LEMBATA, MDTV-NEWS.com - Kunjungan perdana Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rovinus Laga Lamawato, S.H., ke SLB Negeri Lewoleba, Rabu (12/8/2026)
Dalam kunjungan tersebut, Rovin tidak hanya berdiskusi dan menyerap aspirasi dari para guru serta tenaga kependidikan, tetapi juga berkesempatan meninjau ruang OSOP (One School One Product) SLB Negeri Lewoleba.
Di ruang OSOP, berbagai hasil karya siswa berkebutuhan khusus dipajang sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan keterampilan yang mereka miliki.
Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan sekolah sekaligus bernilai ekonomi.
Rovin berharap para guru dan tenaga kependidikan di SLB Negeri Lewoleba terus menggali potensi setiap siswa, memberikan pendampingan, serta mengembangkan kreativitas mereka sehingga semakin banyak karya yang dapat dihasilkan.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk membantu mempromosikan hasil karya siswa SLB Negeri Lewoleba agar dikenal lebih luas dan memiliki peluang untuk dipasarkan.
“Saya akan sampaikan kepada Bupati agar produk anak SLB bisa dipasarkan, karena produk ini juga bisa menjadi ikon Lembata,” ujar Rovin Laga Lamawato.
Menurutnya, karya siswa berkebutuhan khusus tidak boleh hanya berhenti sebagai hasil kegiatan pembelajaran. Dengan pendampingan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, produk tersebut dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.
Program OSOP (One School One Product) sendiri merupakan salah satu program yang mendorong setiap satuan pendidikan untuk mengembangkan produk unggulan berbasis potensi dan kreativitas yang dimiliki sekolah.
Program ini juga menjadi salah satu pilar dalam mendukung NTT Mart, dengan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan dan pemasaran produk lokal.
Melalui OSOP, sekolah diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas peserta didik sekaligus memperkenalkan berbagai produk lokal kepada masyarakat secara lebih luas.
Bagi SLB Negeri Lewoleba, pengembangan OSOP menjadi peluang untuk menunjukkan bahwa siswa berkebutuhan khusus memiliki kemampuan, kreativitas, dan potensi yang dapat terus dikembangkan.
Dukungan dari pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat membuka ruang yang lebih besar bagi pemasaran produk karya siswa, sehingga selain menjadi kebanggaan sekolah, produk tersebut juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Lembata.
Kunjungan Kacabdin Pendidikan dan Kebudayaan NTT ini pun diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara SLB Negeri Lewoleba, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi siswa berkebutuhan khusus.
Redaksi