Persoalkan Insiden Liga 2 Persebeta, KKO FC Desak Komdis Segera Ambil Keputusan

photo author
- Rabu, 21 Oktober 2026 | 00:55 WITA
Persoalkan Insiden Liga 2 Persebeta, KKO FC Desak Komdis Segera Ambil Keputusan
Gambar ilustrasi

(Mengurai Benang Kusut Sepak Bola Lembata)

Oleh : Management KKO FC

LEMBATA, MDTV-NEWS.com - Sepak bola tidak hanya sekadar skor akhir pertandingan, ia adalah cermin dari kejujuran, ketegasan, dan kepemimpinan. Di atas lapangan, kejujuran seorang wasit adalah fondasi utama yang menentukan adil tidaknya sebuah kompetisi, Ketegasan Komdis adalah benteng terakhir penegakan aturan tanpa pandang bulu, sementara kepemimpinan Askab adalah nahkoda yang menentukan arah. Ketika wasit ragu dalam memimpin, Komdis tumpul dalam mengambil tindakan, dan Askab pasif dalam menjaga marwah regulasi, maka nilai-nilai sportivitas yang dijunjung tinggi oleh setiap klub akan runtuh begitu saja.

Satu dinamika yang menjadi perhatian serius dari sepak bola lembata adalah ketika terjadi kejanggalan di lapangan, namun wasit menolak memberikan keterangan resmi untuk ditimbang oleh Komdis dalam proses pengambilan keputusan. Lantas, di manakah peran Askab ketika integritas regulasi ini dipertaruhkan. Secara hirarki dan struktural, askab memegang posisi tertinggi sebagai induk organisasi yang membawahi Komdis maupun wasit, Askab tidak boleh bersikap lepas tangan ketika seorang wasit menolak memberikan kesaksian atau transparansi atas keputusannya, Askab wajib hadir menegur, mengevaluasi, dan memastikan bahwa tidak ada siapapun yang berdiri di atas aturan main dan harus memastikan keadilan berdiri di atas kepentingan kelompok.

Bobroknya tata kelola ini kian diperparah oleh praktik administrasi yang tidak profesional dan serba amatiran. Ketika sebuah pertandingan dihentikan karena kasus tertentu, penentuan kelanjutan pertandingan justru diumumkan secara sepihak hanya melalui pamflet digital yang beredar di media sosial, tanpa menyertakan surat keputusan resmi kepada klub-klub terkait. Bagaimana mungkin sebuah kompetisi resmi di bawah naungan federasi dikelola layaknya turnamen antar dusun.

Penghentian pertandingan akibat insiden adalah masalah krusial yang membutuhkan dasar hukum, pertimbangan Komdis, serta pemberitahuan bersurat resmi yang sah dan terukur. Mengandalkan pamflet sebagai instrumen keputusan resmi adalah bentuk pelecehan terhadap kepatuhan administrasi dan membuktikan betapa dangkalnya standar tata kelola organisasi yang dijalankan oleh Askab.

Demi kemajuan sepak bola Lembata yang berkesinambungan, evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi sepak bola Lembata. Di hulu, Askab harus membenahi sistem pembinaan, lisensi, serta pembaruan pemahaman regulasi bagi para wasit dan perangkat pertandingan agar kualitas kepemimpinan di lapangan tetap objektif dan berstandar tinggi.

Di tengah, tata kelola kompetisi dan mekanisme penanganan sengketa/disiplin harus dibuat transparan, akuntabel, serta dapat diakses oleh klub-klub peserta. Sementara di hilir, iklim pertandingan yang kondusif harus diciptakan agar bakat-bakat muda Lembata dapat berkembang tanpa dinodai oleh kontroversi keputusan yang merugikan serta mencederai fair play.**

salam sepak bola 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

info Silakan tulis komentar dengan bahasa yang santun. Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin.
X