LEMBATA, MDTV-NEWS.com - Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bapak Rofinus Laga Lamawato, S.H., melakukan kunjungan kerja perdana di SLB Negeri Lewoleba, Rabu (12/8/2026), membangun sinergi dan melihat dari dekat proses belajar mengajar pada anak dengan kebutuhan khusus
Dalam kunjungan tersebut, Kacabdin hadir didampingi Koordinator Pengawas Dikmen dan Diksus Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun, S.Pd., M.Pd., serta Ketua Komite SLB Negeri Lewoleba, Yosef Bala Kebo.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah SLB Negeri Lewoleba, Paulus Geradus Hurint, S.T., Gr., menyampaikan syukur atas kehadiran pimpinan Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Ia menegaskan bahwa masa kepemimpinannya selama 1 tahun 6 bulan 6 hari ini difokuskan pada pembenahan mendasar.
"Tak terasa, sudah 1 tahun 6 bulan 6 hari amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah di SLB Negeri Lewoleba ini saya jalani. Dalam rentang waktu 18 bulan tersebut, perjalanan saya sebagai pimpinan di Lembaga Pendidikan ini adalah tentang belajar, membenahi, dan menguatkan. Kami Keluarga Besar SLB Negeri Lewoleba telah berikhtiar untuk menggeser paradigma pendidikan di sekolah ini: yang semulanya dari sekadar pola pendampingan berbasis rasa kasihan (care-based), menuju pola pemberdayaan dan penguatan potensi (empowerment)," ungkap Paulus.
Melalui momentum kunjungan perdana ini, Plt. Kepala SLB Negeri Lewoleba menyampaikan tiga poin aspirasi strategis kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan untuk perhatian berkelanjutan di masa mendatang:
* Bimbingan dan Perhatian untuk Guru & Pegawai: Penguatan kompetensi, kepastian status, dan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan yang telah mewakafkan waktu, tenaga, dan hatinya.
* Penguatan Potensi Peserta Didik: Penyediaan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi anak didik untuk mengeksplorasi bakat vokasional dan akademis tanpa rasa minder.
* Pemenuhan Sarana dan Prasarana: Dukungan revitalisasi fasilitas belajar, sarana praktik vokasi yang layak, serta aksesibilitas fisik yang ramah disabilitas demi keamanan dan kenyamanan proses belajar.
Sementara itu, Yosef Bala Kebo Ketua komite SLB Negeri Lewoleba menjelaskan sejak sekolah ini berdiri dan hingga saat ini proses belajar mengajar sudah menunjukkan perkembangan sesuai harapan yang ingin dicapai bersama, komite akan selalu memberi dukungan kepada pihak sekolah agar generasi berkebutuhan khusus bisa tetap belajar dengan baik.
Ia menambahkan masih banyak guru dan tenaga pendidik di lembaga ini yang pembayaran gaji nya bersumber dari dana BOSP, komite dan dana dari pemerintah pusat. Ia berharap kedepannya pemerintah memberikan perhatian untuk melengkapi sarana pendidikan yang masih kurang
"Plt telah mengusulkan permohonan untuk mendapatkan paket pembangunan gedung fasilitas sekolah, Bapak kepala cabang bisa mengetahui secara langsung kondisi ini, dan melanjutkan ke tingkat provinsi" ungkap Yosef.
Pada kesempatan itu, Yohanes Mamun, S.Pd., M.Pd Koordinator Pengawas Dikmen dan Diksus Kabupaten Lembata, menyampaikan apresiasi atas kehadiran kepala cabang dinas pendidikan provinsi NTT.
Mamun menjelaskan, pendidikan khusus memiliki dinamika dan nilai humanis yang sangat dijunjung tinggi di SLB Negeri Lewoleba. Tidak hanya berbicara mengenai ketuntasan kurikulum atau pencapaian akademis, namun bagaimana memberikan layanan pendidikan yang inklusif humanis dan berkeadilan.
Para guru di tempat ini melayani dengan hati membentuk kemandirian dan mengasah peserta didik berkebutuhan khusus agar mereka mampu berdiri tegar dan berdaya di tengah masyarakat setelah keluar dari sekolah ini, tutup mamun.
Rovinus Laga Lamawato, S.H., Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) wilayah IV Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Mengungkapkan apresiasi kepada keluarga besar SLB Negeri Lewoleba atas penyambutan yang sangat meriah.
Rovinus mengungkapkan, kebersamaan ini merupakan momentum yang luarbisa karena bisa berada bersama para guru hebat di SLB Negeri Lewoleba.
"Tidak semua guru bisa mengajar di tempat ini, harus orang-orang hebat yang bisa mengajar di tempat yang luarbisa" ungkap Rovinus.
Rovinus menegaskan, mengabdi pada lingkungan ini adalah panggilan Tuhan, dan kita semua mengamini itu bukan sebagai pekerjaan tetapi sebagai panduan, maka kita akan terus berbenah meningkatkan kualitas kapasitas kita untuk memberikan yang terbaik kepada murid, yang berdampak pada semakin tingginya mutu pendidikan serta meningkatnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), tegas Kacabdin NTT.
Lebih lanjut, Rovinus berharap dengan terobosan yang telah dilakukan untuk meningkatkan Tes kemampuan Akademik (TKA) dapat meningkatkan kapasitas guru sehingga mutu pendidikan di SLB Negeri Lewoleba mejadi lebih baik.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dengan SLB Negeri Lewoleba dalam menghadirkan layanan pendidikan khusus yang makin berkualitas, berkeadilan, dan memandirikan.
Redaksi