- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
BUPATI KANIS TINJAU STOK OBAT DAN PELAYANAN KESEHATAN PASTIKAN KETERSEDIAAN OBAT JELANG AKHIR TAHUN DAN MEMASUKI AWAL TAHUN 2026
Dalam peninjauan tersebut, Bupati memeriksa stok berbagai jenis obat, termasuk obat program dan non-program.

MDTV-NEWS.com, Lewoleba — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, didampingi Inspektur Daerah, Patrisius Emi Ujan, S.Sos., M.Si, melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata untuk meninjau langsung kondisi gudang obat serta ketersediaan obat-obatan menjelang akhir tahun 2025 dan memasuki awal tahun 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati memeriksa stok berbagai jenis obat, termasuk obat program dan non-program. Kunjungan ini juga menjadi respon atas keluhan masyarakat terkait sejumlah obat yang kerap tidak tersedia di fasilitas kesehatan. Bupati Tuaq ingin memastikan bahwa alur distribusi berjalan baik dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tepat waktu.
Tim dari Dinas Kesehatan memaparkan kondisi stok obat, termasuk vaksin, tablet tambah darah, serta jumlah obat yang sudah kedaluwarsa dan telah dipacking serta dikarantina sesuai prosedur.
Baca Lainnya :
- Aksi Damai APDESI Lembata, Bupati Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Desa Terkait PMK 81/20250
- BUPATI LEMBATA TINJAU KAWASAN JAGUNG INDUSTRI DAN PERKUAT PEMBERDAYAAN PETANI0
- Dorong Perluasan Lahan, Penguatan Infrastruktur Air, dan Penataan Klaster Produksi, Bupati Lembata Tinjau Pengembangan Jagung Industri Dan Holtikultura Di Buyasuri - Omesuri0
- Langkah Serius Wabup Lembata Awasi Ketat Dana Revitalisasi APBN di Pelosok Atadei dan Wulandoni0
- Buka MAPERTA dan KONFERCAB I, Ketua DPD GAMKI NTT Winston Rondo Tegaskan GAMKI Lembata Kecil Tapi Jembatan Bukan Tembok0
Menanggapi hal ini, Bupati Kanisius menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dan penerapan SOP yang lebih ketat dalam pengelolaan obat dan pelayanan kesehatan. Ia meminta Dinas Kesehatan memperkuat sistem kerja, meningkatkan akurasi data sasaran, serta memastikan tidak ada hambatan dalam distribusi obat kepada masyarakat.
“Kita harus memastikan pelayanan kesehatan berjalan baik. SOP harus diterapkan, data harus akurat, dan semua jajaran bekerja maksimal agar keluhan masyarakat tidak terulang,” tegas Bupati Tuaq.
Turut hadir mendampingi Bupati, diantaranya, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Goerillya A. Huar Noning, Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Bernardus Yoseph Beda, M.M, Kepala Bidang, Rosa Delima Tuto serta para staf Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata.
Kunjungan ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki tata kelola obat, meningkatkan pelayanan, dan memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat Lembata terpenuhi secara berkelanjutan. (ProkompimPemkabLembata)
















