- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Bupati Lembata Tinjau Langsung MIS Jihadul Akbar Tamalhaur, Tegaskan Pemerintah Tidak Tutup Mata

LEMBATA, MDTV-NEWS.COM— Menjawab polemik yang berkembang di media sosial terkait kondisi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Jihadul Akbar Tamalhaur, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P., turun langsung meninjau sekolah tersebut di Dusun Awu'redung, Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kunjungan ini dilakukan usai Bupati bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyelesaikan survei lokasi pengembangan lahan garam. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju MIS Jihadul Akbar Tamalhaur untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah yang belakangan menjadi perhatian publik.
MIS Jihadul Akbar Tamalhaur merupakan sekolah dasar Islam yang berdiri sejak tahun 2012 di bawah naungan Kementerian Agama. Saat ini sekolah tersebut hanya memiliki tiga ruang kelas dan satu gedung kantor, dengan jumlah peserta didik sebanyak 47 siswa. Kondisi bangunan dan fasilitas pendidikan dinilai sangat memprihatinkan dan belum memadai untuk mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
Baca Lainnya :
- Lembata Bidik Posisi Sentra Garam Nasional, Investasi 5.000 Hektare Siap Produksi 500 Ton per Hari0
- KM Lawit Sandar Perdana di Lewoleba, Akses Maritim Kian Terbuka, Bupati Kanis: Lembata Jadi Destinasi Wisata0
- Polres Lembata Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dan Mengamankan Puluhan Barang Bukti0
- Di Balik Laptop Uzur dan Meja Salon Speaker: Semangat Jurnalis Lembata Menyongsong HPN 20260
- PT. Tirta Teknosys Jajaki Pembangunan Pabrik AMDK di Kabupaten Lembata, Lima Lokasi Di Survei0
Ketua Komite MIS Jihadul Akbar Tamalhaur dalam kesempatan tersebut menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini dirasakan pihak sekolah dan para orang tua murid. Selain keterbatasan ruang kelas, jarak tempuh menuju sekolah menjadi kendala utama. Sebagian siswa harus menempuh jarak hingga 4 kilometer, bahkan membutuhkan kendaraan roda tiga untuk antar-jemput anak-anak yang rumahnya berada cukup jauh dari lokasi sekolah.
“Kami juga sangat membutuhkan fasilitas pendukung seperti wireless speaker untuk pembinaan apel pagi, satu unit laptop dan printer untuk kebutuhan administrasi dan pelaksanaan ujian. Harapan kami sederhana, agar 47 anak ini bisa terus melanjutkan pendidikan dengan layak,” ungkap Ketua Komite.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Bupati Lembata menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi MIS Jihadul Akbar Tamalhaur. Ia memastikan seluruh aspirasi dan kebutuhan yang disampaikan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.
“Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama sebagai instansi pembina madrasah. Pemerintah daerah hadir dan mendengar langsung. Semua keluhan ini akan menjadi catatan serius untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan yang ada,” tegas Bupati.
Terkait akses infrastruktur, khususnya kondisi jalan menuju sekolah, Bupati menyampaikan bahwa hal tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah. “Infrastruktur jalan akan kami catat dan pertimbangkan dalam perencanaan ke depan. Tidak semuanya bisa langsung selesai, tetapi akan kami upayakan secara bertahap,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pada kesempatan tersebut Bupati Lembata menyerahkan bantuan sebanyak 100 eksemplar buku bacaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lembata untuk menambah koleksi literasi siswa di MIS Jihadul Akbar Tamalhaur.
Bupati juga memberikan motivasi kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa agar tetap semangat menghadapi keterbatasan. “Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, kita harus melalui tantangan. Pemerintah hadir untuk berjalan bersama, bukan membiarkan,” tuturnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat meluruskan berbagai informasi yang berkembang di media sosial, sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperhatikan dunia pendidikan, termasuk sekolah-sekolah swasta dan madrasah yang berada di wilayah terpencil. (ProkompimPemKabLembata)
















