Pemerintah Kabupaten Lembata Mantapkan Arah Pembangunan: Prioritaskan Ekonomi Rakyat dalam Lima Tahun ke Depan

photo author
- Jumat, 05 Desember 2025 | 15:42 WITA
Pemerintah Kabupaten Lembata Mantapkan Arah Pembangunan: Prioritaskan Ekonomi Rakyat dalam Lima Tahun ke Depan

MDTV-NEWS.com, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata di bawah kepemimpinan Bupati P. Kanisius Tuaq, S.P., bersama Wakil Bupati Muhamad Nasir, S.Sos., menegaskan komitmen kuat dalam menjalankan visi pembangunan untuk lima tahun mendatang: “Mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing.” Visi tersebut diterjemahkan ke dalam enam misi strategis guna mempercepat transformasi daerah ke arah yang lebih baik.

Misi pembangunan tersebut mencakup peningkatan ketahanan ekonomi berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan, penguatan keamanan dan ketertiban, pemerataan infrastruktur, pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan hidup dan sosial budaya, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan inovatif.

Enam misi ini diperdalam lagi dalam sembilan prioritas pembangunan berakronim Lembata Mandiri, Cerdas, Sehat, Sejahtera, Smart, Tertata, Subur, Unik, dan Prima sebagai peta jalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

6) Menyalurkan bantuan bibit jagung hibrida kepada kelompok tani.

7) Menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penegerian SDK Mulandoro menjadi SDN Alap Atadei.

8) Memberikan Bantuan Rumah Ibadah untuk Gereja St. Stefanus Martir Posiwatu, Gereja St. Yosep Waikilok, Gereja St. Petrus Kanisius Peu Uma, Masjid Al-Ijtihad Kahatawa Desa Alap Atadei, Gereja St. Wilhelmus Lusikawak, Masjid Ussisa Alataqwa Waikoro, Gereja Kristus Raja Wangatoa, Gereja St. Bernadus Ataili dan Gereja St. Fransiskus Xaverius Waipei.

9) Mencanangkan Lembata Bebas Rabies Tahun 2030..

10) Mengeluarkan Edaran-edaran, seperti Edaran Pembatasan Waktu Penyelenggaraan Kegiatan Tertentu, Edaran Peningkatan Upaya Pencegahan Gangguan Keamanan, Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, dan Edaran Gerakan Menanti Hujan.

11) Memperkuat kemandirian fiskal dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

12) Launching Pembelian “Jagung Titi Baleo”, kerja sama Bank NTT dengan PKK Kabupaten Lembata, sebanyak : 2.000 bungkus dengan harga per bungkus Rp. 12.000, yang akan dipasarkan ke luar Lembata. Bahan baku Jagung Titi Baleo dibeli dari masyarakat dengan harga Rp. 50.000/kg.

13) Melakukan pemberdayaan UMKM Tenun Ikat, dengan mengirim penenun yang berasal dari Desa Kalikur, Desa Lamalera B, Desa Lusiduawutun dan Kelurahan Selandoro, untuk mengikuti magang di Komunitas Tenun Ikat Lepo Lorun Kabupaten Sikka.

14) Dalam waktu dekat ini juga, kita akan melakukan Sayembara Motif Lembata sebagai branding Kabupaten Lembata.

Program Kegiatan yang Akan Dilaksanakan Pemerintah Daerah di Tahun 2026

Pemerintah Daerah menargetkan percepatan melalui sejumlah program utama melalui Klaster-klaster Unggulan yakni: 

1. Jagung Industri (100 Ha gabungan sentra & penyangga), dengan Lokus pada desa Atanila, Desa Wowong, Desa Mahal I dan Desa Mahal sebagai Sentra Produksi sebanyak (75 Ha). Sedangkan Desa Labalimut, Desa Puor, Desa Banitobo, Kel. Lewoleba Barat, Desa Riang Dua dan beberapa lokasi yang mempunyai sumber air dengan sumur bor sebagai Penyangga (25 Ha). 

2. Perbenihan Jagung Komposit, Pulut, dan Kacang (15 Ha), dengan  lokus pada desa Bean sebagai Sentra Produksi sebanyak (9 hektar jagung komposit, 1 hektar jagung pulut dan 5 hektar kacang-kacangan). 

3. Jagung Pulut (10 Ha), dengan Lokus Desa Baopana, Desa Tanatereket dan Desa Hadakewa sebagai Sentra Produksi (10 Ha), dan Desa-desa produksi jagung titi Sebagai Penyangga.

4. Kacang-kacangan di hamparan Tanjung Ile Ape. 

5. Pengembangan ternak besar (Tanjung Baja – 100 ekor), dengan Lokus pada desa Dikesare dan desa Wailolong.

6. Garam (10 Ha), 

7. Pemasaran Ruminansia (7.000 ekor).

8. Pengembangan umbi–sayur.

9. Pengelolaan Jagung yang berfokus pada Pangan Lokal dan Pakan Ternak. 

Target Kemandirian Daging Ayam di 2026

Karena Itu, untuk mencapai kemandirian daging ayam beku di tahun 2026, diharapkan peternak di Kabupaten Lembata memelihara sebanyak 30.000 doc ayam broiler. Potensi ini akan semakin meningkat jika 27 Dapur MBG yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Lembata yang dapat beroperasi terjadinya peningkatan kebutuhan ayam di Lembata.

Selama ini masyarakat Lembata sangat bergantung pada pasokan ayam beku dari luar daerah, seperti Kupang dan Kabupaten Sikka. Akibatnya, uang dalam jumlah besar terus keluar dari Lembata setiap tahun tanpa memberikan efek ekonomi lokal yang signifikan.

Setiap tahun, kurang lebih Rp. 40 miliar uang keluar dari Lembata hanya untuk pembelian ayam beku. Dengan pengembangan ayam beku lokal oleh pelaku usaha di Lembata, tdiak menutup kemungkinan menjadi strategi memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor peternakan yang menyentuh masyarakat kecil secara langsung.

Capaian Kabupaten Lembata di Tahun 2024

Walau menghadapi berbagai tantangan, Lembata mencatat beberapa kemajuan penting:

• Pertumbuhan Ekonomi meningkat dari 2,46% (2023) menjadi 3,34% (2024).

• PDRB per Kapita naik menjadi Rp 15,73 juta (2024).

• Angka Kemiskinan turun dari 24,78% menjadi 24,22%.

• Jumlah Penduduk Miskin turun menjadi 37.720 jiwa.

• Kemiskinan Ekstrem menurun signifikan dari 2,70% menjadi 1,49%.

• Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 68,95, di atas rata-rata NTT.

• Stunting turun drastis menjadi 7,90% – peringkat 2 terbaik se-NTT.

• Pengangguran Terbuka turun menjadi 2,18%.

• TPAK meningkat menjadi 83,53%, peringkat 3 terbaik se-NTT. (Advertorial Kominfo Lembata)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

info Silakan tulis komentar dengan bahasa yang santun. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin.
X