HUT ke-46 Paulus Geradus Hurint: Dari Guru Teknik Menjadi Nakhoda Anak-Anak Istimewa di SLB Negeri Lewoleba.

By MDTV News 16 Jun 2026, 14:05:08 WIB,   Dibaca: 9 Kali Headline
HUT ke-46 Paulus Geradus Hurint: Dari Guru Teknik Menjadi Nakhoda Anak-Anak Istimewa di SLB Negeri Lewoleba.

Keterangan Gambar : Paulus Geradus Hurit, S. T., Gr, bersama istri dan anak-anak nya.


LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com - Julukan "pahlawan tanpa tanda jasa" layak disematkan kepada para pendidik yang dengan penuh dedikasi mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Semangat pengabdian itulah yang tercermin dalam sosok Paulus Geradus Hurint, S.T., Gr., seorang pendidik yang terus menyalakan cahaya harapan bagi generasi penerus.

Paulus Geradus Hurint,sosok pendidik yang terus melangkah menjadi "suluh" menerangi, membuka sekat-sekata yang gelap,membagi ilmu pengetahuan,seiring dengan usianya yang terus bertambah. Memasuki usia ke-46 tahun , ia bersyukur kepada Sang Pencipta yang masih menganugerahkan kesehatan dan kesempatan untuk terus mengabdi di dunia pendidikan.

Usia 46 tahun bagi sebagian orang, mungkin hanyalah sebuah angka dalam kalender kehidupan. Namun bagi Paulus Geradus Hurint, S.T., Gr., momentum ini adalah sebuah cermin besar untuk melihat kembali jejak langkah, dedikasi, dan pengabdian yang telah ia ukir di dunia pendidikan formal di tanah Lamaholot ini. Dengan ketulusan mengabdi, ia dedikasikan demi mencerdaskan generasi Bangsa di tanah yang ia cintai.

Baca Lainnya :

Paulus Geradus Hurint, S.T., Gr. lahir di Kampung Lewokung, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 16 Juni 1980.Kariernya di dunia pendidikan dimulai dari titik nol sebagai staf Tata Usaha di SMK Swasta Lamaholot Larantuka, sebelum akhirnya dipercayakan menjadi tenaga pendidik.

Berkat dedikasinya, ia mendapat kepercayaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan Profesi Guru di tingkat Nasional, yaitu Magang Guru Matematika di PPPPTK Matematika Yogyakarta dan Magang Guru KKPI di PPPPTK BBL Bandung, ketika masih berstatus Guru Honorer.

Saat ini, ia mengabdikan diri sebagai seorang Guru Profesional (Gr.), yang bertekad dan berkomitmen untuk menanamkan karakter dan ilmu pengetahuan bagi generasi muda di Kabupaten Lembata. Penempatan pertamanya sebagai seorang CPNS (tahun 2009) dan Guru Tetap PNS di SMK Negeri 1 Ile Ape Kabupaten Lembata (tahun 2011). 



Selain itu, ia juga pernah membantu mengajar pada beberapa sekolah swasta di Kabupaten Lembata seperti SMK Swasta Ile Lewotolok (2009 – 2011) dan SMK Swasta Stella Maris Lewoleba (2010 – 2016). Tahun 2019, Bapak Paulus Geradus Hurint menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja Bali dan dinyatakan Lulus Uji Kompetensi dalam bidang keahlian Teknologi Komputer dan Informatika.

Saat ini Geradus Hurint sedang menjalankan tugas sebagai Guru di SMK Negeri 1 Ile Ape dan menjabat sebagai Plt. Kepala Sekolah di SLB Negeri Lewoleba Kabupaten Lembata. Bapak Paulus Geradus Hurint pernah meraih juara III dalam ajang Pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat UPT Dinas Pendidikan Wilayah VI Kabupaten Lembata.

Baginya, menjadi Guru adalah pengabdian sepenuh hati, sebuah perjalanan panjang untuk melayani kebutuhan siswa dan mencetak pribadi yang memiliki tekad baja. Bapak Paulus Geradus Hurint dikenal sebagai sosok yang teguh pada prinsip integritas. Prinsip beliau sederhana: Jabatan hanyalah sebuah titipan dan atribut sementara yang bisa diambil kapan saja, tetapi integritas dan nama baik adalah harga mati yang harus dipertahankan hingga akhir.

Berbagai pengalaman perjalanan kariernya, membuktikan bahwa sekeras apa pun tekanan yang datang, beliau tetap memilih untuk tidak menggadaikan prinsip hidupnya demi sebuah kenyamanan jabatan.

