- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Evaluasi dan Syukuran KUB Khalo Mbale, Dorong Penguatan Ekonomi Nelayan

MAUMERE, MDTV-NEWS.COM — Kelompok Usaha Bersama (KUB) Khalo Mbale menggelar kegiatan evaluasi program dan syukuran sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelompok serta merumuskan arah pengembangan usaha ke depan. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas capaian, kendala, dan harapan kelompok nelayan binaan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Universitas Nusa Nipa.
Dalam pemaparan evaluasi, sejumlah program yang telah terealisasi disampaikan, antara lain pelaksanaan rapat rutin bulanan, penerapan iuran kelompok Super Seribu, pembangunan tambak beton kolam lele, serta penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai dasar pengelolaan organisasi.
Sementara itu, beberapa program yang belum terealisasi meliputi pengembangan usaha budidaya lele, pengembangan kelompok pengolahan hasil tangkapan nelayan, serta pengembangan unit usaha berbasis UMKM. Kendala utama yang dihadapi kelompok adalah keterbatasan anggaran serta masih terbatasnya akses terhadap bantuan dan pendampingan.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Lembata dan Investor Bahas Pengembangan Industri Garam dan Perikanan, Bupati Tegaskan Peran Kolaborasi yang Kuat0
- Pemerintah Kabupaten Lembata Tegaskan Kelangkaan BBM Bersifat Insidentil, Persediaan Akan Kembali Normal0
- Kasus repacking Beras, Penyidik Polres Lembata Sita 4.5 Ton Beras Dari E.S.J Pemilik Toko Helin di Desa Balauring Kecamatan Omesuri0
- Di Tengah Maraknya Kekerasan terhadap perempuan dan anak, Fatayat NU kabupaten Lembata Tunjuk Advokat Perempuan Pimpin LKP3A0
- Bupati Lembata Tinjau Langsung MIS Jihadul Akbar Tamalhaur, Tegaskan Pemerintah Tidak Tutup Mata0
Meski demikian, KUB Khalo Mbale menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, kelompok telah memiliki kas sebesar Rp14.000.000, yang menjadi modal awal penting dalam menopang keberlanjutan kegiatan kelompok.
Ketua Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Nusa Nipa, Christofel O. N. Pale, S.Pi., M.Si, menegaskan bahwa universitas melalui Program Studi MSP memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung keberadaan dan perkembangan kelompok binaan.
“Universitas Nusa Nipa melalui Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan berkomitmen untuk tetap mendukung kegiatan KUB Khalo Mbale melalui program pengabdian kepada masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk pendampingan, penyuluhan, pelatihan, serta berbagai kegiatan penguatan kapasitas lainnya agar kelompok dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KUB Khalo Mbale, Konterius Tison Tare, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Nusa Nipa melalui Program Studi MSP atas pendampingan yang telah diberikan selama ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Nusa Nipa melalui Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Melalui kelompok dampingan ini, para nelayan memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran berharga. Harapan kami, kelompok Khalo Mbale dapat terus berkembang, dan Program Studi MSP terus maju sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ke depan, kelompok berharap pada tahun 2026 KUB Khalo Mbale dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang lebih luas, baik dari pihak swasta maupun pemerintah, guna memperkuat akses permodalan, pengembangan usaha, serta peningkatan kesejahteraan nelayan rumah tangga.
Melalui kegiatan evaluasi dan syukuran ini, KUB Khalo Mbale menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat sebagai fondasi dalam membangun ekonomi pesisir yang tangguh dan berkelanjutan.**















