LEMBATA, MDTV-NEWS.com – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam Parade Permainan Rakyat dan Lomba Olahraga Tradisional bertajuk "Bersama Bermain, Bersama Berdaya" yang diselenggarakan di Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Jumat (7/8).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia Nusa Tenggara Timur (KPOTI NTT) bekerja sama dengan Komunitas Baibereun Lembata, dengan Desa Dulitukan sebagai tuan rumah penyelenggara. Mengusung semangat "Bersama Bermain, Bersama Berdaya", kegiatan ini menghadirkan berbagai permainan rakyat yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Adapun cabang yang diperlombakan meliputi lomba hadang untuk jenjang SD dan SMP, lomba pesi karet untuk tingkat SD, lomba tali merdeka untuk tingkat SD, lomba ito atau kasti tradisional untuk tingkat SMP, serta lomba gasing (kote) yang diikuti peserta dari jenjang SD dan SMP. Melalui berbagai permainan tradisional tersebut, peserta diajak mengenang kembali masa kecil yang penuh kebersamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal agar tetap lestari dan terus diwariskan kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Lembata, Ketua Yayasan PLAN, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Ile Ape, Kapolsubsektor Ile Ape, Kepala Desa Dulitukan, tokoh adat, tokoh masyarakat, panitia penyelenggara, serta ratusan peserta dan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Suasana berlangsung meriah ketika Bupati, Wakil Bupati, Bunda Literasi, dan para pejabat daerah berbaur bersama masyarakat mengikuti berbagai permainan tradisional. Bunda Literasi bersama tim mengikuti lomba hadang, sementara Bupati bersama rombongan turut ambil bagian dalam permainan gasing (kote). Keseruan berlanjut pada permainan pesi karet yang mempertemukan tim pemerintah daerah dengan peserta dari komunitas dan masyarakat setempat. Sorak sorai penonton dan semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta semakin menyemarakkan jalannya perlombaan.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata menyampaikan apresiasi kepada KPOTI NTT, Komunitas Baibereun Lembata, panitia, Pemerintah Desa Dulitukan, serta seluruh masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, permainan rakyat bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun semangat sportivitas, serta menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Desa Dulitukan, Bupati juga menyerahkan bantuan berupa satu tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Bantuan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat.
"Saya datang membawa satu tangki air untuk masyarakat di sini dan juga untuk adik-adik semua. Terima kasih kepada panitia. Kegiatan ini luar biasa karena mengingatkan kita pada permainan masa kecil yang penuh kebersamaan. Mari kita terus lestarikan warisan budaya ini. Saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada kekurangan," ujar Bupati.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap permainan rakyat dan olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang mampu memperkuat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mendorong generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya lokal sebagai identitas masyarakat Lembata.
(ProkompimPemkabLembata)