadi Lembaga Pemberdayaan yang Unggul dan Kokoh untuk membangun Paguyuban Gereja Umat Allah di KBG Thomas Garnet. Misi adalah: Meningkatkan Kualitas Hidup Anggota Melalui Pendidikan dan Penyadaran Berkelanjutan serta Pelayanan Keuangan yang Bermutu.Motto : Bersatu dan Percayalah! Visi, misi, dan motto di atas masih berlaku hingga saat ini.

Melalui  Panca Program UB Watar Letar yaitu : Pendidikan, Simpanan, Pinjaman, Solidaritas, dan Sarana Prasarana, UBSP  Watar Letar terus melakukan transformasi untuk mewujudkan misi sejati meningkatkan kualitas hidup anggota baik secara fisik/finansial, sikap moral maupun social kemasyarakatan.

Sumber: Stanislaus Tawe.

Salah satu pendiri UBSP Watar Letar 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan - Iklan SidebarKanan ucapanKanan Ucapan HPN David VigisKanan ucapan HPN ketua PKNKanan HPN KesbangKanan HPN Bapenda

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.