- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
Festival Tanah Mean 2025: Kolaborasi Strategis Wujudkan Ketangguhan Bencana di Lembata.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan IDEP Selaras Alam Bali dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat), bertempat di kawasan perumahan Tanah Merah, Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape.

MDTV-NEWS .Com, Lembata - Bupati Lembata, yang diwakili oleh Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Donatus Boli, secara resmi membuka Festival Tanah Mean 2025, pada Jumat (7/11).
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan IDEP Selaras Alam Bali dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat), bertempat di kawasan perumahan Tanah Merah, Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Donatus Boli, Bupati Kanis Tuaq menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif penyelenggaraan festival ini. Ia menekankan pentingnya menjaga alam sebagai warisan berharga yang memberikan sumber kehidupan bagi generasi mendatang.
Baca Lainnya :
- Jagung Titi Baleo Hadir di Outlet Bukit Siguntang, Bupati Kanis: Simbol Ketahanan Pangan dan Kebangkitan Ekonomi Lembata.0
- Camat Teken Pakta Integritas, Bupati Kanis Tegaskan Camat Garda Depan Peningkatan PAD Lembata0
- Lembata Siaga Bencana: Wabup Nasir Hadiri Apel Gabungan Tanggap Darurat0
- 26 Tahun Lembata: Bersatu, Berdaya, dan Maju Bersama Nelayan, Tani, dan Ternak0
Selain memberikan penekanan menjaga alam, Bupati juga mengingatkan tentang tantangan perubahan iklim, polusi, dan masalah lingkungan lain yang dapat memicu bencana.
"Sebagai daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana, Lembata membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang serius dari seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Atas segala upaya yang telah dilakukan, Bupati menyampaikan terima kasih kepada IDEP Selaras Alam dan Barakat atas kolaborasi mereka dalam menghadirkan Program DREAMS (Disaster Resilience through Education, Adaptation, and Mitigation Strategies) di Desa Waimatan dan Lamawolo.
Program ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui edukasi, adaptasi, mitigasi, serta pendekatan ekologis yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Festival Tanah Mean 2025 menjadi puncak dari serangkaian kegiatan Program DREAMS.
Bupati Tuaq berharap festival ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program, memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan, serta meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya adaptasi, mitigasi, dan pendidikan kebencanaan yang partisipatif dan berkelanjutan.
"Saya berharap implementasi program ini terus berlanjut sebagai gerakan kolektif yang sinergis, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan kita terhadap bencana dan kelestarian alam," pungkasnya.
Festival ini diharapkan dapat menjadi platform untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas.
Selain itu, festival ini juga menjadi ajang promosi potensi lokal dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kabupaten Lembata.
(prokompimkablembata)
















