- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat
BUPATI KANIS TINJAU STOK OBAT DAN PELAYANAN KESEHATAN PASTIKAN KETERSEDIAAN OBAT JELANG AKHIR TAHUN DAN MEMASUKI AWAL TAHUN 2026
Dalam peninjauan tersebut, Bupati memeriksa stok berbagai jenis obat, termasuk obat program dan non-program.

MDTV-NEWS.com, Lewoleba — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, didampingi Inspektur Daerah, Patrisius Emi Ujan, S.Sos., M.Si, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata untuk meninjau langsung kondisi gudang obat serta ketersediaan obat-obatan menjelang akhir tahun 2025 dan memasuki awal tahun 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati memeriksa stok berbagai jenis obat, termasuk obat program dan non-program. Kunjungan ini juga menjadi respon atas keluhan masyarakat terkait sejumlah obat yang kerap tidak tersedia di fasilitas kesehatan. Bupati Tuaq ingin memastikan bahwa alur distribusi berjalan baik dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tepat waktu.
Tim dari Dinas Kesehatan memaparkan kondisi stok obat, termasuk vaksin, tablet tambah darah, serta jumlah obat yang sudah kedaluwarsa dan telah dipacking serta dikarantina sesuai prosedur.
Baca Lainnya :
- Aksi Damai APDESI Lembata, Bupati Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Desa Terkait PMK 81/20250
- BUPATI LEMBATA TINJAU KAWASAN JAGUNG INDUSTRI DAN PERKUAT PEMBERDAYAAN PETANI0
- Dorong Perluasan Lahan, Penguatan Infrastruktur Air, dan Penataan Klaster Produksi, Bupati Lembata Tinjau Pengembangan Jagung Industri Dan Holtikultura Di Buyasuri - Omesuri0
- Langkah Serius Wabup Lembata Awasi Ketat Dana Revitalisasi APBN di Pelosok Atadei dan Wulandoni0
- Buka MAPERTA dan KONFERCAB I, Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo Tegaskan GAMKI Lembata Kecil Tapi Jembatan Bukan Tembok0
Menanggapi hal ini, Bupati Kanisius menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan penerapan SOP yang lebih ketat dalam pengelolaan obat dan pelayanan kesehatan. Ia meminta Dinas Kesehatan memperkuat sistem kerja, meningkatkan akurasi data sasaran, serta memastikan tidak ada hambatan dalam distribusi obat kepada masyarakat.
“Kita harus memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik. SOP harus diterapkan, data harus akurat, dan semua jajaran bekerja maksimal agar keluhan masyarakat tidak terulang,” tegas Bupati Tuaq.
Turut hadir mendampingi Bupati, diantaranya, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Goerillya A. Huar Noning, Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Bernardus Yoseph Beda, M.M, Kepala Bidang, Rosa Delima Tuto serta para staf Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata.
Kunjungan ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki tata kelola obat, meningkatkan pelayanan, dan memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat Lembata terpenuhi secara berkelanjutan. (ProkompimPemkabLembata)
















