- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat
- Siswa SMKN 1 Maumere Borong 3 Emas di Shoto-Kai Open Tournament Karate Piala Gubernur NTT 2026
- Membaca Ulang Jalan Revolusi: Demokrasi Harus Kembali Pada Tujuan Bernegara
- LMA Emeyode Ingatkan Masyarakat Sorong Selatan Jaga Kamtibmas dan Toleransi
- Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD
14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga

LEMBATA – Menjalani kehidupan rumah tangga selama lebih dari satu dekade bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan komitmen, kesetiaan, kesabaran, serta cinta yang kokoh untuk tetap bertahan menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Nilai-nilai itulah yang tercermin dalam perjalanan 14 tahun pernikahan pasangan Paulus Geradus Hurint, S.T., Gr. dan Chatarina Anita Prasetyawati, S.Pd., Gr.
Tepat pada 2 Juli 2026, pasangan yang sama-sama berprofesi sebagai pendidik ini merayakan hari ulang tahun pernikahan mereka yang ke-14. Sebuah perjalanan panjang yang penuh warna, mulai dari suka dan duka hingga berbagai tantangan hidup yang berhasil mereka lalui bersama dengan penuh keteguhan iman.
Paulus mengenang momen sakral ketika dirinya dan sang istri mengikat janji suci pernikahan pada 2 Juli 2012 di Gereja Paroki Santa Theresia Lisieux Boro, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Saat itu, keduanya menerima Sakramen Perkawinan yang dipimpin oleh Romo Yohanes Yunuar Ismadi, Pr. dengan mengusung motto pernikahan “Kucari Dia, Jantung Hatiku” (Kidung Agung 3:2).
Baca Lainnya :
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman0
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru0
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah0
- Bupati Lembata Turun Tangan Bangun Fondasi TK St. Mikhael Baobolak, Ikut Angkut Batu Bersama Warga0
- 80 Tahun Mengabdi, Polri berkomitmen terus menghadirkan pelayanan terbaik Untuk Masyarakat0
“Lonceng gereja berdentang nyaring mengiringi prosesi penerimaan dan pemberkatan kami. Setiap langkah menuju altar terasa begitu bermakna. Saat itu saya merasakan syukur yang mendalam karena pencarian panjang terhadap belahan jiwa akhirnya berlabuh di hadapan Tuhan,” kenang Paulus.

Anugerah Dua Buah Hati
Kebahagiaan pasangan ini semakin lengkap dengan kehadiran dua anak yang menjadi sumber semangat dan inspirasi dalam kehidupan mereka.
Putra sulung mereka, Yohanes Graciano Laka Hurint, saat ini menempuh pendidikan di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara putri bungsu mereka, Susana Sukarni Hurint, kini duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar (SD).
Bagi Paulus dan Chatarina, kehadiran kedua anak tersebut merupakan anugerah besar yang selalu menjadi penguat langkah dalam menjalankan tugas sebagai pendidik sekaligus anggota masyarakat.
“Anak-anak menjadi motivasi terbesar kami untuk terus bekerja, berkarya, dan memberikan yang terbaik bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Bertahan karena Iman dan Kebersamaan
Mengemban tugas sebagai seorang pemimpin lembaga pendidikan yang memikul tanggung jawab besar, Paulus menyadari bahwa ketahanan keluarganya tidak terlepas dari kasih dan penyertaan Tuhan.
Momentum 14 tahun pernikahan ini menjadi kesempatan bagi pasangan tersebut untuk merefleksikan perjalanan hidup yang telah mereka lalui bersama,sekaligus mensyukuri setiap berkat yang telah diterima.
“Empat belas tahun sudah kami mengarungi bahtera rumah tangga ini. Dalam suka maupun duka, kami belajar untuk tetap berjalan sebagai satu kesatuan. Kami bersyukur karena Tuhan senantiasa menyertai dan melindungi keluarga kami,” tuturnya.
Ia berharap cinta, kesabaran, dan iman akan terus menjadi fondasi utama yang menjaga keutuhan keluarga mereka di masa mendatang.
“Terima kasih Tuhan atas penyertaan dan perlindungan-Mu selama empat belas tahun ini. Harapan kami, semoga cinta, kesabaran, dan iman selalu menyertai setiap langkah perjalanan keluarga kecil kami,” tutup Paulus.
Kisah perjalanan rumah tangga Paulus Geradus Hurint dan Chatarina Anita Prasetyawati menjadi inspirasi bahwa keberhasilan dalam kehidupan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian profesional, tetapi juga oleh kekuatan keluarga yang dibangun atas dasar cinta, kesetiaan, saling mendukung, serta rasa syukur yang tak pernah padam.
(GH)(mdtv)
















