- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Manahil Al-Irfan, Wabup Nasir: Ramadhan menjadi Energi Spiritual Memperkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

LEMBATA, Sabtu, 8 Maret 2026|MDTV-NEWS.COM — Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Manahil Al-Irfan, Desa Atuwalupang, Sabtu (8/3/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 17.30 WITA tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi, anggota DPRD, Kepala Dinas Perikanan, Camat Buyasuri, Ketua Baznas Lembata H. Nurdin HM, Ketua MUI Lembata H. Muhammad H. Mahmud, Lc., para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar pesantren dan masyarakat sekitar.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana hening dan menenangkan, sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan penuh makna di bulan suci Ramadhan.
Baca Lainnya :
- Audiensi dengan PT SMJ, Bupati Lembata Dukung Pengembangan Jagung dan Rencana Panen Raya Mei 20260
- DPRD Setujui Perubahan OPD dari 38 ke 36: Tantangan 30% Belanja Pegawai Menanti0
- Buka Puasa di Hari 7 Maret, Pemkab Lembata Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan0
- Menagih Warisan Sejarah: Apakah Spirit Persatuan 7 Maret 1954 Masih Hidup di Lembata?0
- Sawah Menguning, Jalan Rusak: Kesenjangan Infrastruktur Mengancam Ketahanan Pangan Waikomo0
Dalam tausiyahnya, Ustadz Din Syahdin mengingatkan bahwa suatu saat manusia akan berada pada hari penuh kegelisahan, ketika setiap orang harus mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di hadapan Allah SWT. Namun Rasulullah SAW memberikan kabar gembira tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah, salah satunya mereka yang saling mencintai karena Allah.
Menurutnya, Ramadhan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Melalui puasa, manusia belajar merasakan lapar dan dahaga sehingga lebih mampu memahami penderitaan sesama.
Sementara itu, Ketua MUI Lembata H. Muhammad H. Mahmud, Lc. menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan telah dilaksanakan di berbagai kecamatan di Kabupaten Lembata sebagai bentuk kolaborasi antara MUI, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.
Ia juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, sebagai dorongan bagi umat Islam untuk terus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.
Dan juga Ketua Baznas Lembata H. Nurdin HM turut memperkenalkan peran Baznas sebagai lembaga negara yang diberi amanah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan kepedulian yang menghubungkan mereka yang berkecukupan dengan masyarakat yang membutuhkan.
Hal senada disampaikan Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi yang menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, memperkuat ukhuwah, serta merawat toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan energi spiritual yang mampu menggerakkan perubahan sosial.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, lembaga sosial, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih kuat dan berkeadilan.
Wabup Nasir mengibaratkan Ramadhan sebagai mata air spiritual yang menyegarkan kembali hati manusia setelah sebelas bulan disibukkan oleh berbagai urusan dunia. Dari mata air itulah lahir ketenangan jiwa, empati sosial, serta kesadaran untuk membangun kebersamaan.
“Puasa tidak hanya membentuk ketakwaan, tetapi juga mengajarkan kita tentang kemanusiaan. Ketika kita merasakan lapar dan dahaga, kita belajar memahami penderitaan saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan,” ungkapnya.
Wabup Nasir juga menyinggung bahwa nilai-nilai puasa bahkan mendapat perhatian dalam kajian ilmiah modern. Penelitian mengenai proses autophagy yang dipopulerkan oleh ilmuwan Jepang Yoshinori Ohsumi menunjukkan bahwa puasa dapat membantu proses pembaruan sel dalam tubuh manusia. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran agama tidak hanya membawa manfaat spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan.
Lebih lanjut, Beliau menegaskan bahwa masa depan daerah hanya dapat dibangun melalui kekuatan kebersamaan. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai ruang untuk memperkuat integritas, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Lembata menuju Lembata Emas 2045.
“Tidak ada kemenangan tanpa kekuatan, tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan, dan tidak ada kebersamaan tanpa niat yang baik,” ujarnya.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat penerima manfaat oleh Wakil Bupati Lembata bersama Kapolres Lembata, Ketua MUI, dan Ketua Baznas. Momen tersebut menjadi simbol bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Manahil Al-Irfan pun berakhir dalam suasana kebersamaan. Senja Ramadhan seolah menegaskan satu pesan sederhana: ketika iman dan kepedulian berjalan beriringan, maka masyarakat yang kuat dan penuh harapan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang sedang dibangun bersama.
(ProkopimPemkabLembata)
















