- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
SDK Santo Yosep 2 Kupang Gaungkan Permainan Rakyat dan Literasi Sekolah

KUPANG | MDTV-NEWS.COM — Semangat melestarikan budaya lokal dan menumbuhkan budaya literasi sejak dini akan digaungkan di SDK Santo Yosep 2 Kupang pada Jumat (9/1/2026). Usai senam pagi di halaman sekolah, para siswa akan diajak terlibat langsung dalam permainan rakyat dan kampanye literasi sekolah yang menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif di Kota Kupang.
Kepala SDK Santo Yosep 2 Kupang, Agung Riwu, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk karakter anak melalui aktivitas yang edukatif, menyenangkan, dan berakar pada budaya bangsa.
“Anak-anak sekarang terlalu dekat dengan gawai. Melalui permainan rakyat, mereka belajar kerja sama, kejujuran, sportivitas, sekaligus mengenal jati diri budaya lokal,” ujar Agung Riwu Kamis (8/1-2026).
Baca Lainnya :
- Bantuan Alsintan Pemkab Lembata Dongkrak Produksi Padi Petani Waikomo0
- Terhambatnya Layanan Penyeberangan Bupati Lembata Minta ASDP Lakukan Uji Coba Sandar Kapal di Pelabuhan Waijarang0
- Pemda Lembata dan Bank NTT Perkuat Ekosistem Pembiayaan Peternak Ayam Lokal0
- Bupati Lembata Resmi Lantik Sekretaris Disdukcapil dan Serahkan Tugas Plt Camat Nubatukan0
- Awali 2026, Bupati Lembata Tekankan Perubahan Pola Kerja dan Respons Cepat OPD0
Untuk memperkuat pesan tersebut, pihak sekolah secara khusus mendatangkan Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang, Goris Takene, yang selama beberapa bulan terakhir aktif menggelorakan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
“Permainan rakyat bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pendidikan karakter. Anak-anak belajar nilai kebersamaan, disiplin, dan kecintaan pada budaya sendiri,” kata Goris Takene yang dihubungi terpisah.
“Kalau ini ditanamkan sejak SD, maka generasi kita tidak akan tercerabut dari akar budayanya,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada aktivitas fisik dan budaya, SDK Santo Yosep 2 Kupang juga menguatkan gerakan literasi sekolah. Hadir sebagai narasumber, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi NTT, Polikarpus Do, yang akan mengajak siswa mencintai membaca sejak dini.
“Literasi adalah pintu masa depan anak-anak. Sekolah harus menjadi ruang yang ramah bacaan dan membangun kebiasaan membaca setiap hari,” tutur Polikarpus Do.
Kampanye literasi ini juga diperkuat oleh jurnalis Harian Kompas, Frans Pati Herin, yang akan berbagi pengalaman dan memotivasi siswa agar berani bermimpi besar melalui membaca dan menulis.
“Buku bisa membawa anak-anak melihat dunia yang lebih luas. Dari membaca, lahir imajinasi, dari imajinasi lahir masa depan,” ujar Frans.
Melalui kolaborasi permainan rakyat dan literasi sekolah ini, SDK Santo Yosep 2 Kupang berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, berkarakter, dan membumi, sekaligus menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berbudaya.
(goe)
















