Bupati Lembata Dukung Penuh Ekspansi Jagung Industri LKARI

By MDTV News 26 Mei 2026, 17:43:00 WIB,   Dibaca: 7 Kali Daerah
Bupati Lembata Dukung Penuh Ekspansi Jagung Industri LKARI

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com – Pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan dukungan penuh terhadap rencana ekspansi Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia (LKARI) dalam pengembangan pertanian jagung hibrida. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Lembata, Selasa (26/5).

 Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq yang didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai serta sejumlah Kepala OPD teknis, menerima langsung kedatangan Direktur LKARI, dr. Novi beserta tim. Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kerjasama strategis untuk memaksimalkan potensi daerah.

 Menurut Bupati Kanis Tuaq, inisiatif yang dibawa LKARI sangat sejalan dengan visi misi pemerintah daerah melalui program unggulan Nelayan Tani Ternak (NTT). Program ini menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis sumber daya alam.

Baca Lainnya :

 "Kami melihat potensi yang sangat besar dan program ini sangat relevan dengan apa yang sedang kami perjuangkan untuk kemajuan Lembata. Oleh karena itu, kami dukung penuh langkah LKARI masuk dan berkontribusi di daerah ini," ujar Bupati.

 Siapkan Lahan dan Target Waktu

 Sebagai wujud nyata dukungan, Pemerintah Kabupaten Lembata bersedia menyediakan lahan seluas kurang lebih 10 hektar di Weipae dengan durasi tiga kali masa tanam, serta 5 hektar di wilayah Bean untuk satu kali masa tanam. Lahan-lahan ini dinilai memiliki kesuburan yang baik untuk pengembangan komoditas jagung.

 Bupati juga menekankan target waktu yang harus dipenuhi. "Kita sepakati, ekspansi dan penanaman harus sudah mulai dilaksanakan pada periode Juni-Juli 2026," tegasnya.

 Pemerintah juga berkomitmen membantu persiapan teknis di lapangan, mulai dari penyediaan bibit awal hingga pendampingan melalui tenaga penyuluh pertanian. 

Selain itu, Pemkab Lembata saat ini juga tengah mempersiapkan lahan klaster Botani seluas sekitar 200 hektar untuk musim tanam tahun ini, yang akan semakin memperkuat ekosistem pertanian di daerah tersebut.

 Jawaban Atas Kemiskinan dan Pengangguran

 Sementara itu, Direktur LKARI dr. Novi menjelaskan bahwa kehadiran lembaganya di Lembata merupakan bagian dari upaya strategis mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. LKARI menargetkan pemanfaatan lahan-lahan tidur yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

 "Kemiskinan adalah tantangan utama kita. Melalui gerakan 'Taman Jagung Panen Ternak dan Lawan Kemiskinan', kami ingin mengubah lahan tidur menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat," jelas dr. Novi.

 LKARI sebelumnya telah memiliki rekam jejak dalam program serupa di Kabupaten Flores Timur, tepatnya di Tanjung Bunga dan Adonara. Kini, Lembata dipandang memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut.

 Tindak Lanjut MoU

 Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, Bupati telah memerintahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk segera mempersiapkan naskah perjanjian kerjasama (MoU) yang akan memuat poin-poin teknis dan kesepakatan kedua belah pihak.

 Pemerintah daerah juga menegaskan akan memantau keseriusan mitra agar program ini benar-benar memberikan dampak nyata. Begitupun sebaliknya, LKARI berharap kerjasama nanti akan saling menguntungkan.

"Kami harap kerjasama ini saling menguntungkan dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lembata," tutup dr. Novi. (Prokompimkablembata)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan - Iklan SidebarKanan ucapanKanan Ucapan HPN David VigisKanan ucapan HPN ketua PKNKanan HPN KesbangKanan HPN Bapenda

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.