- Talk Show Festival Lamaholot: Digitalisasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Bukan Ancaman
- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
Buka Musda III PPNI Lembata, Wabup Nasir Tegaskan Perawat Sebagai Pilar Kemanusiaan
Buka Musda III PPNI Lembata, Wabup Nasir Tegaskan Perawat Sebagai Pilar Kemanusiaan

Lembata - Di tengah dinamika transformasi sektor kesehatan, Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI).
Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir di Ballroom & Resto Cafe Olimpyc Lewoleba, Selasa (28/10) ini, mengusung tema sentral: 'Sinergi Perawat dan Teknologi Kesehatan Menuju Transformasi Pelayanan Prima,' menegaskan bahwa kolaborasi perawat dan teknologi di era digital saat ini merupakan sebuah keharusan yang saling melengkapi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Muhamad Nasir menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian para perawat yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan.
Baca Lainnya :
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tak lepas dari peran strategis perawat sebagai pilar kemanusiaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.
Karena itu, Musda III PPNI menjadi momentum krusial untuk merefleksikan tantangan dan peluang di era digital. Wabup Nasir lantas mengajak seluruh perawat untuk terus mengembangkan kompetensi diri, beradaptasi dengan teknologi kesehatan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan.
Sinergi antara keahlian perawat dan inovasi teknologi ini, diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Lebih dari sekadar forum organisasi, Musda ini juga merupakan platform untuk memperkuat solidaritas, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial para perawat. Karena itu, Wabup Nasir mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menghadapi berbagai tantangan, serta mendorong terciptanya inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Lembata.
Dengan semangat 'Satu Hati, Satu Tekad untuk Kesejahteraan Bersama,' Musda III PPNI diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang visioner dan program-program yang berkelanjutan.
Transformasi profesi keperawatan di era digital menjadi kunci untuk mewujudkan pelayanan kesehatan prima yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Lembata. (Prokompim/ Kominfo Lembata)
















