- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Lembata Tegaskan Kelangkaan BBM Bersifat Insidentil, Persediaan Akan Kembali Normal

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan bahwa kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam dua hari terakhir di wilayah Kabupaten Lembata bersifat insidentil dan disebabkan oleh kendala cuaca serta gangguan transportasi laut, bukan karena terhentinya pasokan BBM dari Pertamina.
Hal tersebut disampaikan berdasarkan informasi resmi dari Fuel Terminal Manager (Kepala Terminal BBM) Pertamina Patra Niaga Maumere, Kabupaten Sikka, Bapak Zakiudin yang menjelaskan bahwa pada tanggal 21 dan 22 Januari 2026, BBM untuk Kabupaten Lembata tetap dikirim, namun dengan kuota harian yang tidak optimal.
Pengiriman dilakukan menggunakan kapal pengganti berukuran lebih kecil (ZKP2) sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 10 kilo liter (KL) dari kuota normal.
Baca Lainnya :
- Kasus repacking Beras, Penyidik Polres Lembata Sita 4.5 Ton Beras Dari E.S.J Pemilik Toko Helin di Desa Balauring Kecamatan Omesuri0
- Di Tengah Maraknya Kekerasan terhadap perempuan dan anak, Fatayat NU kabupaten Lembata Tunjuk Advokat Perempuan Pimpin LKP3A0
- Bupati Lembata Tinjau Langsung MIS Jihadul Akbar Tamalhaur, Tegaskan Pemerintah Tidak Tutup Mata0
- Lembata Bidik Posisi Sentra Garam Nasional, Investasi 5.000 Hektare Siap Produksi 500 Ton per Hari0
- KM Lawit Sandar Perdana di Lewoleba, Akses Maritim Kian Terbuka, Bupati Kanis: Lembata Jadi Destinasi Wisata0
Selain itu, kondisi kelangkaan BBM juga dipengaruhi oleh kebijakan pihak SPBU yang menahan sementara penjualan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga cadangan BBM, mengingat adanya potensi keterlambatan kapal pengangkut akibat cuaca buruk.
Lebih lanjut dijelaskan, kapal pengangkut BBM Trans Florety sempat tertahan di Pelabuhan Larantuka dan tidak diizinkan berlayar karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Kapal tersebut baru dapat diberangkatkan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WITA dan diperkirakan bersandar di Pelabuhan Lewoleba sekitar pukul 14.00 WITA pada hari yang sama.
Pemerintah Kabupaten Lembata juga menerima laporan dari SPBU Ile Ape, bahwa BBM yang diangkut pada 21 Januari 2026 untuk wilayah Tanah Merah terdiri dari Pertalite 5 KL dan Biosolar 5 KL. Namun, karena keterlambatan kedatangan, BBM tersebut baru dapat dipasarkan pada hari ini.
Sementara itu, pengiriman dari Larantuka pada 22 Januari 2026 yang meliputi Pertamax 5 KL dan Pertadex 5 KL, hingga saat ini masih dalam perjalanan akibat kendala cuaca laut.
Pemerintah Kabupaten Lembata memastikan bahwa pasokan BBM akan kembali normal seiring dengan tibanya kapal pengangkut dan distribusi BBM ke seluruh SPBU di wilayah Lembata.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, serta mempercayakan penanganan situasi ini kepada pemerintah daerah bersama Pertamina dan pihak terkait. Pemerintah Kabupaten Lembata terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Lembata berkomitmen menjaga stabilitas distribusi energi demi kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di daerah.(ProkompimPemKabLembata)
















