- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Maknai Rabu Abu, Bupati Lembata Ajak Umat Bertobat dari Hati dan Perkuat Ekonomi Keluarga

WAIPUKANG, MDTV-NEWS.COM 18 Februari 2026 — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, mengikuti Perayaan Misa Rabu Abu di Gereja Sta. Maria Bintang Laut, Waipukang. Turut hadir para pimpinan OPD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata bersama umat setempat dalam suasana khidmat yang menandai awal Masa Prapaskah.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RD. Yohanes Angka Wokal, Pr. Dalam homilinya, ia menegaskan pesan pertobatan sejati sebagaimana disampaikan Nabi Yoel dan Santo Paulus. Mengutip seruan Nabi Yoel, ia mengajak umat untuk “mengoyakkan hati dan bukan pakaian”, sebagai simbol pertobatan yang lahir dari kesadaran batin, bukan sekadar formalitas lahiriah. Tobat, menurutnya, adalah gerakan bersama umat beriman untuk kembali kepada Allah dengan sepenuh hati dan memperbarui hidup dalam iman.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Masa Prapaskah merupakan kesempatan rahmat untuk membangun kembali relasi yang damai, baik dengan Tuhan (relasi vertikal) maupun dengan sesama (relasi horizontal). Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan kegelisahan, Prapaskah menjadi momentum untuk menghadirkan damai sejati dalam keluarga dan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pawai Ta’aruf Ramadhan 1447 H, Wabup Nasir Tekankan Spirit Kebersamaan dan Layanan Publik0
- Pawai Ta’aruf Ramadhan, Wabup Nasir Tekankan Spirit Kebersamaan dan Layanan Publik0
- Panas Bumi Atadei, sumber energi dengan ancaman bencana yang sangat tinggi0
- Panen Perdana Paubokol Menguji Kesiapan Kebijakan Pertanian Terpadu dan Skema Pembiayaan di Lembata0
- Dari Ladang Paubokol, Harapan Itu Tumbuh: Kelompok Tani Peduli Paubokol Panen Jagung Bersama Bupati Lembata0
Mengacu pada pesan Santo Paulus kepada Jemaat di Korintus, umat diingatkan bahwa “sekarang adalah waktu yang tepat, hari ini adalah hari penyelamatan.” Rahmat Allah yang diberikan saat ini hendaknya tidak disia-siakan, melainkan dijawab dengan perubahan hidup yang nyata.
Sementara itu, menurut Injil Matius menegaskan tiga pilar utama hidup rohani selama Prapaskah: memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa. Ketiga hal ini menjadi wujud konkret pertobatan yang membentuk hati yang rendah dan penuh kasih.
Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq mengajak seluruh umat untuk sejenak menundukkan kepala mengenang almarhum Kepala Desa Laranwutun, Polikarpus Demon, yang telah berpulang beberapa hari lalu. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, Bupati menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus mengajak umat mendoakan arwah almarhum.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata, saya menyampaikan selamat memasuki Masa Prapaskah. Selamat berpuasa selama 40 hari ke depan. Semoga masa ini menjadi momentum pembaruan hidup bagi kita semua,” ujar Bupati.
Selain pesan rohani, Bupati juga menyampaikan sejumlah program daerah dan program strategis nasional yang sedang dijalankan. Pemerintah Kabupaten Lembata, siap membeli jagung dari masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap petani lokal. Ia menekankan pentingnya kerja nyata di lapangan, terutama dalam menghadapi situasi ekonomi yang sedang menantang.
Dalam penguatan sektor pertanian dan peternakan, Bupati mengajak umat untuk fokus pada tugas-tugas teknis di lapangan, termasuk menjaga kesehatan ternak seperti sapi, babi, dan kambing. Masyarakat juga didorong untuk menyiapkan bahan baku pangan secara mandiri, mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, hingga hasil ternak seperti ayam.
Upaya ini, menurutnya, bertujuan memperkuat ekonomi mikro keluarga sekaligus mendukung kemandirian gereja dan masyarakat. Bupati juga secara terbuka mengakui bahwa kondisi keuangan daerah, nasional, bahkan hingga tingkat desa saat ini sedang mengalami penurunan yang signifikan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus bekerja keras, tidak berpangku tangan, serta tetap mengandalkan doa.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada para ASN dan seluruh elemen masyarakat yang telah terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Ia kembali menegaskan pentingnya semangat “Taan Tou” sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan dalam membangun Lembata.
Menanggapi pembangunan Gereja Sta. Maria Bintang Laut, Bupati menyampaikan bahwa dirinya tidak banyak berjanji, namun telah melihat langsung kondisi gereja dan memberikan perhatian terhadap proses pembangunannya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh umat untuk saling mendukung, memperkuat iman, serta memohon berkat Tuhan bagi seluruh masyarakat Lembata agar Masa Prapaskah sungguh menjadi jalan pertobatan, damai, dan harapan di tengah tantangan zaman. (ProkompimPemKabLembata)
















