- Kecelakaan lalulintas di lembata,mobil pick up terbalik,pemotor terpental keluar badan jalan
- Desa Cantik 2026 Diluncurkan: IPM Meningkat, Kemiskinan Masih Tinggi, Bupati Lembata Tekankan Pentingnya Data Akurat
- Halal Bihalal BKMT–Kemenag Bersama Umat Lembata Ditutup Wabup Nasir, Tekankan Peran Ibu dan Harmoni
- Komunitas Sound System Lembata Kukuhkan Pengurus Baru Periode 2026–2029
- Bupati Lembata Promosikan Hidden Gem Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan
- Hadiri Festival Lamaholot, Bupati Lembata Tegaskan Dukungan Pemerintah terhadap Eksistensi Budaya dan Transformasi Ekonomi
- Merajut Kasih di Wailolong: Saat Idulfitri dan Paskah Menyatukan Hati
- Dari Panggung Seni ke Kehidupan Masyarakat, Frater Ritapiret Belajar Nilai Sosial dan Spiritualitas
- Uji coba Pembukaan Ramp Door Kapal Fery KMP Inerie II Tidak Dapat Dilakukan di Pelabuhan Laut Lewoleba
- Enam Bulan Perjuangan Pemda Lembata, ASDP Gagal Yakinkan Kapten: Kapal Terapung Tanpa Tindakan
Cold storage Membuahkan Hasil,Bidang Peternakan setorkan PAD ke Badan Pendapatan Daerah.
Hal ini terbukti dengan penyetoran PAD pertama hasil dari usaha pemberdayaan Cool storage yang diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata oleh pengusaha lokal ayam pedaging di Lembata.

MDTV-NEWS.com, Lembata – Program Bupati Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Muhamad Nasir melalui program Nelayan Tani Ternak mulai menampakan hasil. Sejak dilantik menjadi Bupati Lembata, Kanis Tuaq optimist produk ayam beku lokal memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan simbol kemandirian pangan di Kabupaten Lembata.
Hal ini terbukti dengan penyetoran PAD pertama hasil dari usaha pemberdayaan Cool storage yang diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata oleh pengusaha lokal ayam pedaging di Lembata.
Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Muktar Hada melalui Kabid Peternakan Irenius Ola Samon kapad Suluhnusa.com 12 November 2025 membenarkan penyetoran PAD bersumber dari cold storage ayam beku.
Baca Lainnya :
- Cold storage Membuahkan Hasil,Bidang Peternakan setorkan PAD ke Badan Pendapatan Daerah.0
- Bupati Lembata Ajak Warga Jadikan Gerakan Menanam Sebagai Gaya Hidup0
- Menjaga Toleransi,FKUB Lembata Rayakan Hari Toleransi Internasional Bersama Paguyuban Nusantara0
- 5 Gol Imelda Uri Ata berhasil membawa Tim Futsal Kerapu Bean Melaju ke Final.0
- Sambut HUT ke-14, DPD NasDem Lembata Berikan Bantuan Langsung Kepada Kelompok Difabel0
Menurut Iren Ola, Potensi PAD dari ayam beku sehat Lembata terus meningkat karena pada periode Nopember 2025.
“Terdapat ayam broiler di kandang kandang peternak sebanyak 15.777 ekor yang masih dipelihara di 141 peternak yang tersebar di 9 kecamatan. Dan hasilnya sudah ada Penyetoran perdana hari ini, sebesar Rp.1.625.600 atas jasa pemotongan ayam dan sewa peralatan dari tanggal 09 Oktober s.d 31 oktober 2025 sebayak 2.032 ekor,” ungkap Iren Ola 15 November 2025.
Lebih jauh Iren Ola menjelaskan sekalipun penyetoran perdana dalam jumlah kecil tetapi potensi kedepan akan ada besar karena terdapat ayam broiler di kandang kandang peternak sebanyak 15.777 ekor yang masih dipelihara di 141 peternak.
“Daya tampung peralatan ayam beku sebanyak 2 unit yang sekarang di sewakan sebesar 5 ton, dan kebutuhan rata-arat konsumsi ayam beku kabupaten lembata pada low season (Bulan Januar – Maret , September-Oktober) mencapai 8.700 kg ayam beku / bulan,” ungkapnya.
Sedangkan pada high season (Bulan April-agustus – Nopember-desember) bisa mencapai 14.000 Kg/ bulan maka potensi peningkatan populasi pada hig season masih terbuka lebar.
Untuk mencapai kemandirian daging ayam beku di tahun 2026 diharapkan peternak di kabupaten Lembata memelihara sebanyak 30.000 doc ayam broiler dan potensi ini akan meningkat lagi jika 27 Dapur MBG aktif yang rencananya akan dibangun di kabupaten Lembata.
Sementara itu Muktar Hada, kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, program NTT diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lembata dan mendatangkan PAD bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, selama ini masyarakat Lembata sangat bergantung pada pasokan ayam beku dari luar daerah, seperti Kupang dan Kabupaten Sikka. Dampaknya, uang dalam jumlah besar terus keluar dari Lembata setiap tahun tanpa memberikan efek ekonomi lokal yang signifikan.
“Setiap tahun, kurang lebih Rp 40 miliar uang keluar dari Lembata hanya untuk pembelian ayam beku. Ini angka yang sangat besar, dan mulai sekarang kita harus memastikan uang itu tetap beredar di dalam daerah,” ujar Muktar.
Ia menilai, pengembangan ayam beku lokal bukan hanya soal pangan, tetapi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor peternakan yang menyentuh masyarakat kecil secara langsung.
“Ini adalah momentum untuk menyatukan semua pihak. Kita harus saling menopang agar sekuat apapun badai, bisa kita hadapi demi kebaikan bersama,” kata Muktar.
Kepada pelaku usaha swasta yang mulai menunjukkan minat membeli produk ayam beku lokal, Kadis Muktar menyampaikan penghargaan dan dorongan untuk terus bermitra dengan peternak lokal. Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama mendukung produk lokal daerah.
Produk ayam beku lokal ini diharapkan menjadi salah satu produk unggulan Lembata yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang usaha baru dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.
(Sw/mdtv)















