- Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan
- Bupati Lembata Hadiri Rakor: Belanja Pegawai NTT Capai 54 Persen, ASN Tak Boleh Dirumahkan Tapi Anggaran Menipis
- Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja
- Wabup Lembata Hadiri Apel Pasukan Semana Santa Turangga 2026, Pastikan Kesiapan Pengamanan Paskah
- Bupati Lembata Hadiri Perayaan Minggu Palma di Idalolong, Serukan Toleransi dan Pembangunan Berbasis Rakyat
- DPRD dan Pemkab Lembata Sepakati Perubahan Struktur OPD, Jumlah Perangkat Daerah Dikurangi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- RAT KDMP Pada Bahas Evaluasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Koperasi
- Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah
- Pemkab Lembata dan ASDP Gelar Pertemuan dengan Pengguna Jasa, Bahas Solusi Layanan Penyeberangan
Semarak Ramadan di Buyasuri Ditutup Resmi, Wakil Bupati Tekankan Nilai Iman dan Persatuan

LEMBATA, MDTV-NEW.COM — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus menyongsong Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat Kecamatan Buyasuri menggelar berbagai kegiatan perlombaan yang sarat dengan nilai keagamaan, kebersamaan, dan persaudaraan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos., secara resmi menutup kegiatan perlombaan yang berlangsung dengan penuh antusiasme dari masyarakat. Penutupan dilaksanakan di Lapangan Bola Bianana, Desa Atu’walupang, Kecamatan Buyasuri.
Acara tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Lembata, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lembata, Camat Buyasuri, Kapolsek Buyasuri, para kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Buyasuri, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), dewan juri, unsur TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu-ibu Majelis Taklim, serta para peserta lomba.
Baca Lainnya :
- Bupati Lembata Resmi Buka Lomba Semarak Idul Fitri 1447 H di Buyasuri, Perkuat Silaturahmi dan Nilai Keagamaan0
- Lembata Siap Gelar Fishing Tournament Piala Bupati 20260
- Musrenbang Lembata, Bupati Kanis Kunci Prioritas NTT, 20 Program Unggulan Didorong0
- Ramadan sebagai Madrasah Empati, Pesan Wabup Lembata di Syafari Ramadan Waikilok0
- Pengukuhan Wilayah Muro di Todanara, Bupati Lembata Tekankan Kolaborasi dan Kearifan Lokal0
Ketua Umum PHBI Kabupaten Lembata, Ismail Usman, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan bahwa makna shaum Ramadan merupakan upaya menata hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus membentuk karakter manusia menjadi pribadi yang paripurna (insan kamil). Ia juga menjelaskan filosofi Lebaran sebagai momentum untuk membuka dan melapangkan hati, mempererat persaudaraan, serta memperkuat silaturahmi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seseorang yang berhasil menjalani Ramadan diharapkan memiliki karakter fitri, yakni indah dalam perkataan, baik dalam perbuatan, serta benar dalam sikap. Idulfitri menjadi momentum untuk kembali kepada kesucian, membersihkan diri dari dosa, serta membangun hati yang lapang tanpa dendam dan dengki.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lembata menekankan pentingnya pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada aspek intelektual, tetapi juga harus ditopang oleh kekuatan spiritual. Ia menjelaskan bahwa konsep Iqra dalam konteks ilmiah dimaknai sebagai upaya penelitian, sementara Bismi Rabbik merupakan bentuk penyandaran ilmu kepada Tuhan.
Menurutnya, literasi Al-Qur’an memberikan tiga manfaat utama, yakni pencerahan spiritual (enlightenment), pengayaan pemahaman terhadap fenomena alam (enrichment), serta pemberdayaan potensi berpikir (empowerment). Oleh karena itu, integrasi antara ilmu pengetahuan dan iman menjadi sangat penting dalam membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, serta beriman dan bertakwa.
Wakil Bupati juga menekankan prinsip keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan, di mana kepemimpinan harus dijalankan dengan kerendahan hati serta keterbukaan untuk menerima koreksi. Ia menyebut bahwa demokrasi merupakan sistem pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat, sehingga setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk mengutamakan kepentingan masyarakat.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah sebagai fondasi utama dalam membangun Kabupaten Lembata yang mandiri dan berdaya saing, serta menegaskan pentingnya keterbukaan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sehat.
Menjelang berakhirnya Ramadan, Wakil Bupati bersama Bupati Lembata turut menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat atas segala kekurangan selama menjalankan amanah kepemimpinan.
“Kemenangan sejati tidak hanya diraih selama Ramadan, tetapi melalui perpaduan antara kesabaran dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
“Dengan ini, saya secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan perlombaan dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu memperkuat silaturahmi, persatuan, serta nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Kecamatan Buyasuri. (ProkompimPemKabLembata)
















