- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Bentuk Dukungan untuk Persebata,Forum Peduli Persebata Galang Dana Capai Rp 17,9 Juta untuk Kebutuhan Mendesak Tim

LEMBATA,MDTV-NEWS.COM – Ketua Forum Peduli Persebata (FPP), Elias Making, mengungkap, hingga hari ini, Senin,(29/12/2025), dana donasi yang masuk ke rekening Forum Peduli Persebata telah mencapai Rp17.925.000.

Dana tersebut dikumpulkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi Tim Persebata Lembata yang saat ini tengah berlaga namun masih dilanda keterbatasan operasional.
Baca Lainnya :
- Di tengah segala kekurangan, Persebata mampu bertahan di posisi ketiga klasemen sementara Liga III Nusantara0
- Gerakan Ibu Mandiri, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Kolaborasi Unwira Kupang Dan Pemerintah Kelurahan Pohon Bao0
- 264 Ribu Anakan Tanaman Bantuan Aspirasi Ahmad Yohan Untuk Delapan Kelompok Tani Di Lembata0
- Wakil Bupati Lembata Sambut Kedatangan Dandim 1624 Wilayah Flotim–Lembata di Lewoleba0
- Pemkab Lembata Perkuat Stabilisasi Harga dan Pengendalian Inflasi Daerah Kepulauan Saat Cuaca Extrim0
Elias menjelaskan, dari total dana yang terkumpul, Rp 2 juta telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak tim.
Kebutuhan tersebut mencakup pengisian pulsa listrik di empat lokasi penginapan pemain di Surabaya yang sempat padam sehingga air tidak mengalir, serta bantuan biaya transportasi tim untuk turun bertanding.
“Dana yang sudah kami keluarkan Rp2 juta, sehingga sisa saldo saat ini Rp15.925.000,” jelas Elias.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kepastian dari PT Persebata Taan Tou terkait pembiayaan operasional tim Persebata, termasuk gaji pemain, pelatih, dan kebutuhan lainnya.
Selain itu, ketegasan dukungan dari Pemerintah Daerah juga belum diperoleh secara resmi. Oleh karena itu, rekening donasi masih tetap dibuka.
“Selama belum ada kepastian, kami tidak bisa membiarkan tim berjuang sendiri. Donasi tetap kami buka dan kami mengajak siapa saja yang mencintai Lembata untuk ikut berpartisipasi. Sekecil apa pun bantuan sangat berarti bagi tim,” ujarnya.
Selain membuka donasi, Forum Peduli Persebata juga terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah melalui Bupati dan Wakil Bupati Lembata, serta Kepala Dinas Disporabud.
Elias menyebutkan, Bupati Lembata menjanjikan penggalangan dana dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema Rp100 ribu per ASN, yang jika dikalikan sekitar 5.000 ASN berpotensi menghimpun dana hingga Rp500 juta.
ASN juga dihimbau untuk membeli jersey Persebata seharga Rp175 ribu sebagai bentuk dukungan nyata. Sementara itu, donasi dari desa dan kelurahan akan dikoordinir oleh Dinas PMD, dan partisipasi sekolah-sekolah akan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan.
Forum Peduli Persebata menegaskan akan terus hadir selama belum ada kepastian pembiayaan dari PT Persebata Taan Tou. Bahkan, forum juga menggandeng musisi-musisi Lembata untuk menggelar aksi penggalangan dana melalui kegiatan ngamen.
“Kami memahami kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja. Karena itu kami juga berharap dukungan dari seluruh masyarakat NTT, sebab Persebata berlaga membawa nama NTT,” tambah Elias.
Terkait penggunaan satu rekening donasi, Elias menjelaskan, forum dibentuk pada 26 Desember malam, sehari sebelum Persebata bertanding pada 27 Desember. Setelah terbentuk, forum langsung membagikan nomor rekening Ketua Askab, Komisaris PT Persebata, dan Bendahara Forum Peduli Persebata, Agustinus D. Making (Gucek).
“Kami ingin donasi masuk melalui satu pintu agar bisa dipertanggungjawabkan. Rekening ini digunakan khusus untuk mengatasi kebutuhan mendadak tim. Semua donasi akan kami catat dan umumkan secara berkala melalui media sosial dan media online,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Elias menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah membantu perjuangan Persebata.
“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan. Ini menjadi pembakar semangat bagi pemain Persebata. Kita berdoa agar mereka terus eksis dan berprestasi di kancah Liga Nusantara,” pungkasnya. (Adab/mdtv)
















