- Festival Lamaholot 2026 Berakhir Meriah, Bupati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Warisan Budaya
- Tarian Tenun Ikat Lamatokan Hipnotis Pengunjung Festival Lamaholot 2026, Angkat Kisah Perjuangan Perempuan Penenun
- Meyelami kehidupan Budaya, Wisatawan Mancanegara Jelajahi Desa Wisata Lembata pada Hari Kedua Festival Internasional Lamaholot 2026
- Bupati dan Wabup Lembata Resmikan Oksigen Sentral RSUD Lewoleba, Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
- Karnaval Budaya Meriahkan Pembukaan Festival Internasional Lamaholot 2026 di Lewoleba
- 14 Tahun Mengarungi Badai dan Bahagia, Kisah Inspiratif Keluarga Paulus Geradus Hurint dalam Membangun Rumah Tangga
- Di Tengah Tantangan Lembata, Bupati Kanisius Tuaq: Jangan Sampai Kita Mengalami Krisis Iman
- Pulang Membawa Cahaya Tanah Suci, Tiga Jamaah Haji Lembata Disambut Penuh Syukur dan Haru
- Bupati Lembata Sambut Kepulangan Jamaah Haji Lembata, Wujud Syukur atas Perjalanan Ibadah yang Penuh Berkah
Tongkat Gembala Berganti, Pemkab Lembata Apresiasi Mgr. Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro
Semoga di bawah kepemimpinan Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Gereja tidak hanya semakin hidup dalam semangat pastoral, tetapi juga semakin aktif menjawab kebutuhan umat di masa kini,”

MDTV-NEWS.com, Lewoleba - Tongkat estafet kepemimpinan Gereja Katolik di Keuskupan Larantuka resmi berpindah tangan.
Bersamaan dengan pengumuman Tahta Suci yang menetapkan Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr. sebagai Uskup baru, Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan penghargaan mendalam kepada Mgr. Emeritus Fransiskus Kopong Kung, sosok yang selama lebih dari dua dekade dikenal sebagai pemersatu umat serta penjaga harmoni antaragama di wilayah Flores Timur dan Lembata.
Bupati P. Kanisius Tuaq dalam pernyataan resminya menilai bahwa Mgr. Emeritus Fransiskus telah meninggalkan jejak pelayanan yang signifikan. Ia bukan hanya membangun Gereja dalam ranah spiritual, tetapi juga memperkuat struktur sosial yang inklusif dan penuh toleransi.
Baca Lainnya :
- Menggali Peran Budaya Lokal dalam Perlindungan Anak: Plan Indonesia Gelar Diskusi Kelompok Terarah Bersama Tokoh Adat dan Pemerintah Desa.0
- Pemkab Lembata Apresiasi Kontribusi PT SMJ, Dorong Modernisasi Pertanian dan Peningkatan PAD0
- Wabup Lembata Resmi Buka Pelatihan KDKMP 2025 sebagai Langkah Strategis Membangun Fondasi Ekonomi Desa0
- Vatikan Siap Umumkan Uskup Baru Larantuka, Sukacita Meluas hingga ke Lembata0
- Tantangan Fiskal Berat Dana Transfer ke Daerah 2026 Dipangkas, Jadi Sorotan Utama di Lembata0
“Beliau telah membawa Gereja bertumbuh dengan kokoh dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat. Toleransi yang selama ini terpelihara menjadi bukti nyata kepemimpinan beliau,” ujar Bupati Kanis Tuaq.
“Kami berterima kasih atas keterbukaan dan keteladanan beliau. Banyak pembangunan sosial yang berhasil karena sinergi yang dibangun bersama," lanjut Bupati.
Pergantian kepemimpinan menuju Mgr. Yohanes Hans Monteiro dipandang pemerintah daerah sebagai momentum pembaruan. Dengan latar belakang akademis, rekam jejak pelayanan internasional, serta kepiawaian dalam bidang liturgi, Mgr. Monteiro dinilai membawa karakter kepemimpinan yang adaptif terhadap tantangan era modern.
Pemerintah Kabupaten Lembata menyambutnya sebagai mitra strategis dalam memperkuat formasi iman sekaligus memperluas kerja sama lintas sektor.
“Semoga di bawah kepemimpinan Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Gereja tidak hanya semakin hidup dalam semangat pastoral, tetapi juga semakin aktif menjawab kebutuhan umat di masa kini,” kata Bupati Kanis.
Dengan doa, penghormatan, dan harapan yang menyertai, peralihan tongkat gembala ini menandai babak baru dalam perjalanan Gereja Keuskupan Larantuka. Di pundak Uskup baru, umat dan pemerintah menitipkan sebuah masa depan yang diharapkan semakin terang, semakin rukun, dan semakin penuh kasih.
Berikut profil singkat Sang Pengembala Umat sejati, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr.: Lahir di Larantuka pada 15 April 1971, ia menempuh pendidikan formasi di Seminari Menengah Santo Domingo Hokeng, kemudian studi filsafat dan teologi di Ledalero.
Ia meraih gelar Licentiate dan Doktor Liturgi dari Universitas Wina, Austria, sebuah pencapaian akademis yang memperkaya keahliannya dalam bidang liturgi Gereja. Setelah tahbisan imamat pada 14 Juli 1999, ia melayani baik di Indonesia maupun di Austria, sebelum kembali mengajar di Ledalero dan menjadi formator di Seminari Tinggi Ritapiret.
Di dunia akademis dan teologis, Mgr. Monteiro dikenal melalui karya-karyanya, termasuk buku 'Semana Santa di Larantuka: Sejarah dan Liturgi,' yang menjadi rujukan penting dalam memahami tradisi Pekan Suci khas Larantuka.
Dengan latar belakang akademik, pastoral, dan pengabdiannya yang luas, umat percaya bahwa beliau membawa kombinasi keilmuan dan kepekaan pastoral yang dibutuhkan Gereja di tengah perubahan dunia.
Selamat bertugas, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Uskup Larantuka yang baru. (prokompimkablembata)
















