- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pemerintah Kabupaten Lembata – RS Santo Damian Lewoleba
Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Lembata

MDTV-NEWS.com, Lewoleba — Pemerintah Kabupaten Lembata secara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Rumah Sakit Santo Damian Lewoleba sebagai wujud penguatan kolaborasi dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Prosesi penandatanganan yang berlangsung di ruang rapat Bupati ini dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, didampingi Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Lewoleba, Kabag Hukum Setda, serta Kabag Pemerintahan Setda.
MoU ini menjadi dasar administrasi yang memperkuat kerja sama layanan kesehatan antara pemerintah daerah, RSUD Lewoleba, Puskesmas, dan RS Santo Damian, sekaligus memastikan mekanisme pelayanan yang lebih terintegrasi dan berkesinambungan.
Direktur RS. Santo Damian Lewoleba, Suster Felicitas Budi, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan MoU ini. Ia menegaskan bahwa hubungan dan kerja sama pelayanan selama ini telah berjalan harmonis dengan seluruh jajaran kesehatan di Lembata, namun perlu diperkuat dengan dokumen administratif yang resmi.
Baca Lainnya :
- Kongres Advokat Indonesia DPC Lembata dan Flotim buka Posko Pengaduan Hukum bagi Pelaku UMKM di Kota Lewoleba.0
- Pemerintah Kabupaten Lembata Mantapkan Arah Pembangunan: Prioritaskan Ekonomi Rakyat dalam Lima Tahun ke Depan0
- Bupati Lembata Terima Kunjungan Tim Supervisi PKK Provinsi NTT Perkuat Pembinaan, Edukasi Sosial, dan Pengembangan Program Unggulan Daerah0
- Pemda Lembata Keluarkan Himbauan Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 20260
- Asisten I Buka Pelatihan Pengolahan Lahan Kering bagi Purnamigran Indonesia di Lembata0
“Kerja sama selama ini sudah sangat baik, tetapi secara administrasi memang perlu kita lengkapi. Kami berharap dukungan pemerintah terus hadir, terutama untuk pengadaan obat-obatan khusus bagi pasien dengan kondisi berat,” ujar Suster Felicitas.
Ia menambahkan bahwa beberapa jenis obat penting hanya tersedia di rumah sakit, sehingga dukungan pemerintah menjadi kunci dalam memastikan layanan kritis tetap optimal.
Dalam arahannya, Bupati Lembata menekankan pentingnya kerapian administrasi sebagai dasar penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang efektif. Menurutnya, MoU yang berlaku hingga 2026 ini menjadi dokumen penting yang tidak boleh mengalami kekosongan atau keterlambatan dalam perpanjangan pada periode mendatang.
“Administrasi tidak boleh kosong. Kalau masa berlakunya berakhir, harus segera dilanjutkan. Kita terlambat beberapa bulan bahkan tahun, dan ke depan ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Bupati.
Ia juga meminta agar seluruh unit pelayanan kesehatan baik RSUD Lewoleba, RS. Santo Damian, maupun Puskesmas memperkuat komunikasi dan kerja sama, terutama ketika menghadapi kendala di lapangan.
“Semua pasien adalah masyarakat Lembata. Kalau ada masalah di Damian, itu masalah kita. Begitu juga sebaliknya. Kolaborasi adalah kunci,” tambah Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti peran RS Santo Damian sebagai pusat penanganan penyakit kusta di Kabupaten Lembata. Rumah sakit tersebut selama ini menjadi rujukan utama bahkan bagi lembaga dan wilayah sekitar.
Bupati meminta agar pengelolaan dan penanganan kusta tidak hanya dibebankan kepada RS Santo Damian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan seluruh fasilitas kesehatan.
“Damian jangan dibiarkan bekerja sendiri. Pemerintah juga harus melihat ke sana dan mengatur langkah-langkah strategis untuk memastikan penanganan kusta berjalan efektif. Pemerintah mendukung penuh kerja pelayanan kusta,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada RS. Santo Damian atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui MoU ini, pemerintah berharap sinergi yang terbangun semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan di Kabupaten Lembata dapat berlangsung dengan lebih berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Lembata, sekaligus menjadi langkah strategis dalam penguatan sistem kesehatan daerah. ( ProkompimPemKabLembata )
















