Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

photo author
- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:03 WITA
Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.com– Suara-suara kecil yang mengisahkan legenda, petuah, dan kearifan para leluhur memenuhi Aula Perpustakaan Kabupaten Lembata, Sabtu (1/8). Sebanyak 37 siswa dan siswi dari 21 SD/MI di Kabupaten Lembata tampil dalam Lomba Bertutur Cerita Rakyat Lembata, sebuah gerakan pelestarian budaya yang diinisiasi oleh Lembaga Abdi Masyarakat Indonesia. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, anak-anak diajak kembali mengenal akar budayanya melalui cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Bukan sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menghubungkan generasi muda dengan nilai-nilai kehidupan yang hidup dalam setiap kisah rakyat Lembata.

Ketua Panitia, Midun Husein Ratuloli, menjelaskan bahwa cerita rakyat merupakan warisan budaya tak benda yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, menjaga identitas daerah, sekaligus menjadi media pewarisan sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

Ia menambahkan, lomba tersebut merupakan rangkaian dari Gerakan Cerita Rakyat Lembata yang telah diawali dengan proses pendaftaran, sosialisasi, hingga technical meeting. Salah satu hasil yang akan diwujudkan dari kegiatan ini adalah penyusunan buku cerita rakyat Lembata berdasarkan hasil penelusuran dan pengumpulan cerita rakyat yang nantinya dibagikan kepada sekolah-sekolah peserta sebagai bahan literasi dan pembelajaran budaya lokal.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhamad Nasir mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan besar dalam menjaga nilai budaya dan moral generasi muda. Karena itu, menurutnya, pelestarian cerita rakyat menjadi salah satu langkah penting agar identitas masyarakat Lembata tetap terjaga.

Ia memberikan apresiasi kepada panitia, pihak sekolah, para guru, serta seluruh peserta yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, cerita rakyat bukan hanya dongeng, melainkan sarat dengan pesan tentang kejujuran, keberanian, kepahlawanan, tanggung jawab, serta berbagai nilai kehidupan yang masih relevan hingga saat ini.

Selain menjadi sarana pewarisan budaya, Wakil Bupati juga menilai lomba bertutur mampu mengembangkan kemampuan literasi, memperkaya kosakata, melatih keberanian berbicara di depan umum, serta membangun rasa percaya diri anak-anak sejak usia dini.

Kepada seluruh peserta, Muhamad Nasir menyampaikan bahwa keberanian mereka tampil di atas panggung sudah menjadi sebuah kemenangan. Ia mengajak anak-anak untuk menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas, sementara kepada dewan juri diharapkan dapat memberikan penilaian secara objektif, jujur, dan adil.

Dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa serta restu para leluhur Lembata, Wakil Bupati secara resmi membuka Lomba Bertutur Cerita Rakyat Lembata Tingkat SD/MI Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda Literasi Kabupaten Lembata, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Lembata, serta para pimpinan perangkat daerah. Melalui langkah sederhana berupa menuturkan cerita, anak-anak Lembata tidak hanya menjaga kisah masa lalu tetap hidup, tetapi juga membawa warisan budaya itu melangkah bersama masa depan.

(ProkompimPemkabLembat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

info Silakan tulis komentar dengan bahasa yang santun. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin.
X