- Ketua IWO Indonesia DPD Kota Bekasi, Nio Helen : Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota yang Baru, Harapkan Sinergi dan Komunikasi Semakin Erat dengan Insan Pers
- Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
- Bupati Lembata Lantik 13 Kepala Sekolah dan 42 Pejabat Fungsional
- Susana Prada menghadirkan pangan Lokal Jagung titi di Festival Lamaholot 2026
- Pemerintah Resmi Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Bupati Lembata Lepas Peserta Karnaval Budaya Festival Lamaholot
- Koordinasi di Jakarta, BPP DOB Perkuat Arah Perjuangan Provinsi Luwu Raya
- PAD Tumbuh 16,33% Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan
- Gemuruh Buri Buka Festival Lamaholot 2026, Lembata Gaungkan Persatuan untuk Indonesia dan Dunia
- Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot 2026, Tradisi Lamaholot dan Kreativitas Lokal Memikat Wisatawan
Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal

LEMBATA, MDTV-NEWS.COM - Senja perlahan turun di Desa Normal, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Rabu (11/3/2026). Di halaman Masjid Nurul Jama’ah Leunoda, masyarakat mulai berkumpul. Anak-anak berlarian kecil di pelataran masjid, sementara para orang tua duduk bersila menunggu waktu berbuka. Suasana Ramadan terasa hangat dan penuh kebersamaan.
Hari itu merupakan Ramadan ke-21. Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos, datang bersama rombongan pemerintah daerah untuk melaksanakan Safari Ramadan. Turut hadir Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta sejumlah pejabat daerah seperti Kepala BKPSDM, Kepala BKAD, Sekretaris Inspektorat, Sekretaris Disporabud, dan Kabag Pembangunan Sekretariat Daerah.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh masyarakat Desa Normal yang dipimpin oleh Imam Masjid Nurul Jama’ah Leunoda. Wajah-wajah penuh senyum tampak dari warga yang merasa senang dapat berbuka dan beribadah bersama para pemimpin daerah mereka.
Baca Lainnya :
- Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polres Lembata Siaga Hadapi Mudik di Tengah Bayang-bayang Gejolak Global0
- Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata0
- Bupati Lembata Hadiri Kegiatan Tebar Parcel Ramadhan di Desa Wailolong0
- Melalui Safari Ramadan, Wakil Bupati Lembata Perkuat Silaturahmi dan Nilai Kebangsaan0
- Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 20270
Sambil menunggu waktu berbuka, Imam Masjid Nurul Jama’ah Leunoda, Sahrudin Daeng, menyampaikan tausyiah yang sederhana namun menyentuh. Ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus hingga bedug berbunyi.
“Ramadan bukan berakhir saat kita berbuka. Ramadan adalah pesan dari Allah agar kita menata diri dan memperbaiki diri,” tuturnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, bulan suci ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki tiga hal penting dalam kehidupan manusia: hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan lingkungan.
Ia mengajak jamaah memperbaiki ibadah wajib seperti salat lima waktu, puasa, dan zakat, serta menambah ibadah sunnah seperti salat tarawih. Di saat yang sama, Ramadan juga mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama.
“Memberi makanan kepada orang yang berpuasa pahalanya sama seperti orang yang berpuasa itu sendiri,” ujarnya.
Selain hubungan dengan sesama manusia, ia juga menyinggung kepedulian terhadap lingkungan. Alam, katanya, akan tetap bersahabat jika manusia memperlakukannya dengan baik.
Suasana semakin khidmat ketika Kapolres Lembata menyampaikan pesan kepada masyarakat. Ia mengajak warga memanfaatkan sisa Ramadan, terutama malam-malam terakhir yang diyakini penuh keberkahan.
“Mari kita lebih giat beribadah, terutama di malam-malam ganjil. Di situlah kesempatan kita meraih malam Lailatul Qadar,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa puasa tidak hanya berdampak pada spiritualitas, tetapi juga kesehatan. Secara fisik, puasa membantu tubuh melakukan detoksifikasi, sementara secara psikis melatih kesabaran, pengendalian emosi, dan kedisiplinan diri.
Kapolres turut mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat Lembata yang beragam. Menurutnya, keharmonisan adalah kunci terciptanya kehidupan yang aman dan damai.
Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai waktu untuk refleksi diri. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan.
“Ramadan adalah kesempatan untuk bertaubat. Ampunan Allah sangat luas bagi siapa saja yang benar-benar ingin memperbaiki diri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, keharmonisan keluarga dan masyarakat menjadi fondasi penting bagi kehidupan yang damai.
Menjelang azan magrib, suasana di masjid semakin hening. Jamaah menunggu dengan sabar. Ketika azan akhirnya berkumandang, senyum dan rasa syukur terlihat di wajah para warga Desa Normal yang berbuka bersama dalam suasana penuh kehangatan.
Di bawah langit senja Ramadan, kebersamaan itu terasa sederhana, tetapi bermakna—mengikat hati masyarakat dan para pemimpinnya dalam satu rasa: persaudaraan. (ProkompimPemKabLembata)
















