- Andika Terpilih Jadi Ketua PP IPMALUTIM, Usung Arah Baru Organisasi
- Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan
- Pansus DPRD Lembata Soroti Realisasi Pajak dan Belanja Pegawai, Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola
- Wakil Bupati Lembata Resmi Buka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting Tahun 2026
- SLB Negeri Lewoleba Catat Sejarah, Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android dan Laptop
- Langkah Suci Menuju Mekkah, Wakil Bupati Resmi Lepas Jamaah Haji Kabupaten Lembata
- Pemkab Lembata dan PDAM Gelar Rapat Rencana Kerja dan Anggran Perusahaan 2026, Targetkan Surplus dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
- Wakil bupati Lembata Pastikan Pemerintah Hadir, Proses Autopsi Dikawal Demi Keadilan Publik
- Bupati Lembata Ikuti Rapat Persiapan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 dan Pembangunan Sekolah Rakyat di NTT
- Bupati Lembata Lantik Penjabat Kepala Desa Antar Waktu Leuwayan, Tekankan Pelayanan dan Percepatan Pembangunan
Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027

LEWOLEBA, 10 Maret 2026|MDTV-NEW.COM – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq secara resmi membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Anton Enga Tifaona, Selasa (10/3). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan program pembangunan daerah agar lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Forum yang mengusung tema “Sinkronisasi Program Strategis Nasional (PROSN) Tematik Pembangunan Nasional dan Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2027” ini bertujuan menyepakati keluaran (output) Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah, sekaligus memastikan pelaksanaan program kepala daerah berjalan efektif untuk mencapai hasil pembangunan yang terukur.
Dalam laporan panitia, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappelitbangda Kabupaten Lembata, Martinus Eliasmus Lamak, menjelaskan bahwa forum ini merupakan bagian penting dari sistem perencanaan pembangunan daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperkuat komitmen, sinergi, dan keberlanjutan antar perangkat daerah dalam penyusunan rencana kerja.
Baca Lainnya :
- Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Manahil Al-Irfan, Wabup Nasir: Ramadhan menjadi Energi Spiritual Memperkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial0
- Audiensi dengan PT SMJ, Bupati Lembata Dukung Pengembangan Jagung dan Rencana Panen Raya Mei 20260
- DPRD Setujui Perubahan OPD dari 38 ke 36: Tantangan 30% Belanja Pegawai Menanti0
- Buka Puasa di Hari 7 Maret, Pemkab Lembata Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan0
- Menagih Warisan Sejarah: Apakah Spirit Persatuan 7 Maret 1954 Masih Hidup di Lembata?0

Ia menyampaikan bahwa forum ini bertujuan memperoleh masukan guna mempertajam target kinerja, program, kegiatan, lokasi, serta kelompok sasaran dalam penyusunan rancangan Renja Perangkat Daerah sebagai bahan penyusunan RKPD Kabupaten.
Forum yang berlangsung selama 10–11 Maret 2026 ini diikuti sekitar 142 peserta yang terdiri dari perwakilan perangkat daerah serta internal Bappelitbangda. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua tahap, yakni pembukaan dan pemaparan materi pada hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok tematik pada hari kedua yang terbagi dalam empat kelompok pembahasan dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepakatan.
Empat tema utama yang menjadi fokus diskusi dalam forum ini meliputi pengentasan kemiskinan, kesehatan untuk semua (stunting), pertumbuhan ekonomi sektor nelayan, tani, dan ternak, serta pengarusutamaan gender dan responsif anak. Setiap tema dikoordinasikan oleh Organisasi Perangkat Daerah sebagai leading sector yang bertanggung jawab dalam pembahasan dan perumusan kesepakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen strategis yang menjadi pedoman utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara komprehensif, adaptif, dan partisipatif.
Ia menjelaskan bahwa forum ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah karena menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan program perangkat daerah dengan hasil Musrenbang kecamatan, prioritas daerah, serta kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.
Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar menyusun program yang benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Selain itu, sinergi dan kolaborasi lintas perangkat daerah harus terus diperkuat agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Prioritas pembangunan daerah juga harus selaras dengan Tema RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2027, yakni “Pemantapan Pembangunan SDM dan Pemerintahan yang Efektif untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi yang Produktif dan Inklusif menuju Lembata Maju, Lestari dan Berdaya Saing”.
Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan forum dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa serta restu leluhur leu auq-lewotana Lembata, sebagai harapan agar proses perencanaan pembangunan berjalan lancar dan membawa kemajuan bagi daerah.
Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan program lintas perangkat daerah yang lebih terintegrasi, efektif, dan mampu mendukung pencapaian prioritas pembangunan Kabupaten Lembata ke depan. (ProkompimPemKabLembata)
















