- Andika Terpilih Jadi Ketua PP IPMALUTIM, Usung Arah Baru Organisasi
- Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan
- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
Lembata Siap Jadi Tuan Rumah Operasi Katarak Gratis, 300 Warga 3T Ditargetkan Pulihkan Penglihatan

LEWOLEBA, 13 Maret 2026|MDTV-NEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan operasi katarak gratis bagi masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Dukungan ini disampaikan Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, saat menerima audiensi Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia bersama Sentra Efata Kupang di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata, Jumat (13/3).
Audiensi tersebut membahas rencana kegiatan operasi katarak yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 April 2026. Program ini menargetkan sedikitnya 300 pasien dari wilayah Solor, Adonara, dan Lembata, dengan Kabupaten Lembata sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Penelaah Teknis Kebijakan Sentra Efata Kupang, Elias Aldrin Habel, menjelaskan bahwa katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan hingga kebutaan di Indonesia, terutama pada kelompok masyarakat miskin dan rentan.
Baca Lainnya :
- Pertemuan Para Uskup Dengan Kepala Daerah se-Daratan Flores dan Lembata0
- Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal0
- Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polres Lembata Siaga Hadapi Mudik di Tengah Bayang-bayang Gejolak Global0
- Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata0
- Bupati Lembata Hadiri Kegiatan Tebar Parcel Ramadhan di Desa Wailolong0
Menurutnya, kondisi tersebut semakin berat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah 3T karena keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan spesialistik mata.
“Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia. Masyarakat di wilayah 3T seringkali kesulitan mendapatkan layanan kesehatan mata, sehingga daerah-daerah ini perlu mendapat perhatian khusus,” jelasnya.
Ia menambahkan, Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia bersama Sentra Terpadu dan Sentra di seluruh Indonesia melaksanakan program operasi katarak melalui kolaborasi lintas sektor dengan lembaga filantropi serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian sosial masyarakat miskin dan rentan melalui pemulihan fungsi penglihatan. Selain memberikan akses operasi katarak gratis, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi dalam pelayanan sosial dan kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata, serta menurunkan angka kebutaan yang dapat dicegah, terutama di wilayah 3T.
Sasaran program ini adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata, menderita katarak dan lolos proses skrining, serta berasal dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, menyambut baik program tersebut dan menilai kegiatan ini sangat penting bagi masyarakat setempat. Ia juga menyinggung bahwa urgensi program ini berkaitan dengan kondisi lingkungan pasca-erupsi gunung yang sebelumnya terjadi di wilayah Lembata.
Debu vulkanik dan dampak lingkungan pasca-erupsi disebut berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan mata di masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan tersebut, Wakil Bupati Lembata juga mendampingi langsung tim dari Kementerian Sosial meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pelaksanaan operasi katarak. Peninjauan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lembata yang dipersiapkan sebagai lokasi pelayanan operasi bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Lembata mendukung sepenuhnya kegiatan ini dan berharap pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nasir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengobatan yang layak serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
(ProkompimPemKabLembata)
















