- Andika Terpilih Jadi Ketua PP IPMALUTIM, Usung Arah Baru Organisasi
- Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan
- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
Bangun Bukit Ruminansia Terpadu, Bupati Lembata Perkuat Fondasi Peternakan Modern dan Ekonomi Rakyat
kawasan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, dan peternak tentang tata kelola peternakan yang baik dan berorientasi ekonomi

LEWOLEBA, MDTV-NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Lembata terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun sektor peternakan sebagai kekuatan utama ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, terhadap kawasan Bukit Ruminansia Terpadu yang mencakup pengembangan ruminansia kecil dan ruminansia besar di Bukit Cinta dan Desa Bour, Kecamatan Nubatukan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, serta pemilik Dapur MBG. Peninjauan ini merupakan rangkaian kegiatan strategis pemerintah daerah setelah meninjau Sentra Pengembangan Ternak Babi di Bukit Hog serta meresmikan Rumah Walet, yang seluruhnya diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi produktif berbasis potensi lokal.

Baca Lainnya :
- Wabup Lembata Tinjau Lokasi Pembangunan Rusun ASN di Kawasan Khonen0
- SDK Santo Yosep 2 Kupang Gaungkan Permainan Rakyat dan Literasi Sekolah0
- Bantuan Alsintan Pemkab Lembata Dongkrak Produksi Padi Petani Waikomo0
- Kandang Penggembalaan Waowala Tingkatkan Ketahanan Pangan Daerah0
- Terhambatnya Layanan Penyeberangan Bupati Lembata Minta ASDP Lakukan Uji Coba Sandar Kapal di Pelabuhan Waijarang0
Bupati Lembata menjelaskan bahwa pengembangan ruminansia kecil di kawasan Bukit Cinta dibangun menggunakan APBD II, sebagai bentuk investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur peternakan yang terencana dan berkelanjutan. Kawasan seluas lebih dari dua hektare ini telah dilengkapi dengan kandang ternak, tempat pakan dan minum, sumur bor, pagar kawat pengaman, serta infrastruktur dasar lainnya yang menunjang pengelolaan ternak secara profesional.
“Pengembangan ini bukan sekadar membangun kandang, tetapi membangun fondasi sistem peternakan modern. Kawasan ruminansia kecil di Bukit Cinta memiliki daya tampung hingga 10.000 ekor ternak, dengan dua orang petugas yang ditugaskan khusus untuk mengelola dan menjaga kawasan ini. Pemerintah juga merencanakan pengadaan kambing dan domba pada Februari atau Maret 2026,” ujar Bupati Tuaq.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa kawasan Bukit Cinta juga dirancang sebagai wisata edukasi peternakan, sehingga selain meningkatkan produksi ternak, kawasan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, dan peternak tentang tata kelola peternakan yang baik dan berorientasi ekonomi.
Sementara itu, pengembangan ruminansia besar di Desa Bour dipersiapkan sebagai sentra utama untuk sapi dan kuda dengan luas kawasan sekitar 10 hektare.

Pemerintah daerah telah membangun kandang ternak, tempat pakan dan minum, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang memungkinkan pengelolaan ternak dalam skala besar. Kawasan ini diperkirakan mampu menampung hingga 20.000 ekor ternak, sehingga menjadi pusat penampungan, pengembangan, dan distribusi ternak di Kabupaten Lembata.
Bupati menegaskan bahwa keberadaan Bukit Ruminansia Terpadu memiliki fungsi strategis sebagai ruang konsolidasi hasil peternakan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan bahwa ternak yang dihasilkan masyarakat tidak lagi dikelola secara tradisional dan sporadis, tetapi masuk dalam sistem peternakan skala ekonomi yang memiliki kepastian pasar dan nilai tambah.
“Kita ingin mengubah pola lama. Masyarakat tidak lagi beternak sekadar untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi diarahkan menjadi usaha ekonomi yang terencana, produktif, dan berorientasi pasar. Pemerintah hadir dengan menyiapkan kandang, infrastruktur, serta sistem pengelolaan yang mendukung,” tegas Bupati Kanis.
Selain meningkatkan produktivitas ternak, pembangunan Bukit Ruminansia juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah, membuka lapangan kerja, serta memperluas jaringan pemasaran ternak, baik untuk kebutuhan lokal maupun antarwilayah. Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan lembaga keuangan dan pelaku usaha untuk mendukung pengembangan sektor peternakan secara berkelanjutan.
Dengan pengembangan Bukit Ruminansia Terpadu di Bukit Cinta dan Desa Bour, Pemerintah Kabupaten Lembata optimistis sektor peternakan akan menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi rakyat, sekaligus menegaskan arah pembangunan daerah yang berbasis potensi lokal, berkelanjutan, dan berdaya saing. (ProkompimPemKabLembata)
















