- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat
Hamas Sebut Perdana Mentri Israel Kejam Sama seperti Hitler

GAZA - Pernyataan keras disampaikan Hamas kepada Israel. Faksi garis keras Palestina ini menyamakan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dengan pemimpin Nazi, Adolf Hitler.
Cercaan Hamas ini disampaikan oleh Juru Bicaranya Osama Hamdan. Menurut Hamdan, pernyataan ini muncul akibat yang dilakukan Israel kepada warga Gaza, sama persis dengan pembantaian warga Yahudi oleh Hitler.
"PM Israel sudah kehilangan moral dia adalah cerminan dari Hitler dan tentara Nazi," sebut Hamdan, seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu (23/7/2014).
"Pasukan Israel juga berlaku sama (dengan tentara Nazi) mereka disuruh membunuh warga Palestina jika, ini sama saja dengan yang dilakukan Hitler di abad lalu," tambah dia.
Pernyataan Hamdan disampaikannya bukan tanpa alasan. Setelah Israel melancarkan agresi ke Gaza, hampir 600 warga Palestina menjadi korban jiwa kekejaman Israel.
Parahnya lagi, korban jiwa dari Palestina kebanyakan adalah bocah dan perempuan. Hal tersebut bertentangan dengan pernyataan PM Israel yang mengatakan, serangan ke Gaza ditujukan untuk menghancurkan Hamas.
