Paulus Geradus Hurint kini dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah SLB Negeri Lewoleba sejak (01/2/2025). Hari ulang tahunnya yang ke-46, memantapkan dirinya untuk terus mengabdi, dunia pendidikan  menjadi sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana seorang pemimpin bertumbuh melalui tantangan dan bertransformasi demi memanusiakan manusia.

Jejak Ketangguhan di Dunia Vokasi

Lahir dan besar dalam kehangatan keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan, pria yang akrab disapa Pak Paulus ini memulai perjalanan profesionalnya dengan latar belakang teknik (S.T.) dan sertifikasi pendidik (Gr.). Dedikasinya di dunia pendidikan vokasi telah teruji lewat berbagai peran strategis di lembaga sebelumnya, seperti di SMK Swasta Lamaholot Larantuka dan SMK Negeri 1 Ile Ape.

Di SMKN 1 Ile Ape, Geradus Hurint dikenal sebagai sosok administrator dan konseptor yang tangguh. Ia pernah menahkodai pembangunan ruang praktik siswa (RPS TJTL) berbasis anggaran negara serta mengawal program bergengsi Center of Excellence (Pusat Keunggulan).

Di tengah dinamika dan tantangan wilayah Ile Ape yang penuh warna, ia belajar satu hal penting: kepemimpinan membutuhkan ketegasan visi, namun eksekusinya harus tetap menyentuh sisi kemanusiaan. Namun, takdir membawa langkah kakinya ke arah yang tak pernah ia duga sebelumnya.

Menemukan Esensi Pengabdian di Sekolah Luar Biasa

Bulan Februari 2025, sebuah babak baru dimulai. Paulus resmi menerima mandat untuk memimpin SLB Negeri Lewoleba. Perpindahan dari lingkungan SMK yang dinamis dan berorientasi industri ke lingkungan SLB yang penuh keterbatasan fisik dan mental bagi sebagian orang adalah penurunan ritme. Namun bagi Paulus, ini adalah sebuah panggilan jiwa.

Ia kerap menyebut fase ini sebagai perjalanan "Menuju Cahaya Kesabaran".

Di SLB Negeri Lewoleba, ia tidak hanya bertindak sebagai manajer sekolah, melainkan sebagai ayah, pelindung, dan penyala lilin harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Di bawah kepemimpinannya, SLB Negeri Lewoleba perlahan menggeser paradigma lama. Paulus membawa visi besar: mengubah model sekolah yang awalnya hanya berbasis pengasuhan (care-based) menjadi model pemberdayaan (empowerment).

Ia percaya bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi anak-anak inklusi untuk mandiri dan memiliki kemampuan vokasional yang berguna bagi masa depan mereka.

Budaya 5S dan Kepemimpinan Humanis

Untuk menggerakkan roda perubahan tersebut, Paulus menanamkan budaya organisasi yang kuat di lingkungan sekolah, yang ia sebut dengan gerakan 5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. Baginya, sebelum mengubah karakter siswa, lingkungan guru dan staf harus terlebih dahulu menjadi teladan yang hangat.

"Kepemimpinan itu bukan tentang seberapa tinggi posisi kita, melainkan tentang seberapa banyak ruang kenyamanan dan pertumbuhan yang bisa kita berikan untuk orang-orang yang kita pimpin," ungkapnya dalam sebuah kesempatan refleksi diri.

Kini, di usianya yang ke-46 tahun, ucapan selamat dan doa mengalir deras dari keluarga, sejawat guru, hingga masyarakat luas melalui berbagai jejaring sosial. Semua mendoakan agar ayah dari dua anak ini senantiasa diberikan kesehatan, hikmat, dan ketabahan yang melimpah.

Melangkah Melampaui Batas

Kisah hidup Paulus Geradus Hurint kini sedang ia abadikan dalam sebuah Buku Autobiografi berjudul "Melangkah Melampaui Batas" saat ini sedang dalam proses pencetakan. Judul ini tampaknya bukan sekadar nama buku, melainkan manifesto hidupnya sendiri.

Dari seorang guru teknik yang bergulat dengan mesin dan konstruksi, kini menjadi seorang nakhoda bagi anak-anak istimewa di Lewoleba. Selamat Ulang Tahun ke-46, Bapak Paulus Geradus Hurint. Semoga dedikasi dan kesabaran yang ditabur di SLB Negeri Lewoleba terus berbuah manis menjadi prestasi dan kemandirian bagi anak-anak bangsa yang membutuhkan. 

(GH)/(mdtvnews.com)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan - Iklan SidebarKanan ucapanKanan Ucapan HPN David VigisKanan ucapan HPN ketua PKNKanan HPN KesbangKanan HPN Bapenda

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.