- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
BMKG NTT Peringatkan Cuaca Ekstrem 8–14 Desember 2025 Di Sejumlah Wilayah Berpotensi Bencana Hidrometrologi
BMKG menegaskan bahwa dinamika atmosfer dapat berubah dengan cepat sehingga kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi risiko bencana.

MDTV-NEWS.com, Kupang - Siaran pers resmi mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode 8–14 Desember 2025 dirilis BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Siaran pers itu ditandatangani Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, pada 7 Desember 2025.
Baca Lainnya :
- BUPATI KANIS TINJAU STOK OBAT DAN PELAYANAN KESEHATAN PASTIKAN KETERSEDIAAN OBAT JELANG AKHIR TAHUN DAN MEMASUKI AWAL TAHUN 20260
- Aksi Damai APDESI Lembata, Bupati Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Desa Terkait PMK 81/20250
- BUPATI LEMBATA TINJAU KAWASAN JAGUNG INDUSTRI DAN PERKUAT PEMBERDAYAAN PETANI0
- Dorong Perluasan Lahan, Penguatan Infrastruktur Air, dan Penataan Klaster Produksi, Bupati Lembata Tinjau Pengembangan Jagung Industri Dan Holtikultura Di Buyasuri - Omesuri0
- Langkah Serius Wabup Lembata Awasi Ketat Dana Revitalisasi APBN di Pelosok Atadei dan Wulandoni0
Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat
BMKG menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah NTT saat ini telah memasuki musim hujan. Terpantau adanya Sirkulasi Siklonik di Laut Banda yang memicu daerah belokan angin, pertemuan angin, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah setempat.
Kondisi ini juga diperkuat dengan aktifnya Gelombang Kelvin, sehingga meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.
BMKG juga mengungkapkan bahwa sirkulasi siklonik tersebut berpotensi tumbuh menjadi Bibit Siklon Tropis pada Selasa, 9 Desember 2025, dan diperkirakan bergerak ke arah barat–barat daya.
Daerah yang Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi:
Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, dan Malaka.
Peringatan dan Imbauan BMKG Untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan: Tetap tenang namun waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampaknya, Masyarakat di wilayah bertetopografi curam, bergunung, atau dekat tebing diminta waspada terhadap potensi tanah longsor dan banjir bandang, khususnya saat hujan sedang hingga sangat lebat, Waspada banjir lahar hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG serta aparat daerah diminta meningkatkan koordinasi dengan BPBD dan TNI–Polri.
BMKG membuka layanan informasi 24 jam melalui telepon (0380) 881613, WhatsApp 0811-3940-4264, aplikasi Info BMKG, serta media sosial Info BMKG El Tari.
BMKG menegaskan bahwa dinamika atmosfer dapat berubah dengan cepat sehingga kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi risiko bencana.***
















