- Ketua IWO Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen : Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru, Harapkan Sinergi dan Komunikasi Semakin Erat dengan Insan Pers
- Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
- Bupati Lembata Lantik 13 Kepala Sekolah dan 42 Pejabat Fungsional
- Susana Prada menghadirkan pangan Lokal Jagung titi di Festival Lamaholot 2026
- Pemerintah Resmi Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Bupati Lembata Lepas Peserta Karnaval Budaya Festival Lamaholot
- Koordinasi di Jakarta, BPP DOB Perkuat Arah Perjuangan Provinsi Luwu Raya
- PAD Tumbuh 16,33% Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan
- Gemuruh Buri Buka Festival Lamaholot 2026, Lembata Gaungkan Persatuan untuk Indonesia dan Dunia
- Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot 2026, Tradisi Lamaholot dan Kreativitas Lokal Memikat Wisatawan
Lembata Siap Jadi Tuan Rumah Operasi Katarak Gratis, 300 Warga 3T Ditargetkan Pulihkan Penglihatan

LEWOLEBA, 13 Maret 2026|MDTV-NEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan operasi katarak gratis bagi masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Dukungan ini disampaikan Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, saat menerima audiensi Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia bersama Sentra Efata Kupang di Rumah Jabatan Wakil Bupati Lembata, Jumat (13/3).
Audiensi tersebut membahas rencana kegiatan operasi katarak yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 April 2026. Program ini menargetkan sedikitnya 300 pasien dari wilayah Solor, Adonara, dan Lembata, dengan Kabupaten Lembata sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Penelaah Teknis Kebijakan Sentra Efata Kupang, Elias Aldrin Habel, menjelaskan bahwa katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan hingga kebutaan di Indonesia, terutama pada kelompok masyarakat miskin dan rentan.
Baca Lainnya :
- Pertemuan Para Uskup Dengan Kepala Daerah se-Daratan Flores dan Lembata0
- Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal0
- Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polres Lembata Siaga Hadapi Mudik di Tengah Bayang-bayang Gejolak Global0
- Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata0
- Bupati Lembata Hadiri Kegiatan Tebar Parcel Ramadhan di Desa Wailolong0
Menurutnya, kondisi tersebut semakin berat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah 3T karena keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan spesialistik mata.
“Katarak merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia. Masyarakat di wilayah 3T seringkali kesulitan mendapatkan layanan kesehatan mata, sehingga daerah-daerah ini perlu mendapat perhatian khusus,” jelasnya.
Ia menambahkan, Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia bersama Sentra Terpadu dan Sentra di seluruh Indonesia melaksanakan program operasi katarak melalui kolaborasi lintas sektor dengan lembaga filantropi serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian sosial masyarakat miskin dan rentan melalui pemulihan fungsi penglihatan. Selain memberikan akses operasi katarak gratis, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi dalam pelayanan sosial dan kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata, serta menurunkan angka kebutaan yang dapat dicegah, terutama di wilayah 3T.
Sasaran program ini adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata, menderita katarak dan lolos proses skrining, serta berasal dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, menyambut baik program tersebut dan menilai kegiatan ini sangat penting bagi masyarakat setempat. Ia juga menyinggung bahwa urgensi program ini berkaitan dengan kondisi lingkungan pasca-erupsi gunung yang sebelumnya terjadi di wilayah Lembata.
Debu vulkanik dan dampak lingkungan pasca-erupsi disebut berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan mata di masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan tersebut, Wakil Bupati Lembata juga mendampingi langsung tim dari Kementerian Sosial meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pelaksanaan operasi katarak. Peninjauan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lembata yang dipersiapkan sebagai lokasi pelayanan operasi bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Lembata mendukung sepenuhnya kegiatan ini dan berharap pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nasir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mata dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengobatan yang layak serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
(ProkompimPemKabLembata)
















