Pertama Kali FKUB Lembata Rayakan Hari Toleransi Internasional, Kaum Muda Diajak Jadi Pelopor Menjaga Toleransi
Acara dilanjutkan dengan Doa syukur Toleransi dan kerukunan oleh masing-masing Tokoh Agama dan dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan seruan moral Toleransi dan Kerukunan.

By MDTV News 17 Nov 2025, 17:52:21 WIB,   Dibaca: 154 Kali Daerah
Pertama Kali FKUB Lembata Rayakan Hari Toleransi Internasional, Kaum Muda Diajak Jadi Pelopor Menjaga Toleransi

MDTV-NEWS.com, Lembata - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lembata sukses menggelar perayaan Hari Toleransi Internasional. 

Acara bertajuk "Bertindak sekarang untuk dunia yang damai dengan mewujudkan toleransi dan kerukunan beragama di kabupaten Lembata sebagai modal utama tercapainya kehidupan bersama yang aman damai dan sejahtera".

Puncak kegiatan digelar di Taman Kota Lewoleba sebagai simbol kebersamaan antar umat beragama.  Prosesi utama menampilkan penyalaan obor Toleransi oleh masing-masing Tokoh Agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha. 

Baca Lainnya :

Sementara obor NKRI dinyalakan oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lembata, Petrus Kanisius Making.

Acara dilanjutkan dengan Doa syukur Toleransi dan kerukunan oleh masing-masing Tokoh Agama dan dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan seruan moral Toleransi dan Kerukunan. 

Ketua FKUB Kabupaten Lembata, Yakobus Kia, S.Ag dalam sambutannya 

Menyampaikan terima kasih atas keterlibatan semua masyarakat, paguyuban dan komunitas yang hadir dalam memeriahkan peringatan hari Toleransi Internasional tahun 2025 tingkat Kabupaten Lembata.

"Untuk pertama kali kita merayakan HUT Toleransi Internasional. Dan bisa juga hanya kita di kabupaten Lembata yang merayakan ini", ungkapnya.

Ia Mengutip dari penjelasan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Hari Toleransi Internasional ditetapkan pada 1996 melalui Resolusi Majelis Umum PBB. 

Penetapan ini berakar dari UN Year for Tolerance yang diinisiasi UNESCO pada 1995. Program tersebut menyoroti meningkatnya kekerasan, diskriminasi, dan intoleransi di berbagai negara sehingga diperlukan upaya global yang lebih kuat.

"UNESCO menerapkan prinsip-prinsip penghargaan terhadap Mahatma Gandhi yang memperjuangkan toleransi dan anti kekerasan, selanjutnya sidang PBB menetapkan tanggal 16 November sebagai hari Toleransi Internasional", ungkapnya.

Menurutnya, kabupaten Lembata memiliki keragaman agama dan kepercayaan.  Dan sebelum PBB menetapkan hari Toleransi Internasional, bangsa Indonesia telah menerapkan semangat toleransi dalam semangat Bhineka Tunggal Ika untuk menjalankan kerukunan hidup beragama termasuk di kabupaten Lembata.

"Agama juga mengajarkan hubungan kita dengan sesama, hubungan kita yang berbeda agama, menghormati keyakinan iman yang lain", ungkapnya.

Dengan toleransi hidup beragama akan mewujudkan perdamaian. "Agamaku agamaku. Agamamu agamamu. Tetapi kita adalah satu sebagai bangsa Indonesia, dan sebagai manusia kita sama", tandasnya.

Menurutnya, FKUB kabupaten Lembata adalah miniatur Kebhinekaan yang memberikan keharmonisan, menciptakan kedamaian, mewujudkan toleransi untuk Indonesia, NTT khususnya di kabupaten Lembata.

Disampaikan, NTT adalah provinsi dengan indeks toleransi tertinggi sejak tahun 2021 dan kabupaten Lembata juga memberikan kontribusi yang baik untuk mendukung toleransi di NTT.

"Mari kita pertahankan ini dengan mewujudkan toleransi, saling pengertian dan menghormati perbedaan keyakinan, agama dan suku di kabupaten Lembata", ungkapnya.

Ia berharap agar masyarakat kabupaten Lembata yang majemuk ini tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang mengakibatkan perpecahan. 

"Salah satu peran FKUB adalah duduk bersama membahas isu-isu, persoalan yang dapat meretakkan hubungan sosial, agama yang dapat merugikan kita, kata Jack Kia.

Ia yakin sikap semua agama mengajarkan kebaikan bagi umat. Dalam konteks pluralisme agama, kedamaian dan kerukunan didapat bila adanya kebebasan beragama dan sikap saling menghargai perbedaan.

Menurutnya FKUB di bentuk oleh masyarakat yang berbeda agama dan keyakinan serta difasilitasi oleh negara melalui pemerintah terkhusus kementerian agama dan pemerintah daerah dengan tujuan membangun, memelihara dan merawat kerukunan umat beragama di kabupaten Lembata.

"FKUB berharap kegiatan ini berlanjut karena dapat merajuk ide, persatuan, kerukunan umat beragama di kabupaten Lembata. Dan berharap dapat diwariskan kepada para peserta didik yang ada di kabupaten ini", tandasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, H. Jamaludin Malik mengajak masyarakat terutama para kaum muda untuk menjadi pelopor yang menjaga toleransi di kabupaten Lembata.

"Doktrin keagamaan boleh bagus, semua ajaran agama baik. Manusia sebagai gambaran Tuhan. Sejalan dengan ajaran kitab suci agama masing-masing. Dan Tuhan menghendaki kita melakukan sesuai kehendak Tuhan", ungkapnya.

Dengan perkembangan teknologi informasi, Ia mengajak para pemuda lintas agama menjadi pelopor untuk menangkal ujaran kebencian. 

Ia juga berharap para pemuda lintas agama untuk terus membangun komunikasi lewat diskusi dan bertemu guna menangkal isu negatif terkait keberagaman di kabupaten Lembata.

"Mari kita jaga toleransi di kabupaten Lembata ini yang sudah cukup bagus", tutupnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan - Iklan SidebarKanan ucapanKanan Ucapan HPN David VigisKanan ucapan HPN ketua PKNKanan HPN KesbangKanan HPN Bapenda

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.