- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat
Koordinasi Percepatan Perbaikan,Wabup Nasir Tinjau Kerusakan Dermaga Feri Waijarang
Pemerintah Kabupaten Lembata telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia (Persero), Syahbandar, serta mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan untuk percepatan perbaikan Dermaga Penyeberangan Waijarang

LEMBATA, NTT || MDTV-NEWS.COM – Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, Kamis (18/12/2025), meninjau langsung kerusakan Dermaga Penyeberangan Waijarang, Kecamatan Nubatukan, yang menyebabkan terganggunya aktivitas penyeberangan dan ekonomi masyarakat selama hampir satu bulan terakhir.
Peninjauan dilakukan bersama Kepala ASDP Cabang Lembata, Ananda Reza, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, Drs. Yohanes Dedeo Arimon. Di lokasi, Wakil Bupati melihat kondisi tiga dolphin dermaga yang miring serta sejumlah tiang pancang yang dilaporkan patah akibat insiden benturan kapal feri KMP Inerie II.
Kerusakan tersebut terjadi pada 27 November 2025 saat KMP Inerie II melakukan manuver sandar di Pelabuhan Waijarang. Kondisi fasilitas yang rusak dinilai membahayakan keselamatan pelayaran sehingga pelayanan penyeberangan di pelabuhan tersebut dihentikan sementara.
Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lembata mengalihkan sementara aktivitas embarkasi dan debarkasi kapal feri ke Pelabuhan Laut Lewoleba. Meski dilakukan dalam keterbatasan fasilitas, pelayanan penurunan barang ekspedisi tetap berjalan.
Pemerintah Kabupaten Lembata telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia (Persero), Syahbandar, serta mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan untuk percepatan perbaikan Dermaga Penyeberangan Waijarang. Wabup Nasir menegaskan pentingnya percepatan perbaikan karena Pelabuhan Feri Waijarang tidak hanya menjadi jalur utama distribusi, tetapi juga pintu masuk berbagai komoditas pemenuhan kebutuhan masyarakat, baik pangan maupun papan, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga yang menggantungkan aktivitas ekonominya di pelabuhan tersebut.
(ProkompimPemKabLembata)
















