"UANG PELICIN" REVITALISASI SEKOLAH DI NTT

photo author
- Minggu, 20 September 2026 | 20:22 WITA
 "UANG PELICIN" REVITALISASI SEKOLAH DI NTT
Foto Dokumentasi

(Catatan: Darius Beda Daton)

MDTV-NEWS.com - Satu dua hari ini, saya menerima beberapa pesan WhatsApp dan messenger. Pesan itu datang dari sejumlah guru di SD, SMP dan SMA/K Negeri. Intinya, sejumlah sekolah menolak mengajukan anggaran revitalisasi tahun ini dengan alasan pekerjaan bangunan sekolah bukan dikerjakan sekolah sendiri secara swakelola seperti tahun  2025 lalu. Tahun ini dikerjakan pihak ketiga yang sudah ditunjuk. Kepala sekolah hanya tanda tangan berkas saja. Karena  kuatir mutu pekerjaan bermasalah, sejumlah sekolah menolak. Sekolah lain yang menerima juga mengeluh. Pengalaman mereka tahun sebelumnya, mesti ada semacam "uang pelicin" atau bagian yang diserahkan ke oknum dinas pendidikan. Uang itu tidak dipatok berapa besarannya. Oknum dinas hanya bertanya; "adakah bagian untuk pimpinan kami". Ya terpaksa disiapkan sedikit uang untuk setor. Ini semacam hukum tidak tertulis. Kalau dipatuhi jelas salah. Tapi jika tidak dipatuhi juga serba salah. Dilema bagi para kepala sekolah. Inilah wajah buram buruknya tata kelola anggaran pendidikan kita. Duitnya banyak tapi belum tentu sampai utuh ke tujuan. 

***

Dugaan adanya permintaan sejumlah uang terhadap kepala sekolah penerima Dana Revitalisasi Bidang Pendidikan Tahun 2026 ternyata sudah mencuat di Kabupaten Rote Ndao. Malah sudah dipublikasi media online Portalntt com. 

Empat orang kepala sekolah jenjang SD dan SMP dari sejumlah sekolah penerima mengungkapkan itu. Mereka meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir adanya dampak terhadap proses pencairan maupun pelaksanaan program di sekolah masing-masing.Para kepala sekolah mengaku adanya dugaan intervensi dari oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao. Mereka menyebut dua oknum yang diduga kerap meminta sejumlah uang kepada kepala sekolah penerima program. Salah satu oknum disebut masih bertugas di bidang sarana dan prasarana. Modus yang dilakukan adalah menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi dapat diperoleh sekolah karena perjuangan dinas.  Kepala sekolah mendapat tekanan agar menyetorkan sejumlah uang. Muncul pula  ancaman akan dipersulit dalam proses pencairan dan pelaporan dana apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi. Bahkan kerja sama dengan Kementerian dapat dibatalkan. Dalam pelaksanaan, pembentukan panitia pelaksana kegiatan fisik revitalisasi juga dapat diintervensi.  Termasuk dugaan pengarahan dalam pengadaan bahan bangunan atau material kepada pihak tertentu. Begitulah yang mereka alami. 

***

Sebagai informasi, tahun ini

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan merevitalisasi sebanyak 1.487 sekolah di NTT dengan total anggaran Rp 1.208.684.805.539 atau lebih dari Rp 1,2 triliun. Revitalisasi penerima tersebar pada seluruh jenjang pendidikan.

Jenjang SD menjadi penerima terbanyak dengan 644 sekolah bernilai Rp 702,88 miliar, disusul 603 PAUD bernilai Rp 232,46 miliar, 136 SMP bernilai Rp 161,51 miliar, dan 69 SMA bernilai Rp 72,71 miliar.

Dukungan juga diberikan kepada 13 SMK senilai Rp12,16 miliar, 14 SLB senilai Rp21,72 miliar, serta delapan PKBM/SKB senilai Rp5,25 miliar. Ini angka yang sangat besar. Tujuan pemerintah sangat mulia. Agar setiap anak, di mana saja tinggal, berhak belajar di sekolah yang aman, layak, dan mendukung tumbuh kembang serta proses pembelajaran mereka. Termasuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah  yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi di berbagai kabupaten/kota di NTT. Untuk itu saya hanya berpesan, bagi para kepala sekolah penerima program revitalisasi sekolah tahun 2026, jangan mau setor "uang pelicin" jika diminta oknum dinas pendidikan atau oknum lain.  Pastikan anggaran itu tepat peruntukan, bukan untuk dibagi-bagi. Kita bisa.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

info Silakan tulis komentar dengan bahasa yang santun. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin.

Berita Terkait

Terkini

X