Breaking News
- Talk Show Festival Lamaholot: Digitalisasi Jadi Kunci Pelestarian Budaya, Bukan Ancaman
- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
Bupati Lembata Genjot Target PAD 85 Persen dan Hasilkan Rekomendasi di Pantai Epo Kolontobo
Bupati Lembata Genjot Target PAD 85 Persen dan Hasilkan Rekomendasi di Pantai Epo Kolontobo

Lembata - Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar rapat lanjutan percepatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2025 dan hasilkan rekomendasi tindak lanjut di lokasi yang tak biasa, Pantai Wisata Epo, Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, pada Selasa (28/10/25).
Langkah inovatif Bupati Lembata ini mencerminkan komitmen untuk keluar dari rutinitas birokrasi yang konvensional demi mencapai target yang ambisius bagi pembangunan di daerah.
Rapat PAD ini dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yohanes Berchmans Daniel Dai, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Thomas Tipdes.
Kehadiran 39 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata menunjukkan keseriusan dalam upaya mencapai target PAD yang telah ditetapkan.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya pada 24 September 2025, yang membahas strategi pencapaian target PAD di triwulan IV tahun anggaran berjalan.
Asisten III, Mans Wutun menyampaikan apresiasi atas kenaikan signifikan sebesar Rp2 miliar lebih pada realisasi pendapatan daerah dibandingkan bulan sebelumnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa realisasi pendapatan daerah hingga 27 Oktober 2025 baru mencapai 65,92 persen, sehingga perlu upaya ekstra untuk mencapai target minimal 85 persen hingga akhir tahun.
“Jika target 85 persen tidak tercapai, potensi belanja yang tidak bisa direalisasikan oleh BPKAD bisa mencapai Rp13,6 miliar. Oleh karena itu, rapat ini krusial untuk memastikan setiap OPD mengambil langkah konkret dalam mendorong capaian PAD,” tegasnya.
Kepala Bapenda Lembata, Thomas Tipdes dalam laporannya memaparkan bahwa total realisasi pendapatan daerah hingga 27 Oktober 2025 mencapai Rp609.913.407.150 atau 72,98 persen dari target perubahan sebesar Rp835 miliar lebih.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
















