- Andika Terpilih Jadi Ketua PP IPMALUTIM, Usung Arah Baru Organisasi
- Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan
- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
Polres Lembata Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dan Mengamankan Puluhan Barang Bukti
Berdasarkan data resmi kepolisian, tercatat sebanyak 10 laporan polisi dengan 8 lokasi kejadian berbeda di wilayah Kabupaten Lembata.

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.COM - Kasus Pencurian di kota Lewoleba sudah sangat meresahkan warga sepanjang periode November 2025 hingga Januari 2026 dan hal ini akhirnya berhasil diungkap Kepolisian Resort (Polres) Lembata, Nusa Tenggara Timur,
Pada Rabu (21/1/2026), Polres Lembata secara resmi merilis penanganan kasus pencurian paling meresahkan di Lembata.
Berdasarkan data resmi kepolisian, tercatat sebanyak 10 laporan polisi dengan 8 lokasi kejadian berbeda di wilayah Kabupaten Lembata.
Baca Lainnya :
- Di Balik Laptop Uzur dan Meja Salon Speaker: Semangat Jurnalis Lembata Menyongsong HPN 20260
- PT. Tirta Teknosys Jajaki Pembangunan Pabrik AMDK di Kabupaten Lembata, Lima Lokasi Di Survei0
- Sekda Lembata Tekankan Penguatan Pelaporan SPM Terpadu Melalui Koordinasi Teknis OPD0
- Serap Aspirasi Pendidikan di Ujung Barat Lembata, DPRD NTT Kunjungi SMAN 1 Nagawutung0
- Pemkab Lembata Serahkan Penghargaan bagi 24 ASN Purna Bhakti, Bupati: Pengabdian Tak Berhenti Saat Pensiun0
Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi, saat menggelar Konferensi pers menyebutkan, delapan titik kejadian tersebut meliputi Desa Waowala dan Desa Beutaran Kecamatan Ile Ape, Lewoleba Selatan, Kota Baru, Komak, Desa Pada, Desa Lusikawak di Kecamatan Nubatukan, serta kawasan Pelabuhan Laut Lewoleba.
Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan 26 barang bukti, di antaranya sejumlah unit telepon genggam berbagai merek, laptop, speaker, alat cas, kain tenun, etalase rokok, perhiasan, hingga empat unit sepeda motor masing-masing jenis Honda Beat, Vixion, Revo, dan Suzuki Nex.
Selain itu, polisi juga mencatat adanya 5 barang temuan, berupa satu unit laptop Acer, satu unit iPhone, satu unit HP Oppo, alat cas Samsung, tas ransel, serta kain tenun.
Dalam rilis tersebut dijelaskan, sejumlah kasus pencurian terjadi di rumah warga dan kios dengan waktu kejadian mayoritas pada dini hari. Kerugian korban bervariasi, mulai dari Rp1,6 juta hingga Rp20 juta.
Beberapa laporan polisi yang menonjol di antaranya kasus pencurian di Desa Beutaran, Kecamatan Ile Ape, pada 7 Januari 2026 sekitar pukul 03.00–04.00 Wita, dengan kerugian mencapai Rp6,6 juta dan Rp3,7 juta.
Barang yang dicuri meliputi sarung, lipa, alat catok rambut, alat cas HP, serta laptop. Pelaku dalam kasus ini diduga dilakukan oleh AG, S, dan AW, yang seluruhnya berusia 18 tahun.
Kasus lain terjadi di Kelurahan Lewoleba Selatan pada 18 Desember 2025 dengan kerugian Rp8 juta berupa satu unit sepeda motor Honda Beat.
Sementara di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, pencurian pada 10 Januari 2026 menyebabkan kerugian hingga Rp20 juta, dengan barang bukti laptop Lenovo dan speaker bluetooth.
Dari keseluruhan kasus, polisi mencatat bahwa mayoritas terduga pelaku masih berusia remaja, dengan rentang usia 16 hingga 19 tahun.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 476 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda kategori V. Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 477 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana maksimal hingga 9 tahun penjara, sesuai dengan peran dan perbuatan masing-masing pelaku.
Polres Lembata menegaskan, penanganan perkara dilakukan sesuai dengan KUHAP dan KUHP yang berlaku, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Dalam kesempatan itu, Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana pencurian.**(Is)
















