- Andika Terpilih Jadi Ketua PP IPMALUTIM, Usung Arah Baru Organisasi
- Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan
- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
SDK Santo Yosep 2 Kupang Gaungkan Permainan Rakyat dan Literasi Sekolah

KUPANG | MDTV-NEWS.COM — Semangat melestarikan budaya lokal dan menumbuhkan budaya literasi sejak dini akan digaungkan di SDK Santo Yosep 2 Kupang pada Jumat (9/1/2026). Usai senam pagi di halaman sekolah, para siswa akan diajak terlibat langsung dalam permainan rakyat dan kampanye literasi sekolah yang menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif di Kota Kupang.
Kepala SDK Santo Yosep 2 Kupang, Agung Riwu, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah membentuk karakter anak melalui aktivitas yang edukatif, menyenangkan, dan berakar pada budaya bangsa.
“Anak-anak sekarang terlalu dekat dengan gawai. Melalui permainan rakyat, mereka belajar kerja sama, kejujuran, sportivitas, sekaligus mengenal jati diri budaya lokal,” ujar Agung Riwu Kamis (8/1-2026).
Baca Lainnya :
- Bantuan Alsintan Pemkab Lembata Dongkrak Produksi Padi Petani Waikomo0
- Terhambatnya Layanan Penyeberangan Bupati Lembata Minta ASDP Lakukan Uji Coba Sandar Kapal di Pelabuhan Waijarang0
- Pemda Lembata dan Bank NTT Perkuat Ekosistem Pembiayaan Peternak Ayam Lokal0
- Bupati Lembata Resmi Lantik Sekretaris Disdukcapil dan Serahkan Tugas Plt Camat Nubatukan0
- Awali 2026, Bupati Lembata Tekankan Perubahan Pola Kerja dan Respons Cepat OPD0
Untuk memperkuat pesan tersebut, pihak sekolah secara khusus mendatangkan Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang, Goris Takene, yang selama beberapa bulan terakhir aktif menggelorakan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
“Permainan rakyat bukan sekadar hiburan, tetapi sarana pendidikan karakter. Anak-anak belajar nilai kebersamaan, disiplin, dan kecintaan pada budaya sendiri,” kata Goris Takene yang dihubungi terpisah.
“Kalau ini ditanamkan sejak SD, maka generasi kita tidak akan tercerabut dari akar budayanya,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada aktivitas fisik dan budaya, SDK Santo Yosep 2 Kupang juga menguatkan gerakan literasi sekolah. Hadir sebagai narasumber, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi NTT, Polikarpus Do, yang akan mengajak siswa mencintai membaca sejak dini.
“Literasi adalah pintu masa depan anak-anak. Sekolah harus menjadi ruang yang ramah bacaan dan membangun kebiasaan membaca setiap hari,” tutur Polikarpus Do.
Kampanye literasi ini juga diperkuat oleh jurnalis Harian Kompas, Frans Pati Herin, yang akan berbagi pengalaman dan memotivasi siswa agar berani bermimpi besar melalui membaca dan menulis.
“Buku bisa membawa anak-anak melihat dunia yang lebih luas. Dari membaca, lahir imajinasi, dari imajinasi lahir masa depan,” ujar Frans.
Melalui kolaborasi permainan rakyat dan literasi sekolah ini, SDK Santo Yosep 2 Kupang berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, berkarakter, dan membumi, sekaligus menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berbudaya.
(goe)
















