Breaking News
- UBSP Watar Letar Rayakan HUT Perak ke-25, Usung Semangat Solidaritas Ekonomi menuju Transformasi Sosial
- Pemkab Lembata Kembali Raih Opini WTP Untuk Keenam Kalinya
- PT.ASDP siapkan layanan Long Distance Ferry langsung ke Lembata
- Pustu Lewoleba Timur Resmi Beroperasi, Ibu Hamil Hingga Balita Dapat Layanan Dekat Rumah
- Muscab Perdana PAN Lembata Cetak Sejarah, Ketua DPD Kanis Tuaq: Saatnya Matahari Bersinar
- Pemkab Lembata Gandeng Taspen Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan PPPK
- Bupati Lembata Kunjungi Balai Penyuluhan Pertanian Nubatukan, Dorong Hilirisasi Pertanian, Perikanan dan Kemandirian Petani
- Dinkes Lembata Gelar Bimtek CPPOB - IRTP Bagi Pelaku Usaha
- Ake Bekel, Ake Kurang Onem, Permohonan Maaf Bupati Kanis untuk Warga Laranwutun
- Taman Duang Wangatoa Siap Ditata Kembali, Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah
Plan Indonesia dan FJL Lembata Terbitkan Buku Panduan Peliputan Ramah Anak dan Perempuan

LEMBATA, MDTV-NEWS.Com - Forum Jurnalis Lembata menggelar forum group Discussion (FGD) konsultasi Buku Panduan Peliputan Anak Berbasis Perlindungan Anak, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Olympic Ballroom itu menghadirkan beragam pemangku kepentingan, mulai dari Youth Advisory Panel Dampingan Plan International, Forum Puspa, Persatuan Guru BK, hingga Forum Kepala Sekolah.
FGD ini memastikan ruang pertemuan lintas profesi untuk media di Lembata semakin sensitif terhadap hak dan martabat anak serta perempuan dalam pemberitaan.
FGD ini sebagai tindak lanjut atas terbitnya Buku Saku Panduan Peliputan Anak Berbasis Perlindungan Anak.
FJL bersama Plan Indonesia ingin menghadirkan praktik jurnalisme yang ramah anak dan perempuan di Kabupaten Lembata.
Untuk diketahui, Buku Saku Panduan Peliputan Anak Berbasis Perlindungan Anak merupakan karya FJL bersama Plan Indonesia.
Buku saku tersebut dirancang sebagai pegangan praktis bagi jurnalis dalam meliput isu perempuan dan anak dengan mengedepankan asas keadilan, kepatutan, serta dianugerahi terhadap martabat anak sebagai manusia.
Dalam forum diskusi, peserta dibagi ke dalam sejumlah kelompok untuk menelaah isi buku saku secara lebih mendalam. Setiap kelompok diminta mengkaji relevansi materi dengan praktik peliputan di lapangan, sekaligus memberikan catatan, koreksi, dan evaluasi jika ditemukan bagian yang dinilai belum sesuai dengan prinsip peliputan ramah anak dan perempuan.
Suasana diskusi berlangsung lancar dan partisipatif. Perwakilan peserta menekankan pentingnya bimbingan yang mudah dipahami dan aplikatif, agar jurnalis mampu menghindari praktik pemberitaan yang berpotensi membahayakan psikologis anak atau menempatkan perempuan dalam posisi yang tidak adil.
Melalui FGD ini, penyelenggara berharap buku saku yang tengah disempurnakan dapat menjadi pijakan bersama dalam membangun ekosistem media lokal yang lebih berempati, melindungi, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak serta perempuan di Lembata.(Indonesiasurya)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
















